-
Pesawat ringan menabrak menara tertinggi Beijing, memicu sensor ketat dan pembungkaman informasi oleh pemerintah China.
-
Insiden terjadi dekat markas pemimpin tertinggi, menandakan kegagalan masif pada sistem keamanan udara Beijing.
-
Larangan terbang bagi pesawat ringan diberlakukan, sementara pengamat memprediksi akan ada pencopotan jabatan perwira terkait.
Suara.com - Misteri besar menyelimuti ibu kota China setelah sebuah pesawat ringan menabrak gedung pencakar langit tertinggi di Beijing, Menara CITIC.
Otoritas setempat memilih menutup rapat informasi dan menyensor ketat segala pembahasan terkait insiden mematikan tersebut.
Hingga kini, publik hanya disuguhi laporan singkat sepanjang 60 kata dari media pemerintah, Beijing Daily.
![Kota Beijing disapu angin kencang berdebu [Foto: Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/05/07/72444-kota-beijing-disapu-angin-kencang-berdebu.jpg)
Pernyataan minim itu menjadi satu-satunya informasi resmi atas kecelakaan yang menewaskan sang pilot.
Dampak benturan keras pada hari Jumat tersebut menyisakan lubang besar di dinding menara berlantai 109 itu.
Kini, kerusakan fisik pada gedung ikonik tersebut telah ditutup rapat oleh petugas.
Di jagat maya, rekaman video amatir yang merekam detik-detik kecelakaan langsung lenyap seketika.
Mesin sensor pemerintah bahkan menghapus foto dan meme kasual menara yang tidak berkaitan dengan insiden.
Langkah super cepat ini diduga karena elite politik di Beijing masih meraba penyebab pasti kejadian.
"Ini adalah insiden yang sangat tidak biasa," kata Manya Koetse, pengelola buletin Eye on Digital China, dikutip dari BBC, Rabu (1/7/2026).
Koetse menilai kejadian ini mengancam narasi penting partai dan mempertanyakan kompetensi pemerintah.
Sektor penerbangan langsung menerima imbas lewat perintah penghentian operasional seluruh pesawat ringan.
Tiga perusahaan penerbangan mengonfirmasi instruksi tersebut namun menolak memberikan rincian lebih lanjut.
"Kami diberitahu untuk tidak membicarakannya. Silakan tanya yang lain," ujar seorang wanita di lembaga pelatihan penerbangan di Beijing.
Sikap serupa ditunjukkan perusahaan lain di Chengdu yang langsung memutus kontak telepon saat dikonfirmasi.