- Komnas Perempuan mengkritik proses skrining kesehatan seleksi Latsarmil SPPI yang tidak responsif terhadap kondisi kehamilan peserta perempuan.
- Lima peserta SPPI meninggal dunia akibat sakit saat pelatihan, memicu desakan investigasi independen yang sensitif terhadap gender.
- Kementerian Pertahanan mengubah konsep pelatihan SPPI dengan menghapus materi militeristik.
![Salah satu calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) asal Lamongan, Anisa Muyassaroh, meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan di Kalimantan. [beritajatim.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/01/81896-alumnus-unair-meninggal-saat-latsarmil.jpg)
Kemhan Ubah Konsep Pelatihan
Kementerian Pertahanan (Kemhan) sebelumnya memutuskan menghentikan konsep Latihan Dasar Militer (Latsarmil) bagi peserta SPPI calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).
Program tersebut kini diubah menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial.
Dalam skema baru itu, materi bercorak militer seperti latihan menembak dihapus, sementara intensitas latihan fisik dikurangi setelah pemerintah mengevaluasi rangkaian insiden yang menewaskan lima peserta di berbagai lokasi pendidikan.
Selanjutnya, pembekalan akan difokuskan pada pembentukan disiplin, kepemimpinan, kerja sama, wawasan kebangsaan, tanggung jawab, serta kemampuan manajerial sebagai bekal mengelola koperasi Merah Putih.
Pemerintah menyebut perubahan tersebut dilakukan untuk meningkatkan keselamatan peserta tanpa menghilangkan tujuan pembentukan karakter.