Iran: Prancis Jangan Perumit Situasi dan Provokasi!

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:50 WIB
Iran: Prancis Jangan Perumit Situasi dan Provokasi!
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyapa mahasiswa setibanya di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta, Rabu (28/5/2025). [ANTARA FOTO/Fauzan/rwa]
baca 10 detik
  • Iran menolak keras proposal Prancis untuk membersihkan ranjau di kawasan strategis Selat Hormuz.

  • Operasi pembersihan jalur pelayaran minyak tersebut diklaim sepenuhnya menjadi hak kedaulatan wilayah Iran.

  • Konflik di Selat Hormuz terus membayangi kestabilan pasokan energi dan ekonomi dunia saat ini.

Suara.com - Iran secara resmi memblokir rencana intervensi Prancis untuk membersihkan ranjau di kawasan Selat Hormuz.

Langkah tegas ini diambil demi menjaga kedaulatan penuh pertahanan maritim di jalur pelayaran strategis dunia.

Penolakan ini menjadi sinyal kuat bahwa Iran tidak akan membiarkan kekuatan luar mengontrol logistik energi global.

Kapal macet di Selat Hormuz (TOI)
Kapal macet di Selat Hormuz (TOI)

Posisi geopolitik Selat Hormuz yang sangat vital kini berada di bawah pengawasan ketat militer Teheran.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menegaskan otoritas tunggal negaranya dalam mengamankan jalur perairan tersebut.

Berdasarkan kesepakatan internasional, operasi pembersihan ranjau di koridor laut strategis dipastikan berjalan tanpa keterlibatan asing.

Ia mengatakan bahwa pengaturan paralel atau keterlibatan asing dalam operasi pembersihan ranjau tidak akan diizinkan, menekankan bahwa kondisi saat ini di selat tersebut masih “sensitif dan kompleks.”

Pernyataan ini merespons manuver diplomatik Paris yang mencoba masuk ke wilayah sensitif Timur Tengah.

“Kami menyarankan Prancis untuk tidak memperumit situasi dengan provokasinya,” kata Gharibabadi di platform media sosial X.

baca juga

Ketegangan mencuat setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan rencana kerja sama maritim bersama Kesultanan Oman.

Paris berargumen bahwa pembersihan ranjau laut sangat mendesak untuk menjamin kebebasan navigasi internasional.

Namun Teheran menilai tindakan sepihak tersebut melanggar hukum laut yang berlaku di kawasan itu.

Sengketa ini memperpanjang daftar perselisihan diplomatik antara Iran dengan negara-negara blok Barat.

Iran memegang kendali penuh operasional Selat Hormuz mengacu pada Pasal 5 MoU Islamabad.

Kesepakatan daring yang diteken Teheran dan Washington pada Juni lalu mengatur pemulihan transit maritim berkala.

Aturan transisi tersebut menempatkan koordinasi keamanan laut sepenuhnya di tangan otoritas pertahanan Iran.

Segala bentuk intervensi militer luar dianggap sebagai ancaman langsung terhadap stabilitas regional.

Langkah sepihak Prancis dinilai mencederai kesepakatan navigasi sementara yang sudah dibangun sebelumnya.

Selat Hormuz merupakan urat nadi utama distribusi minyak mentah dan gas alam cair di seluruh dunia.

Kawasan perairan ini terus bergejolak sejak pecahnya konflik militer terbuka pada 28 Februari 2026 lalu.

Perseteruan sengit yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran membuat pengamanan selat semakin krusial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kilang Terbesar Arab Kembali Dibuka, Harga Minyak Dunia Mulai Stabil

Kilang Terbesar Arab Kembali Dibuka, Harga Minyak Dunia Mulai Stabil

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 21:34 WIB

1.000 Orang Meninggal karena Panas Ekstrem di Prancis. Kebanyakan Orang Tua di Rumah

1.000 Orang Meninggal karena Panas Ekstrem di Prancis. Kebanyakan Orang Tua di Rumah

News | Senin, 29 Juni 2026 | 14:20 WIB

Konflik AS - Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Dunia Naik ke Level 72 Dolar AS

Konflik AS - Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Dunia Naik ke Level 72 Dolar AS

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:11 WIB

Terkini

Gudang di Cakung Terbakar Hebat, Damkar Berjibaku Hampir 5 Jam Jinakkan Api

Gudang di Cakung Terbakar Hebat, Damkar Berjibaku Hampir 5 Jam Jinakkan Api

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:09 WIB

Lawan Praperadilan Ketum Kesthuri, KPK: Status Tersangka Korupsi Haji Sah, Bukti Lebih dari Dua!

Lawan Praperadilan Ketum Kesthuri, KPK: Status Tersangka Korupsi Haji Sah, Bukti Lebih dari Dua!

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:52 WIB

Hari Ini! Nadiem Makarim Hadapi Sidang Vonis Korupsi Chromebook, Bakal Dibui 18 Tahun?

Hari Ini! Nadiem Makarim Hadapi Sidang Vonis Korupsi Chromebook, Bakal Dibui 18 Tahun?

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:34 WIB

Penembakan Brutal di Rumah Aman Stade Jerman, 6 Orang Tewas

Penembakan Brutal di Rumah Aman Stade Jerman, 6 Orang Tewas

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:21 WIB

Teror Penembakan di Piala Dunia 2026: 1 Orang Tewas, Korban Lainnya Kritis

Teror Penembakan di Piala Dunia 2026: 1 Orang Tewas, Korban Lainnya Kritis

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:10 WIB

Mukjizat! 30 Jam di Bawah Reruntuhan: Bayi 18 Hari Selamat dari Gempa Venezuela

Mukjizat! 30 Jam di Bawah Reruntuhan: Bayi 18 Hari Selamat dari Gempa Venezuela

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:00 WIB

Tragedi Berdarah di Jerman: 6 Tewas dalam Penembakan, Polisi Ungkap Motif Dendam

Tragedi Berdarah di Jerman: 6 Tewas dalam Penembakan, Polisi Ungkap Motif Dendam

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 06:10 WIB

China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun

China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 06:05 WIB

Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat

Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 05:30 WIB

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

News | Senin, 29 Juni 2026 | 23:37 WIB

×