Pesawat Tabrak Menara di Beijing, Pemerintah China Sibuk Sensor Peristiwa Itu

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:02 WIB
Pesawat Tabrak Menara di Beijing, Pemerintah China Sibuk Sensor Peristiwa Itu
Pemerintah China bungkam dan sensor ketat informasi setelah pesawat ringan menabrak menara CITIC Beijing. (BBC)
baca 10 detik
  • Pesawat ringan menabrak menara tertinggi Beijing, memicu sensor ketat dan pembungkaman informasi oleh pemerintah China.

  • Insiden terjadi dekat markas pemimpin tertinggi, menandakan kegagalan masif pada sistem keamanan udara Beijing.

  • Larangan terbang bagi pesawat ringan diberlakukan, sementara pengamat memprediksi akan ada pencopotan jabatan perwira terkait.

Suara.com - Misteri besar menyelimuti ibu kota China setelah sebuah pesawat ringan menabrak gedung pencakar langit tertinggi di Beijing, Menara CITIC.

Otoritas setempat memilih menutup rapat informasi dan menyensor ketat segala pembahasan terkait insiden mematikan tersebut.

Hingga kini, publik hanya disuguhi laporan singkat sepanjang 60 kata dari media pemerintah, Beijing Daily.

Kota Beijing disapu angin kencang berdebu [Foto: Antara]
Kota Beijing disapu angin kencang berdebu [Foto: Antara]

Pernyataan minim itu menjadi satu-satunya informasi resmi atas kecelakaan yang menewaskan sang pilot.

Dampak benturan keras pada hari Jumat tersebut menyisakan lubang besar di dinding menara berlantai 109 itu.

Kini, kerusakan fisik pada gedung ikonik tersebut telah ditutup rapat oleh petugas.

Di jagat maya, rekaman video amatir yang merekam detik-detik kecelakaan langsung lenyap seketika.

Mesin sensor pemerintah bahkan menghapus foto dan meme kasual menara yang tidak berkaitan dengan insiden.

Langkah super cepat ini diduga karena elite politik di Beijing masih meraba penyebab pasti kejadian.

baca juga

"Ini adalah insiden yang sangat tidak biasa," kata Manya Koetse, pengelola buletin Eye on Digital China, dikutip dari BBC, Rabu (1/7/2026).

Koetse menilai kejadian ini mengancam narasi penting partai dan mempertanyakan kompetensi pemerintah.

Sektor penerbangan langsung menerima imbas lewat perintah penghentian operasional seluruh pesawat ringan.

Tiga perusahaan penerbangan mengonfirmasi instruksi tersebut namun menolak memberikan rincian lebih lanjut.

"Kami diberitahu untuk tidak membicarakannya. Silakan tanya yang lain," ujar seorang wanita di lembaga pelatihan penerbangan di Beijing.

Sikap serupa ditunjukkan perusahaan lain di Chengdu yang langsung memutus kontak telepon saat dikonfirmasi.

Pengetatan ini memicu spekulasi besar tentang bagaimana pesawat bisa menembus ruang udara paling dijaga di dunia.

Sebab, Beijing menerapkan zona larangan terbang permanen seluas 100 kilometer persegi di pusat politiknya.

Kawasan steril itu melindungi Lapangan Tiananmen dan Zhongnanhai, tempat tinggal serta kantor para pemimpin tertinggi.

Analis China, Bill Bishop, melalui media sosial X menyebut insiden ini sebagai pelanggaran keamanan yang masif.

"Tidak butuh banyak detik terbang lagi dan [kecelakaan itu] bisa saja terjadi di Zhongnanhai... [Itu akan menjadi] gempa bumi dalam sistem keamanan Beijing," tulis Bill Bishop.

Pemerintah sendiri baru saja memperketat regulasi pesawat tanpa awak atau drone di wilayah ibu kota.

Namun, fakta bahwa pesawat bersayap mampu lolos menjadi tamparan keras bagi sistem pertahanan udara mereka.

Wakil Presiden Riset di Chicago Council of Global Affairs, Raymond Kuo, menyoroti implikasi politik dari kelalaian ini.

"Fakta bahwa sebuah pesawat kecil, yang jauh lebih besar daripada kebanyakan drone, mampu terbang melintasi sebagian besar kota dan berada sangat dekat dengan Zhongnanhai adalah hal yang memalukan secara politik dan merupakan kegagalan keamanan yang besar," kata Raymond Kuo.

Kuo menambahkan, peristiwa ini bisa berupa kesalahan pilot, kerusakan mekanis, atau potensi unsur kesengajaan.

Berdasarkan data Flightradar24, armada yang jatuh merupakan pesawat 2 kursi tunggal Aurora SA60L buatan Sunward Aircraft China.

Pengamat eksternal menyamakan peristiwa ini dengan momen penerbangan amatir Mathias Rust asal Jerman pada tahun 1987.

Kala itu, Rust berhasil mendaratkan pesawat ringan di Lapangan Merah Moskow saat masa akhir Perang Dingin.

Cendekiawan non-residen di Carnegie China, Chong Ja Ian, melihat adanya kemiripan konsekuensi dari kedua peristiwa bersejarah tersebut.

"Penerbangan dan pendaratannya menyoroti celah serius dalam sistem pertahanan udara Soviet. Insiden itu menyebabkan pencopotan beberapa perwira tinggi yang bertanggung jawab atas pertahanan udara dan keamanan," ujar Chong Ja Ian.

Chong memprediksi langkah pembersihan pejabat serupa sangat mungkin terjadi di lingkungan keamanan Beijing saat ini.

"Sebuah pesawat kecil yang menabrak Menara CITIC berarti drone atau rudal mungkin juga bisa melakukannya. Ini agak memalukan bagi layanan keamanan yang bertanggung jawab atas Beijing," tambahnya.

Latar belakang pengetatan informasi di China memang bukan hal baru untuk isu yang dinilai sensitif secara politik.

Namun, pemblokiran total terhadap simbol kota memperlihatkan kecemasan tinggi pemerintah terhadap stabilitas internal pasca-insiden.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun

China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 06:05 WIB

Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat

Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 05:30 WIB

Ini Alasan Purbaya Ngotot Cari Utang lewat Panda Bond China

Ini Alasan Purbaya Ngotot Cari Utang lewat Panda Bond China

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 13:44 WIB

Terkini

Pakar UGM: Sanksi Pidana Ketenagakerjaan Harus Jadi Jalan Terakhir

Pakar UGM: Sanksi Pidana Ketenagakerjaan Harus Jadi Jalan Terakhir

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:45 WIB

5 Running Shoes Terbaik untuk 10K, Mana yang Cocok Buat Kamu?

5 Running Shoes Terbaik untuk 10K, Mana yang Cocok Buat Kamu?

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Arti Telinga Berdenging Sebelah Kiri Berdasarkan Jam Menurut Primbon, Ini Tafsirnya

Arti Telinga Berdenging Sebelah Kiri Berdasarkan Jam Menurut Primbon, Ini Tafsirnya

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Diusulkan Presiden, Komjen Suyudi Ario Seto Mulus Lolos Fit and Proper Test Kapolri

Diusulkan Presiden, Komjen Suyudi Ario Seto Mulus Lolos Fit and Proper Test Kapolri

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:44 WIB

Sempat Ada Transaksi Misterius, DANA Protection Kembalikan Limit Kartu Kredit Warganet

Sempat Ada Transaksi Misterius, DANA Protection Kembalikan Limit Kartu Kredit Warganet

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:44 WIB

Jelang Uji Calon Kapolri, Listyo Masih Dampingi Prabowo dan Ngobrol dengan Gibran di Lubang Buaya

Jelang Uji Calon Kapolri, Listyo Masih Dampingi Prabowo dan Ngobrol dengan Gibran di Lubang Buaya

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:41 WIB

Bedak Tabur Emina Bisa Samarkan Pori-Pori? Intip Klaim dan Review Pembeli

Bedak Tabur Emina Bisa Samarkan Pori-Pori? Intip Klaim dan Review Pembeli

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:39 WIB

John Herdman Kasih Sinyal Rombak Pemain Hadapi Bangladesh, Singgung Jumlah Gol di Liga

John Herdman Kasih Sinyal Rombak Pemain Hadapi Bangladesh, Singgung Jumlah Gol di Liga

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:39 WIB

Uang Belanja Jebol, Harga Cabai Rawit Merah Masih di Atas Rp100 Ribu

Uang Belanja Jebol, Harga Cabai Rawit Merah Masih di Atas Rp100 Ribu

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:38 WIB

Bahas 100 Hari Pertama di DPR, Calon Kapolri Suyudi: Ini Fase Membuktikan Arah, Bukan Pamer Program

Bahas 100 Hari Pertama di DPR, Calon Kapolri Suyudi: Ini Fase Membuktikan Arah, Bukan Pamer Program

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:38 WIB

×