"Terima kasih Pak Presiden Prabowo, terima kasih Pak Mensos Saifullah Yusuf, terima kasih Kemensos dan semua pihak yang terlibat. Fasilitas yang diberikan sangat membantu kami dalam proses pengajaran," ucap Erin dengan suara bergetar menahan tangis.
Momen mengharukan lainnya terjadi saat Gus Ipul berdialog dengan Nur Aziza, siswi kelas 10 yang menjadi pembawa acara Open House. Nur merupakan anak buruh harian lepas yang bercita-cita menjadi dokter.
"Kalau ada Bapak Presiden di sini, apa yang ingin kamu sampaikan?" tanya Gus Ipul.
"Saya mau menyampaikan terima kasih kepada Bapak Prabowo. Berkat program Sekolah Rakyat ini saya bisa sekolah lagi," jawab Nur sambil menahan tangis.
Jawaban tersebut membuat Kepala SRMA 7 Palembang Diana Nursanti tak kuasa menitikkan air mata.
Ibunda Nur, Widya Wati, turut menceritakan perubahan putrinya setelah sebelas bulan belajar di Sekolah Rakyat.
"Bangga sekali, Pak. Sekarang belajarnya semakin pintar. Dulu agak malas, sekarang rajin salat, mau membantu saya memasak dan mengurus pekerjaan rumah. Harapan saya Nur menjadi anak yang berguna dan bisa membantu orang tuanya," ujarnya.
Gus Ipul kemudian meminta Nur memeluk ibunya di hadapan seluruh peserta. Suasana ruangan kembali dipenuhi haru.
Dialog berikutnya dilakukan bersama calon siswa M. Fariz Al Afiz yang berusia 10 tahun. Fariz mengaku belum pernah bersekolah dan belum bisa membaca maupun menulis karena keterbatasan ekonomi keluarganya. Ayahnya, Muhammad Agus Mandra, bekerja serabutan sebagai kuli bangunan.
"Belum pernah sekolah karena ekonomi, Pak," ujar Agus.
Bagi Gus Ipul, kisah Fariz merupakan gambaran nyata mengapa Sekolah Rakyat dibangun.
"Memang ada keluarga-keluarga yang belum terbawa dalam proses pembangunan. Itulah sebabnya Presiden mengajak kita semua memulai program ini dengan kejujuran," katanya.
Lulusan Sekolah Rakyat, kata Gus Ipul nantinya diarahkan memiliki dua pilihan, yakni melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau menjadi tenaga kerja terampil sesuai potensi masing-masing.
"Sambut kesempatan ini dengan sungguh-sungguh. Antarkan anak-anak kita meraih cita-citanya dengan baik," kata Gus Ipul.
Acara ditutup dengan seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Pusaka bersama. Suasana semakin meriah ketika salah seorang calon siswa, David Aditya (15), secara spontan maju ke depan panggung memenuhi ajakan Gus Ipul untuk bernyanyi. Dengan suara merdu, David membawakan lagu berjudul Andaikan Kau Datang dan mendapat tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin. ***