-
Penembakan massal di shelter ibu dan anak di Stade Jerman menewaskan enam pekerja sosial.
-
Insiden berdarah tersebut dipicu oleh konflik sengketa hak asuh anak oleh seorang pria.
-
Polisi berhasil menahan pelaku utama beserta dua wanita lainnya setelah melakukan pengepungan mobil.
Berdasarkan data penyelidikan, terduga eksekutor utama diketahui lahir di Jerman, memiliki garis keturunan Turki, dan berdomisili di wilayah Hannover.
Kasus penembakan massal tergolong fenomena yang sangat langka terjadi di Jerman jika dibandingkan dengan catatan kriminalitas di Amerika Serikat.
Meski demikian, Jerman sempat diguncang aksi serupa pada 2023 ketika seorang pria bersenjata membunuh enam jemaat di aula Saksi Yehuwa Hamburg.
Jauh sebelum itu pada tahun 2016, seorang remaja berdarah Jerman-Iran yang terobsesi pada pembunuhan massal juga menewaskan sembilan orang di Munich.