Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

Bangun Santoso, Adiyoga Priyambodo

Senin, 29 Juni 2026 | 19:24 WIB
Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?
Ilustrasi HUT Jakarta. (Dok. Suara.com)
baca 10 detik
  • Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno menargetkan Jakarta bertransformasi menjadi kota global di HUT ke-499 tahun ini.
  • Pencapaian status kota global diukur melalui integrasi transportasi publik, pengelolaan lingkungan, serta peningkatan indeks kebahagiaan warga Jakarta.
  • Jakarta menghadapi tantangan berupa kemandirian fiskal pasca-IKN, koordinasi wilayah Jabodetabek, serta penanganan polusi udara dan banjir kronis.

Suara.com - Tahun ini Jakarta merayakan ulang tahun ke-499, setahun sebelum genap 5 abad. Di balik konser megah di Bundaran HI dan tarif angkutan umum Rp1, ada transisi besar yang sedang berlangsung, Jakarta diarahkan menjadi Kota Global oleh Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno.

Tapi apa konkretnya 'Kota Global' itu? Dan sejauh mana Jakarta sudah sampai ke sana?

Apa Itu Kota Global?

Dalam literatur urban planning, kota global bukan gelar yang diberikan pemerintah. Ia diukur dari tiga indikator utama:

  • Integrasi transportasi publik, mobilitas warga tanpa hambatan biaya dan rute
  • Pengelolaan lingkungan (sampah & banjir). Kota layak huni mensyaratkan lingkungan sehat
  • Indeks kebahagiaan warga. Kota global adalah kota yang warganya betah tinggal

Transportasi: Tarif Rp1 Itu Simbolis

Jakarta punya MRT, LRT, Transjakarta, dan KRL Commuter Line. Tapi integrasi antar-moda masih tersendat. Penumpang masih berpindah aplikasi, beda kartu, dan berjalan ratusan meter di antara stasiun yang seharusnya terhubung langsung.

Kondisi saat ini:

  • Transjakarta: 260+ halte (jangkauan luas, tapi tidak seragam kualitasnya)
  • Integrasi MRT–LRT–KRL: baru sebagian
  • Pangsa pengguna transportasi publik: masih di bawah 30 persen

Tarif Rp1 di HUT ke-499 mungkin pesan politik yang kuat. Tapi keterjangkauan hanya satu sisi koin. Frekuensi, keandalan, dan jangkauan jaringan harus ikut diperbaiki agar warga benar-benar beralih dari kendaraan pribadi.

Lingkungan: Dua Hantu Lama

baca juga
  • Sampah: Ribuan Ton Per Hari

Jakarta menghasilkan ribuan ton sampah per hari. Sebagian besar berakhir di TPST Bantargebang, Bekasi, yang kapasitasnya hampir habis.

Program daur ulang dan bank sampah ada, tapi belum menjangkau skala yang dibutuhkan. Kota global seperti Seoul dan Tokyo sudah lama beralih ke sistem pemilahan ketat dan waste-to-energy.

  • Banjir: 40 Persen Wilayah di Bawah Permukaan Laut

Sekitar 40 persen wilayah Jakarta berada di bawah permukaan laut, dengan penurunan tanah (land subsidence) hingga 25 cm per tahun di beberapa titik.

Normalisasi sungai, Sodetan Ciliwung, dan proyek NCICD sudah berjalan, tapi konsistensi anggaran dan koordinasi lintas wilayah tetap menjadi hambatan utama.

Kebahagiaan Warga: Paradoks Jakarta

Survei BPS secara konsisten menunjukkan skor kebahagiaan warga Jakarta yang moderat, meski kota ini dikenal penuh tekanan: biaya hidup tinggi, kemacetan, dan polusi udara terparah di ASEAN pada beberapa periode.

Angka kunci:

  • Indeks kebahagiaan warga DKI: Jakarta masuk peringkat 18 dunia sebagai Kota Paling Bahagia
  • Polusi udara: pada beberapa periode, Jakarta masuk daftar kota dengan AQI paling buruk di dunia
  • Populasi kota: sekitar 11 juta jiwa (30 juta+ di kawasan Jabodetabek)

Faktor budaya, komunitas, dan resiliensi warga menopang angka kebahagiaan tetap bertahan. Tapi tidak ada kota global bereputasi baik yang membiarkan udara warganya konsisten di level berbahaya.

Tantangan dan Hambatan Nyata

  • Fiskal pasca-IKN

Selama menjadi ibu kota, Jakarta menerima transfer dana khusus dari pemerintah pusat. Setelah statusnya berganti, Jakarta harus lebih mandiri secara fiskal. PAD-nya besar, tapi tidak otomatis menutup kebutuhan investasi skala kota global.

Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin pun sudah menyiapkan rencana penguatan PAD lewat sejumlah peraturan daerah baru yang membuka peluang pembiayaan alternatif bagi kota.

"Ada beberapa Perda yang diperlukan untuk mendorong creative financing," kata politisi yang belum lama memegang amanah sebagai pemimpin baru legislator Kebon Sirih itu.

  • Koordinasi Jabodetabek yang belum tuntas

Kota global tidak beroperasi sendirian. Jakarta adalah inti kawasan metropolitan 30 juta jiwa yang lintas provinsi dan kabupaten.

Tanpa badan koordinasi metropolitan yang efektif, kebijakan transportasi, sampah, dan tata ruang akan terus tambal sulam.

Jakarta menuju 5 abad dan Kota Global. (Dok. Suara.com)
Jakarta menuju 5 abad dan Kota Global. (Dok. Suara.com)

Pramono Anung sendiri berulang kali mengingatkan hal itu. Ego sektoral perlu ditekan guna melancarkan kepentingan bersama.

"Problem bangsa ini kan egonya kegedean," sorot orang nomor satu di Jakarta itu.

  • Polusi udara

Sumber utama: emisi kendaraan, pembangkit listrik batu bara di sekitar Jakarta, dan debu industri. Tidak ada kota global bereputasi baik yang warganya hidup di bawah udara berbahaya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun bukan tanpa upaya. Bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Pemprov menyiapkan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) kualitas udara demi melindungi kesehatan masyarakat dari ancaman pencemaran udara.

"Dengan mengetahui potensi kondisi kualitas udara beberapa hari ke depan, pemerintah dapat memperkuat langkah mitigasi yang diperlukan, sementara masyarakat memiliki waktu untuk menyesuaikan aktivitas dan melakukan langkah perlindungan diri sejak dini," jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Dudi Gardesi.

  • Peluang yang nyata

Jakarta adalah hub ekonomi digital Asia Tenggara. Unicorn dan decacorn terbesar di kawasan lahir di sini. MRT yang mulai berjalan, revitalisasi Kota Tua, dan ekosistem fintech adalah aset yang tidak dimiliki banyak kota aspirant lainnya.

Namun, potensi besar ini tidak mungkin terealisasi kalau tidak dibarengi peningkatan kualitas SDM.

"Kita tidak mungkin mendorong kota ini menjadi modern ketika masyarakatnya tidak siap. Jadi, pembangunan sumber daya manusia harus segera didorong, agar pembangunan kota ini menjadi terintegrasi dan semua saling mendukung," tegas Suhud Alynudin.

Ujian Sesungguhnya Baru Dimulai

Perayaan HUT ke-499 adalah momen paling simbolis dalam sejarah modern Jakarta. Kota ini merayakan bukan dengan nostalgia, tapi dengan pertanyaan yang menggantung: bisakah ia menjadi kota yang benar-benar layak huni, bukan sekadar layak dibanggakan?

Para pengamat maupun pakar pun turut mengingatkan juga bahwa, sekali lagi, penguatan infrastruktur fisik saja tidak cukup untuk membuat kota nyaman ditinggali.

"Semua infrastruktur, semua kebijakan di bidang kesehatan, bidang pendidikan, bidang perumahan, semua bidang itu harus memposisikan manusia sebagai objeknya. Manusia harus diperlakukan sesuai dengan standarnya, karena bagaimanapun cara yang paling terbaik untuk membangun kota adalah pembangunan manusia," jelas pakar tata kota, Yayat Supriatna dalam keterangannya kepada Suara.com.

Indikator kota global adalah standar yang realistis dan terukur. Jakarta punya fondasinya. Yang dibutuhkan adalah konsistensi kebijakan hingga keberanian fiskal.

"Kebijakan tata ruang, redistribusi ekonomi yang adil, dan pengakuan nyata atas hak hidup warga kelas bawah di atas tanah Jakarta setiap harinya," tutur sosiolog Andreas Budi Widyanta kepada Suara.com dalam pendapatnya.

Tahun depan Jakarta genap 500 tahun. Apakah 2027 akan dicatat sebagai titik balik atau daftar kesempatan yang terlewat, itu ada di tangan generasi yang merayakan hari ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:04 WIB

Balita Tewas Terperosok Lubang Proyek di Manggarai, Pramono: Jika Ingin Menuntut, Kami Persilakan

Balita Tewas Terperosok Lubang Proyek di Manggarai, Pramono: Jika Ingin Menuntut, Kami Persilakan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:57 WIB

Roy Suryo Jalani Sidang Perdana Praperadilan Terkait Kasus Ijazah Jokowi

Roy Suryo Jalani Sidang Perdana Praperadilan Terkait Kasus Ijazah Jokowi

Foto | Senin, 29 Juni 2026 | 17:48 WIB

Demi Jakarta Bebas Polusi, 100 Mikrotrans Listrik Siap Mengaspal 2027

Demi Jakarta Bebas Polusi, 100 Mikrotrans Listrik Siap Mengaspal 2027

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:39 WIB

Target 2027: Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru Demi Evakuasi Warga dari Zona Bencana

Target 2027: Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru Demi Evakuasi Warga dari Zona Bencana

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:36 WIB

Persija Selangkah Lagi Dapatkan Gelandang Timnas Bosnia, Nilai Transfer Tembus Rp5,1 Miliar

Persija Selangkah Lagi Dapatkan Gelandang Timnas Bosnia, Nilai Transfer Tembus Rp5,1 Miliar

Bola | Senin, 29 Juni 2026 | 15:17 WIB

Sudah Sepakat dengan Persija, Persib Dilaporkan Tikung Mariano Peralta

Sudah Sepakat dengan Persija, Persib Dilaporkan Tikung Mariano Peralta

Bola | Senin, 29 Juni 2026 | 11:29 WIB

Terkini

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:10 WIB

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:04 WIB

Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura

Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:00 WIB

Rantai Hingga Alat Bor Jadi Bukti, Ini Sederet Alat Siksa Penyekapan di Percetakan Senen

Rantai Hingga Alat Bor Jadi Bukti, Ini Sederet Alat Siksa Penyekapan di Percetakan Senen

News | Senin, 29 Juni 2026 | 18:47 WIB

Kasus Lagu 'Di Antara Kata' Memanas, Syahravi Balik Laporkan Fariz RM ke Polisi

Kasus Lagu 'Di Antara Kata' Memanas, Syahravi Balik Laporkan Fariz RM ke Polisi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 18:26 WIB

Syahravi Bantah Langgar Hak Cipta Lagu Fariz RM, Tunjukkan Video Dipuji Sang Musisi

Syahravi Bantah Langgar Hak Cipta Lagu Fariz RM, Tunjukkan Video Dipuji Sang Musisi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:58 WIB

Balita Tewas Terperosok Lubang Proyek di Manggarai, Pramono: Jika Ingin Menuntut, Kami Persilakan

Balita Tewas Terperosok Lubang Proyek di Manggarai, Pramono: Jika Ingin Menuntut, Kami Persilakan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:57 WIB

Cegah Stunting Dimulai dari Deteksi Dini Anemia, Puskesmas Didorong Perkuat Skrining Ibu dan Anak

Cegah Stunting Dimulai dari Deteksi Dini Anemia, Puskesmas Didorong Perkuat Skrining Ibu dan Anak

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:53 WIB

Balita Tewas Terjatuh ke Lubang Galian di Manggarai, DPRD Desak Standar Pengamanan Diperketat

Balita Tewas Terjatuh ke Lubang Galian di Manggarai, DPRD Desak Standar Pengamanan Diperketat

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:48 WIB

KPK Perpanjang Masa Penahanan Pejabat BPK Titin Rita Lestari

KPK Perpanjang Masa Penahanan Pejabat BPK Titin Rita Lestari

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:44 WIB

×