Pakar Manajemen Publik: Ambisi Politik Keluarga Jokowi Berisiko Rusak Kepercayaan Demokrasi

Andi Ahmad S

Minggu, 28 Juni 2026 | 22:53 WIB
Pakar Manajemen Publik: Ambisi Politik Keluarga Jokowi Berisiko Rusak Kepercayaan Demokrasi
Jokowi memulai kegiatan blusukan terakhir di Lampung dengan mengunjugi Kecamatan Kota Gajah, Lampung Tengah, Minggu 28 Juni 2026. (Ist)
baca 10 detik
  • Pakar Nandang Sutisna menyoroti fenomena safari politik Joko Widodo pascapurna tugas sebagai bentuk kegagalan membedakan kekuatan personal dengan sistem.
  • Keberhasilan masa jabatan Jokowi merupakan produk kolektif dari ekosistem politik, bukan semata kapasitas pribadi sebagaimana yang diasumsikan secara berlebihan.
  • Upaya mempertahankan pengaruh keluarga setelah masa jabatan berakhir berisiko menurunkan kepercayaan publik terhadap prinsip meritokrasi dan nilai historis kepemimpinan.

Suara.com - Aktivitas safari politik yang intens dilakukan oleh Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), pascapurna tugas memancing diskusi hangat di kalangan pengamat tata kelola pemerintahan.

Pakar Manajemen Publik, Nandang Sutisna, menilai fenomena ini sebagai gambaran persoalan klasik dalam kepemimpinan publik nasional: kegagalan membedakan kekuatan personal dengan kekuatan sistem.

Nandang menyoroti adanya kecenderungan mantan pemimpin yang terjebak dalam apa yang disebutnya sebagai "Leadership Delusion".

Dalam perspektif ilmu manajemen publik, Leadership Delusion terjadi ketika seorang mantan pemimpin meyakini secara berlebihan bahwa seluruh keberhasilan yang diraih selama menjabat murni hasil kapasitas pribadinya.

Padahal, menurut Nandang, keberhasilan jabatan publik dalam skala negara merupakan produk kolektif dari ekosistem kekuasaan yang sangat kompleks.

“Kemenangan dan keberhasilan tersebut lahir dari kombinasi dukungan institusi, partai politik, kekuatan koalisi, mesin birokrasi, serta legitimasi publik yang melekat pada jabatan (posisional),” ujar Nandang dalam keterangannya, Minggu (28/6/2026).

Nandang memaparkan analisis historis untuk membuktikan bahwa figur individu tidak pernah berdiri sendiri dalam kontestasi politik:

  • Era Solo: Jokowi menang dengan dukungan penuh PDI Perjuangan sebagai kekuatan dominan di Jawa Tengah.
  • Era Jakarta: Kemenangan diraih berkat koalisi solid antara PDIP dan Gerindra.
  • Pilpres 2014 & 2019: Kemenangan didorong oleh gerbong besar partai politik, akademisi, masyarakat sipil, hingga keuntungan institusional sebagai petahana.

“Hari ini konteks politik telah berubah secara fundamental. Jokowi tidak lagi memegang kekuasaan negara, tidak lagi mengendalikan birokrasi, dan tidak lagi didukung oleh mesin politik lama (PDIP),” tegas Nandang.

Nandang memperingatkan adanya risiko overestimating personal influence kecenderungan pemimpin melebih-lebihkan pengaruh dirinya setelah meninggalkan jabatan.

baca juga

Ia menilai asumsi bahwa pengaruh pribadi Jokowi cukup untuk membawa partai baru seperti PSI menjadi kekuatan nasional perlu diuji secara objektif terhadap realitas saat ini.

“Sejarah menunjukkan yang sering kali hilang pascajabatan bukan kapasitas pemimpinnya, melainkan ekosistem kekuasaan yang dahulu menopangnya,” tambahnya.

Satu poin kritis yang disampaikan Nandang adalah mengenai orientasi politik keluarga yang kian menguat.

Meskipun berpolitik adalah hak konstitusional, konsentrasi energi seorang mantan kepala negara untuk memperluas pengaruh keluarga dapat memicu persepsi negatif di masyarakat.

“Dari perspektif etika politik, hal tersebut berpotensi menimbulkan persepsi bahwa kepentingan keluarga lebih dominan daripada kepentingan pelembagaan demokrasi. Hal ini berisiko menurunkan kepercayaan publik terhadap prinsip meritokrasi,” jelas Nandang.

Nandang menekankan bahwa warisan seorang negarawan sejati tidak hanya diukur dari apa yang dibangun saat berkuasa, tetapi juga dari kemampuannya untuk melepaskan kekuasaan (the art of letting go).

“Negarawan tahu kapan harus memimpin dan kapan memberi ruang bagi generasi berikutnya. Pemimpin yang terus berusaha mempertahankan pengaruh setelah masa jabatannya berakhir justru berisiko mengurangi nilai historis dari keberhasilan yang pernah ia bangun,” tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ditanya Bro Ron Masih Kuat atau Tidak di Lampung, Jawaban Singkat Jokowi Bikin Heran

Ditanya Bro Ron Masih Kuat atau Tidak di Lampung, Jawaban Singkat Jokowi Bikin Heran

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:21 WIB

Jokowi: Saya Masih Orang Kampung, Masih Orang Desa

Jokowi: Saya Masih Orang Kampung, Masih Orang Desa

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:05 WIB

Blusukan Terakhir di Lampung, Jokowi Sempatkan Jajan Es Kopi dan Rujak Buah

Blusukan Terakhir di Lampung, Jokowi Sempatkan Jajan Es Kopi dan Rujak Buah

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:49 WIB

Falsafah Siri dan Pidato Presiden: Menakar Keadaban Lisan Pemimpin Kita

Falsafah Siri dan Pidato Presiden: Menakar Keadaban Lisan Pemimpin Kita

Your Say | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:28 WIB

Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum

Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:57 WIB

Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan

Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:08 WIB

Terkini

Wacana Capres Harus Didukung 2 Fraksi DPR, PPP Soroti Keterwakilan Suara Rakyat

Wacana Capres Harus Didukung 2 Fraksi DPR, PPP Soroti Keterwakilan Suara Rakyat

Jogja | Minggu, 27 September 2026 | 19:40 WIB

Bedah Makna Lagu 'Stuck' ENHYPEN: Kisah Cinta Egois Sang Vampir yang Berujung Bahaya

Bedah Makna Lagu 'Stuck' ENHYPEN: Kisah Cinta Egois Sang Vampir yang Berujung Bahaya

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 19:35 WIB

Di Balik Parkir Liar Palembang: Ada Bos, Setoran, hingga Klaim Ormas Pernah Masuk

Di Balik Parkir Liar Palembang: Ada Bos, Setoran, hingga Klaim Ormas Pernah Masuk

Sumsel | Minggu, 27 September 2026 | 19:27 WIB

Respons Kepala BMKG soal Munculnya Daratan Baru di Anak Krakatau dan Potensi Tsunami

Respons Kepala BMKG soal Munculnya Daratan Baru di Anak Krakatau dan Potensi Tsunami

Video | Minggu, 27 September 2026 | 19:15 WIB

Cara Main Lucky Toss BRI di Serpong Warrior Challenge 2026

Cara Main Lucky Toss BRI di Serpong Warrior Challenge 2026

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 19:11 WIB

Indra Gunawan Dipanggil Badan Kehormatan DPRD Siak Terkait Dugaan Ijazah Palsu

Indra Gunawan Dipanggil Badan Kehormatan DPRD Siak Terkait Dugaan Ijazah Palsu

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 19:10 WIB

Ditemukan di Kalteng, 7 Korban Tewas KM Virgo Dievakuasi ke Banjarmasin dengan Helikopter Basarnas

Ditemukan di Kalteng, 7 Korban Tewas KM Virgo Dievakuasi ke Banjarmasin dengan Helikopter Basarnas

News | Minggu, 27 September 2026 | 19:07 WIB

Ngeri! Puncak Bonus Demografi 2030 Bisa Jadi Bencana Lingkungan Kalau Kita Terus Abai

Ngeri! Puncak Bonus Demografi 2030 Bisa Jadi Bencana Lingkungan Kalau Kita Terus Abai

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 19:05 WIB

3 Shio yang Diprediksi Hoki 28 September-4 Oktober 2026, Berpeluang Menarik Kekayaan

3 Shio yang Diprediksi Hoki 28 September-4 Oktober 2026, Berpeluang Menarik Kekayaan

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 19:05 WIB

Bawa Sajam, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Terjatuh di Jalur Busway Yos Sudarso

Bawa Sajam, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Terjatuh di Jalur Busway Yos Sudarso

News | Minggu, 27 September 2026 | 18:42 WIB

×