Buntut Tragedi 5 Peserta Meninggal, Kemenhan Hapus Materi Militer dan Senjata di Program SPPI

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 01 Juli 2026 | 16:19 WIB
Buntut Tragedi 5 Peserta Meninggal, Kemenhan Hapus Materi Militer dan Senjata di Program SPPI
Ilustrasi diklat Manajer Kopdes Merah Putih. (Instagram/pusdikkavpussenkav)
baca 10 detik
  • Komisi I DPR RI dan Kemenhan membahas kematian lima calon manajer koperasi peserta program pendidikan di Jakarta, Rabu (1/7/2026).
  • Penyebab utama kematian peserta diduga akibat kelelahan, perubahan pola hidup, faktor cuaca, serta kondisi kesehatan bawaan yang memburuk.
  • Kemenhan merespons insiden dengan merevisi kurikulum pelatihan menjadi fokus Bela Negara dan membentuk tim investigasi bersama Kementerian Kesehatan.

Suara.com - Komisi I DPR RI menggelar rapat kerja bersama Kementerian Pertahanan (Kemenhan) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (1/7/2026).

Rapat tersebut salah satunya secara khusus menyoroti insiden meninggalnya lima orang Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) dalam program pendidikan yang diselenggarakan oleh Satuan Pendidikan (Satdik) di bawah naungan Kemenhan.

Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto, menyampaikan duka cita yang mendalam atas tragedi ini.

Ia menegaskan bahwa pihak DPR meminta pemerintah memberikan santunan yang maksimal bagi keluarga korban.

"Kami menyarankan supaya diberi santunan yang bukan hanya pantas, tetapi juga sangat baik. Pihak Kemenhan juga menyatakan akan melakukan perbaikan di lapangan atas kejadian ini," ujar Utut dalam konferensi pers usai rapat.

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan), Marsekal (Purn) Donny Ermawan, memaparkan hasil evaluasi sementara mengenai penyebab wafatnya lima peserta program yang dikenal sebagai SPPI tersebut.

Menurutnya, faktor kelelahan dan perubahan pola hidup dari sipil ke kehidupan barak yang disiplin menjadi pemicu utama.

"Penyebabnya berbeda-beda. Namun, secara umum karena kelelahan, perubahan pola hidup yang mendadak, serta faktor cuaca," kata dia.

"Selain itu, ada faktor penyakit bawaan seperti jantung dan paru-paru yang terdeteksi saat seleksi namun saat itu masih dalam batas aman," jelas Donny.

baca juga

Donny merinci, dua peserta meninggal akibat masalah paru-paru di Jakarta (Satdik Halim), sementara tiga lainnya di Baturaja, Balikpapan, dan Singkawang meninggal akibat penyakit jantung.

Merespons insiden ini, Kemenhan melakukan langkah drastis dengan merevisi kurikulum dan format program. Donny menegaskan bahwa peserta yang semula disiapkan menjadi Komponen Cadangan (Komcad) kini dialihkan menjadi peserta pendidikan Bela Negara.

"Kami sudah merevisi program ini. Mereka tidak lagi diberikan pelajaran terkait senjata atau taktik militer. Fokusnya dialihkan ke nasionalisme, patriotisme, disiplin, dan kepemimpinan lapangan untuk mengelola koperasi," katanya.

Peserta latsarmil dari pengelola KDMP dan KNMP mengikuti upacara pembukaan pelatihan diklat di lapangan Dirgantara AAU, Yogyakarta, pada Rabu (17/6/2026). ANTARA/HO-Humas TNI AU
Peserta latsarmil dari pengelola KDMP dan KNMP mengikuti upacara pembukaan pelatihan diklat di lapangan Dirgantara AAU, Yogyakarta, pada Rabu (17/6/2026). ANTARA/HO-Humas TNI AU

Selain materi, durasi pelatihan fisik juga dipangkas signifikan dari satu bulan menjadi dua minggu.

Sisa waktu satu bulan akan dialokasikan untuk pelatihan manajerial sesuai bidang masing-masing, seperti modul koperasi dari Kementerian Koperasi atau modul kampung nelayan dari KKP.

Sebagai langkah tindak lanjut, Kemenhan telah membentuk tim investigasi gabungan yang melibatkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Tim ini bertugas mencari data tambahan terkait penyebab kematian dan melakukan langkah pencegahan medis, terutama terkait kasus penularan masalah paru-paru yang terjadi di Halim.

"Kami sudah membentuk tim investigasi gabungan Kemenhan dan Kemenkes. Kami juga melakukan tindakan pencegahan bersama Kemenkes untuk melihat jika ada penularan di lokasi latihan," tambah Donny.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buntut 5 Peserta Meninggal, Kemenhan Hapus Latihan Militer di Program SPPI

Buntut 5 Peserta Meninggal, Kemenhan Hapus Latihan Militer di Program SPPI

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 16:10 WIB

Kemhan Usut Kematian 5 Calon Manajer Kopdes

Kemhan Usut Kematian 5 Calon Manajer Kopdes

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:40 WIB

Dudung Takziah ke Rumah Peserta SPPI yang Meninggal, Pastikan Pelatihan Fisik Dihapus!

Dudung Takziah ke Rumah Peserta SPPI yang Meninggal, Pastikan Pelatihan Fisik Dihapus!

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:47 WIB

Latsarmil itu Apa? Diubah Jadi Latihan Bela Negara dan Manajerial

Latsarmil itu Apa? Diubah Jadi Latihan Bela Negara dan Manajerial

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:13 WIB

Kemhan Setop Latsarmil SPPI! Latihan Fisik Dikurangi dan Menembak Dihapus Usai 5 Peserta Tewas

Kemhan Setop Latsarmil SPPI! Latihan Fisik Dikurangi dan Menembak Dihapus Usai 5 Peserta Tewas

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:39 WIB

Terkini

Usai Serahkan Diri, Bupati dan Sekda Kuansing Resmi Pakai Rompi Tahanan KPK

Usai Serahkan Diri, Bupati dan Sekda Kuansing Resmi Pakai Rompi Tahanan KPK

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 16:12 WIB

Buntut 5 Peserta Meninggal, Kemenhan Hapus Latihan Militer di Program SPPI

Buntut 5 Peserta Meninggal, Kemenhan Hapus Latihan Militer di Program SPPI

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 16:10 WIB

Minyak Dunia Sudah Murah, Kenapa Harga Pertamax Masih Rp16 Ribu?

Minyak Dunia Sudah Murah, Kenapa Harga Pertamax Masih Rp16 Ribu?

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:59 WIB

Kapolri Anugerahkan Medali Kehormatan kepada Prabowo

Kapolri Anugerahkan Medali Kehormatan kepada Prabowo

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:53 WIB

Mendagri Tito Hadiri Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara di Bogor

Mendagri Tito Hadiri Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara di Bogor

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:42 WIB

Kemhan Usut Kematian 5 Calon Manajer Kopdes

Kemhan Usut Kematian 5 Calon Manajer Kopdes

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:40 WIB

Mediasi Buntu, Keluarga Adik Keisya Levronka Ungkap Alasan Tempuh Jalur Hukum

Mediasi Buntu, Keluarga Adik Keisya Levronka Ungkap Alasan Tempuh Jalur Hukum

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:37 WIB

Rp756 Miliar Diselamatkan! Kapolri Bongkar Skandal Besar Bio Solar dan Perusahaan Sawit Nakal

Rp756 Miliar Diselamatkan! Kapolri Bongkar Skandal Besar Bio Solar dan Perusahaan Sawit Nakal

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:32 WIB

Keluarga Keisya Levronka Gugat Untar Rp1 M, Soroti Tak Ada Ambulans usai Lexi Jatuh dari Lantai 6

Keluarga Keisya Levronka Gugat Untar Rp1 M, Soroti Tak Ada Ambulans usai Lexi Jatuh dari Lantai 6

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:28 WIB

Komdigi dan Universitas Brawijaya Bangun Sistem AI Pendukung Sekolah Rakyat

Komdigi dan Universitas Brawijaya Bangun Sistem AI Pendukung Sekolah Rakyat

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:19 WIB

×