Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum

Bella, Hiskia Andika Weadcaksana

Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:57 WIB
Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum
Pakar Hukum Tata Negara Mahfud MD. (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menilai kondisi penegakan hukum di Indonesia saat ini cenderung mengalami kemunduran signifikan.
  • Mahfud menyatakan bahwa penurunan kualitas hukum disebabkan oleh sistem politik yang tidak sehat sejak tahun 2009 lalu.
  • Perbaikan sistem demokrasi dan politik yang konstitusional diperlukan agar Indonesia tidak terjebak dalam praktik hukum otokratik legalism.

Suara.com - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menilai kondisi hukum di Indonesia menunjukkan kecenderungan mengalami kemunduran setelah sempat berkembang positif pada awal era Reformasi.

Menurutnya, arah politik yang tidak lagi sehat berpengaruh langsung terhadap kualitas penegakan hukum di Tanah Air.

Pandangan tersebut disampaikan Mahfud saat peluncuran bukunya berjudul Politik Hukum di Indonesia belum lama ini.

Ia menjelaskan bahwa sejak awal, hubungan antara hukum dan politik di Indonesia memang saling memengaruhi. Oleh sebab itu, upaya membangun sistem hukum yang baik harus diawali dengan perbaikan kualitas demokrasi dan sistem politik.

"Sebenarnya kalau kita mau mencari hukum yang baik ya kita bikin politiknya itu menjadi demokratis. Intinya itu harus perbaiki politik," kata Mahfud.

Eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu mengatakan, pada awal Reformasi hingga setidaknya sekitar 2009 terdapat berbagai kemajuan dalam pembangunan sistem hukum.

Perubahan konstitusi, pembentukan Mahkamah Konstitusi, penghapusan kursi TNI di DPR, hingga penguatan pemberantasan korupsi menjadi bagian dari capaian yang dinilai memperkuat demokrasi dan supremasi hukum.

"Itu sampai 2009 tuh bagus. Tapi mulai 2009 tuh mulai muncul secara pelan-pelan mulai dari politik uang. Ya, pemilihan anggota DPR sekarang karena sistem suara terbanyak orang beli pakai ini. Sudah mulai pada waktu itu," ungkapnya.

"2014 mulai lebih jelek lagi sampai ya kecenderungannya sekarang decline dan sudah mengarah ke apa yang disebut hukum ortodoks," imbuhnya.

baca juga
Mantan Menko Polhukam Mahfud MD. (bidik layar video)
Mantan Menko Polhukam Mahfud MD. (bidik layar video)

Kondisi tersebut membuat Indonesia menghadapi kecenderungan menuju hukum yang lebih bersifat ortodoks atau autocratic legalism.

"Ortodoks atau hukum otokratik legalism, persamaan hukum ortodoks itu kalau situasi sekarang. Kecenderungan itu ada dan dan itu saya tulis di buku itu, di mana bukti-buktinya dan sebagainya," ucapnya.

Mahfud mengingatkan bahwa sejarah menunjukkan perubahan politik dapat terjadi sangat cepat apabila praktik penyelenggaraan negara mengabaikan hukum dan keadilan. Ia mencontohkan runtuhnya pemerintahan Presiden Soeharto maupun Presiden Soekarno yang terjadi dalam waktu singkat meski sebelumnya terlihat sangat kuat.

"Kejatuhan itu bisa sangat cepat kalau tidak dijaga secara hati-hati oleh perilaku para pejabat dalam menegakkan hukum dan keadilan tentu saja di tengah masyarakat," tegasnya.

Menurut dia, idealnya hukum menjadi pedoman utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sementara itu, politik hanya berfungsi sebagai penggerak yang tetap berada dalam koridor konstitusi.

"Mari kembali ke rel, jaga rel itu jangan dilewati. Hukum itu adalah relnya, politik itu adalah gerbong dan lokomotifnya," tambahnya.

Mahfud tak menampik memiliki kekhawatiran terhadap arah perkembangan hukum di Indonesia saat ini.

"Sekarang terus terang sedang mengkhawatirkan. Tapi bagi yang merasa tidak khawatir seperti pemerintah, ya silakan aja. Tapi kita kan ilmuwan ya, merumuskannya tuh berdasar fakta-fakta yang dianalisis," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Motor Listrik Korupsi BGN untuk Guru Honorer: Solusi Cerdas atau Masalah Baru?

Motor Listrik Korupsi BGN untuk Guru Honorer: Solusi Cerdas atau Masalah Baru?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:02 WIB

Mekanisme Keberatan Jadi Instrumen Perlindungan Dalam Sengketa Merek dan Hak Cipta

Mekanisme Keberatan Jadi Instrumen Perlindungan Dalam Sengketa Merek dan Hak Cipta

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:12 WIB

Ulasan Law and The City: Drama Hukum dengan Nuansa Healing yang Hangat

Ulasan Law and The City: Drama Hukum dengan Nuansa Healing yang Hangat

Your Say | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:55 WIB

Mahfud MD Tantang Prabowo Buka-bukaan: Siapa yang Bayar Demo Mahasiswa?

Mahfud MD Tantang Prabowo Buka-bukaan: Siapa yang Bayar Demo Mahasiswa?

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:35 WIB

Mahfud MD Sebut Penolakan UU Polri oleh Mahasiswa Wajar: Memang Tak Ada Perubahan

Mahfud MD Sebut Penolakan UU Polri oleh Mahasiswa Wajar: Memang Tak Ada Perubahan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:53 WIB

UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi

UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:25 WIB

Klarifikasi Purbaya soal Patriot Bond Bikin Investor Kebal Pajak-Hukum hingga Pencucian Uang

Klarifikasi Purbaya soal Patriot Bond Bikin Investor Kebal Pajak-Hukum hingga Pencucian Uang

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:17 WIB

Benarkah Patriot Bond dan Merah Putih Bond Jadi Mesin Pencuci Uang Legal?

Benarkah Patriot Bond dan Merah Putih Bond Jadi Mesin Pencuci Uang Legal?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 14:08 WIB

Investor Patriot Bond dan Merah Putih Bond Dapat Perlindungan Hukum Khusus dari Danantara

Investor Patriot Bond dan Merah Putih Bond Dapat Perlindungan Hukum Khusus dari Danantara

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 10:49 WIB

Kemensos Terima Hibah Lahan 6,3 Hektare untuk Pembangunan Sekolah Rakyat di Tangerang

Kemensos Terima Hibah Lahan 6,3 Hektare untuk Pembangunan Sekolah Rakyat di Tangerang

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:52 WIB

Terkini

4 Pore Tightening Toner Atasi Tekstur Kasar dan Bruntusan Kulit Berminyak

4 Pore Tightening Toner Atasi Tekstur Kasar dan Bruntusan Kulit Berminyak

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 19:35 WIB

Demi Penuhi Standar, Kendal Tornado FC Bantu Lampu Stadion Sriwedari Rp 1 Miliar

Demi Penuhi Standar, Kendal Tornado FC Bantu Lampu Stadion Sriwedari Rp 1 Miliar

Surakarta | Sabtu, 26 September 2026 | 19:34 WIB

Dari Kuliner hingga Hiburan, Travel Agent Bandung Mulai Lirik Kawasan Wisata Ini di Ibu Kota

Dari Kuliner hingga Hiburan, Travel Agent Bandung Mulai Lirik Kawasan Wisata Ini di Ibu Kota

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 19:13 WIB

Akademisi Diajak Kontribusikan Gagasan untuk Jakarta Vision

Akademisi Diajak Kontribusikan Gagasan untuk Jakarta Vision

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 19:06 WIB

Ada Perbaikan Jalan, Akses Jalan Kunir Kota Tua Ditutup Mulai Minggu Malam! Ini Rute Alternatifnya

Ada Perbaikan Jalan, Akses Jalan Kunir Kota Tua Ditutup Mulai Minggu Malam! Ini Rute Alternatifnya

News | Sabtu, 26 September 2026 | 19:05 WIB

Buku All The Bright Places, Meruntuhkan Stigma Negatif Isu Mental Health

Buku All The Bright Places, Meruntuhkan Stigma Negatif Isu Mental Health

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 19:00 WIB

Bebas Bersyarat Bechi Dinilai Janggal, Komnas Perempuan Desak Transparansi Data

Bebas Bersyarat Bechi Dinilai Janggal, Komnas Perempuan Desak Transparansi Data

Video | Sabtu, 26 September 2026 | 19:00 WIB

Buntut 198 Siswa dan Guru Tumbang Usai Santap MBG, SPPG di Tulungagung Disetop 20 Hari

Buntut 198 Siswa dan Guru Tumbang Usai Santap MBG, SPPG di Tulungagung Disetop 20 Hari

Jatim | Sabtu, 26 September 2026 | 18:59 WIB

Ketika Data PISA Berbicara, Narasi Keberhasilan Pendidikan Dipertanyakan

Ketika Data PISA Berbicara, Narasi Keberhasilan Pendidikan Dipertanyakan

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 18:55 WIB

Sinopsis Between Steps: Cinta di Tengah Dunia Robotika, Tayang 5 Oktober

Sinopsis Between Steps: Cinta di Tengah Dunia Robotika, Tayang 5 Oktober

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 18:50 WIB

×