-
Gelombang panas ekstrem di Italia menewaskan empat warga termasuk pekerja lapangan dan lansia.
-
Pemerintah menetapkan status siaga merah di 25 kota akibat sengatan suhu tinggi bergantian.
-
Badai petir dan hujan deras mulai menghantam wilayah Tuscany hingga merobohkan puluhan pohon.
Suara.com - Gelombang panas ekstrem yang melanda Italia kini telah merenggut 4 korban jiwa di tengah status siaga satu yang mengepung puluhan kota. Korban meninggal dunia mencakup pekerja lapangan hingga lansia yang sedang dalam perawatan medis.
Pemerintah setempat memperluas status darurat ini ke-25 kota besar guna mengantisipasi lonjakan korban akibat sengatan suhu tinggi. Kondisi kritis ini memaksa otoritas memperketat pengawasan keselamatan bagi pekerja luar ruangan.
Dikutip dari Anadolu, 2 wilayah berbeda di Italia kini menghadapi anomali cuaca yang sangat kontras dan membahayakan warga. Saat sebagian besar wilayah terpanggang suhu ekstrem, beberapa kota lain justru mulai dihantam badai besar.
![Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa kini berubah menjadi krisis mematikan. [@MarioNawfal]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/01/42952-gelombang-panas-eropa.jpg)
Korban tewas akibat cuaca ekstrem ini teridentifikasi di beberapa kota terpisah sejak awal pekan. Seorang pria berusia 86 tahun dan wanita berumur 74 tahun mengembuskan napas terakhir saat dirawat di Genoa.
Sengatan panas juga menewaskan seorang pelukis dinding berusia 64 tahun di sebuah hotel di Padua. Di Mantua, seorang buruh tani asal Maroko berusia 55 tahun menjadi korban fatal berikutnya saat bekerja di ladang.
Kementerian Kesehatan Italia menetapkan status siaga merah di 25 kota untuk Selasa dan Rabu hari ini. Peringatan tertinggi ini menunjukkan risiko kesehatan serius bagi seluruh populasi, bukan hanya kelompok rentan.
Namun, fenomena cuaca mulai bergeser di beberapa wilayah utara dan tengah Italia. Hujan deras dan badai petir mendadak datang menggantikan cuaca panas yang menyengat.
Wilayah Tuscany menjadi daerah yang terdampak paling parah oleh perubahan cuaca ekstrem ini. Angin kencang merobohkan puluhan pohon hingga melumpuhkan jalur transportasi utama di sana.
Otoritas meteorologi memperkirakan badai petir akan terus meluas dalam beberapa hari ke depan. Area pegunungan Alpen serta wilayah pedalaman tengah dan selatan menjadi fokus kewaspadaan baru.
Krisis iklim ini memperpanjang catatan kelam cuaca ekstrem di benua Eropa selama musim panas tahun ini. Gelombang panas yang bercampur dengan badai destruktif mencerminkan ketidakstabilan atmosfer yang kian mengkhawatirkan.