Open House Sekolah Rakyat Palembang: Gus Ipul Minta Penjangkauan Siswa Dilakukan Secara Jujur

Fabiola Febrinastri

Minggu, 28 Juni 2026 | 19:10 WIB
Open House Sekolah Rakyat Palembang: Gus Ipul Minta Penjangkauan Siswa Dilakukan Secara Jujur
Gus Ipul di Sentra "Budi Perkasa" Palembang, Minggu (28/6/2026). (Dok: Kemensos)

Suara.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa kejujuran menjadi kunci utama dalam proses penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat.

Hal tersebut disampaikan Gus Ipul saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat untuk Orang Tua dan Calon Siswa di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 7 Palembang yang berlokasi di Sentra "Budi Perkasa" Palembang, Minggu (28/6/2026).

"Program ini harus dimulai dengan kejujuran dan keterbukaan. Tidak ada pendaftaran, yang ada adalah penjangkauan. Keluarga-keluarga yang memenuhi kriteria di dalam DTSEN dijangkau oleh petugas baru ditetapkan menjadi siswa Sekolah Rakyat," katanya.

Open House digelar untuk memberikan kesempatan kepada calon siswa, orang tua, pemerintah daerah, serta masyarakat melihat secara langsung perkembangan pembelajaran siswa Sekolah Rakyat yang telah berjalan hampir satu tahun.

Turut hadir dalam kesempatan ini Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Kepala BPS Provinsi Sumatera Selatan Moh. Wahyu Yulianto, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan Syafitri Irwan, Plt. Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan Elman Zamhari, jajaran Forkopimda Sumatera Selatan, Kepala SRMA 7 Palembang Diana Nursanti, serta kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan Sekolah Rakyat se-Sumatera Selatan.

Saat ini terdapat lima Sekolah Rakyat rintisan yang beroperasi di Sumatera Selatan, yakni SRMA 7 Palembang, Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 31 Palembang, SRMA 8 Ogan Ilir, SRT 15 Empat Lawang, dan SRMA 45 Ogan Komering Ulu. Khusus SRMA 7 Palembang, saat ini menampung 96 siswa, sementara calon siswa tahun ajaran baru saat ini berjumlah 60 orang yang seluruhnya diperoleh melalui mekanisme penjangkauan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 dan 2.

Melanjutkan arahannya, Gus Ipul menegaskan bahwa kejujuran dibutuhkan mulai dari petugas yang melakukan penjangkauan hingga keluarga yang memberikan informasi kepada pemerintah.

"Setelah itu pengelolaannya juga harus dengan kejujuran. Tidak boleh ada korupsi, sogok-menyogok, ataupun tindakan yang tidak terpuji karena program ini diperuntukkan bagi mereka yang selama ini terpinggirkan dan belum terbawa dalam proses pembangunan," tegasnya.

Pesan tersebut diperkuat Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti. Ia mengatakan, keberhasilan Sekolah Rakyat menunjukkan bahwa statistik bukan sekadar kumpulan angka, melainkan mampu memberikan makna bagi anak-anak Sekolah Rakyat.

baca juga

"Statistik ternyata bukan sekadar angka, tetapi statistik bisa memberikan makna yang luar biasa bagi anak-anak kita di Sekolah Rakyat. Statistik bisa memberikan dampak sehingga mereka memiliki mimpi-mimpi untuk masa depan mereka," ujar Amalia.

Ia juga menyampaikan sebagian besar siswa yang telah dijangkau memang berasal dari keluarga desil 1 dan 2 DTSEN, sekaligus menjadi umpan balik bagi BPS untuk terus menyempurnakan akurasi data.

Kedatangan Gus Ipul disambut beragam penampilan siswa SRMA 7 Palembang, mulai dari baris variasi, tari Kuda Lumping, Tari Gending Sriwijaya, karate, pidato empat bahasa (Inggris, Arab, Jepang, dan Mandarin), paduan suara, hingga pembacaan puisi.

Gus Ipul kemudian meminta 15 siswa yang sebelumnya menyambutnya dengan atraksi baris variasi untuk kembali tampil secara spontan di depan panggung.

"Anak-anak ini sudah dididik lebih dari sebelas bulan. Saya bangga pada anak-anak sekalian, bangga kepada kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan yang telah mendampingi mereka," ujarnya.

Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi SRMA 7 Palembang, Erin Ramantia, kemudian menampilkan simulasi pembelajaran interaktif menggunakan smartboard dan aplikasi Scratch. Di akhir demonstrasi, Erin menyampaikan rasa syukur atas fasilitas yang kini dimiliki Sekolah Rakyat.

"Terima kasih Pak Presiden Prabowo, terima kasih Pak Mensos Saifullah Yusuf, terima kasih Kemensos dan semua pihak yang terlibat. Fasilitas yang diberikan sangat membantu kami dalam proses pengajaran," ucap Erin dengan suara bergetar menahan tangis.

Momen mengharukan lainnya terjadi saat Gus Ipul berdialog dengan Nur Aziza, siswi kelas 10 yang menjadi pembawa acara Open House. Nur merupakan anak buruh harian lepas yang bercita-cita menjadi dokter.

"Kalau ada Bapak Presiden di sini, apa yang ingin kamu sampaikan?" tanya Gus Ipul.

"Saya mau menyampaikan terima kasih kepada Bapak Prabowo. Berkat program Sekolah Rakyat ini saya bisa sekolah lagi," jawab Nur sambil menahan tangis.

Jawaban tersebut membuat Kepala SRMA 7 Palembang Diana Nursanti tak kuasa menitikkan air mata.

Ibunda Nur, Widya Wati, turut menceritakan perubahan putrinya setelah sebelas bulan belajar di Sekolah Rakyat.

"Bangga sekali, Pak. Sekarang belajarnya semakin pintar. Dulu agak malas, sekarang rajin salat, mau membantu saya memasak dan mengurus pekerjaan rumah. Harapan saya Nur menjadi anak yang berguna dan bisa membantu orang tuanya," ujarnya.

Gus Ipul kemudian meminta Nur memeluk ibunya di hadapan seluruh peserta. Suasana ruangan kembali dipenuhi haru.

Dialog berikutnya dilakukan bersama calon siswa M. Fariz Al Afiz yang berusia 10 tahun. Fariz mengaku belum pernah bersekolah dan belum bisa membaca maupun menulis karena keterbatasan ekonomi keluarganya. Ayahnya, Muhammad Agus Mandra, bekerja serabutan sebagai kuli bangunan.

"Belum pernah sekolah karena ekonomi, Pak," ujar Agus.

Bagi Gus Ipul, kisah Fariz merupakan gambaran nyata mengapa Sekolah Rakyat dibangun.

"Memang ada keluarga-keluarga yang belum terbawa dalam proses pembangunan. Itulah sebabnya Presiden mengajak kita semua memulai program ini dengan kejujuran," katanya.

Lulusan Sekolah Rakyat, kata Gus Ipul nantinya diarahkan memiliki dua pilihan, yakni melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau menjadi tenaga kerja terampil sesuai potensi masing-masing.

"Sambut kesempatan ini dengan sungguh-sungguh. Antarkan anak-anak kita meraih cita-citanya dengan baik," kata Gus Ipul.

Acara ditutup dengan seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Pusaka bersama. Suasana semakin meriah ketika salah seorang calon siswa, David Aditya (15), secara spontan maju ke depan panggung memenuhi ajakan Gus Ipul untuk bernyanyi. Dengan suara merdu, David membawakan lagu berjudul Andaikan Kau Datang dan mendapat tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa

Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:14 WIB

Sekolah Rakyat Rasa Militer? 1.000 Taruna Kemhan Bakal Diterjunkan Gembleng Disiplin Siswa

Sekolah Rakyat Rasa Militer? 1.000 Taruna Kemhan Bakal Diterjunkan Gembleng Disiplin Siswa

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:37 WIB

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB

Kemensos Pastikan Sekolah Rakyat Siap Gelar MPLS Serentak Mulai 14 Juli 2026

Kemensos Pastikan Sekolah Rakyat Siap Gelar MPLS Serentak Mulai 14 Juli 2026

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:05 WIB

Sinergi Kemensos-ITB Visi Nusantara Perkuat Pemberdayaan Desa dan Lulusan Sekolah Rakyat

Sinergi Kemensos-ITB Visi Nusantara Perkuat Pemberdayaan Desa dan Lulusan Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:34 WIB

Kemensos Gandeng TNI, 1.000 Taruna Akmil Siap Bina Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Gandeng TNI, 1.000 Taruna Akmil Siap Bina Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:35 WIB

Terkini

Berat Badan 120 Kg dan Gejala Stroke, Razman Nasution Ditempatkan di Blok E Lapas Cipinang

Berat Badan 120 Kg dan Gejala Stroke, Razman Nasution Ditempatkan di Blok E Lapas Cipinang

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:25 WIB

Janji Prabowo Terbuka Terima Usulan: Jangankan Profesor, Dari Anak Desa Pun Saya Tindaklanjuti

Janji Prabowo Terbuka Terima Usulan: Jangankan Profesor, Dari Anak Desa Pun Saya Tindaklanjuti

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:40 WIB

183 Warga Pinggir Rel Senen Direlokasi, KAI Ratakan Puluhan Bangunan Liar

183 Warga Pinggir Rel Senen Direlokasi, KAI Ratakan Puluhan Bangunan Liar

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:30 WIB

Ditanya Bro Ron Masih Kuat atau Tidak di Lampung, Jawaban Singkat Jokowi Bikin Heran

Ditanya Bro Ron Masih Kuat atau Tidak di Lampung, Jawaban Singkat Jokowi Bikin Heran

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:21 WIB

Prabowo Tambah Anggaran Riset Jadi Rp4 Triliun

Prabowo Tambah Anggaran Riset Jadi Rp4 Triliun

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:18 WIB

Penampakan Bangunan Hancur di Bahrain dan Kuwait Usai Dihajar Rudal Iran

Penampakan Bangunan Hancur di Bahrain dan Kuwait Usai Dihajar Rudal Iran

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:08 WIB

Fakta Terkuak! Cawe-cawe George Soros di Pemilu: Keluarkan Rp1,6 T Untuk Partai Ini

Fakta Terkuak! Cawe-cawe George Soros di Pemilu: Keluarkan Rp1,6 T Untuk Partai Ini

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:00 WIB

Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh

Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:50 WIB

Mengapa Anak-Anak di Pesisir Menjadi Kelompok yang Paling Menanggung Dampak Krisis Iklim?

Mengapa Anak-Anak di Pesisir Menjadi Kelompok yang Paling Menanggung Dampak Krisis Iklim?

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:47 WIB

Drama Penangkapan HR-V di Lhokseumawe, Polisi Temukan 13 Karung Sabu Asal Thailand

Drama Penangkapan HR-V di Lhokseumawe, Polisi Temukan 13 Karung Sabu Asal Thailand

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:15 WIB

×