10 Biksu Tewas Ditabrak Mobil Pikap yang Dikendarai Anak Kecil

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 03 Juli 2026 | 13:56 WIB
10 Biksu Tewas Ditabrak Mobil Pikap yang Dikendarai Anak Kecil
ILUSTRASI biksu [ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/foc]
baca 10 detik
  • Sepuluh biksu Buddha di Thailand tewas akibat ditabrak truk yang dikemudikan anak 11 tahun.

  • Pelaku merupakan anak berkebutuhan khusus yang membawa mobil orang tuanya tanpa izin sejauh 10 kilometer.

  • Hukum Thailand membebaskan anak di bawah 12 tahun dari segala tuntutan pertanggungjawaban pidana.

Suara.com - Sebanyak 10 biksu Buddha meninggal dunia akibat ditabrak sebuah mobil pikap saat melakukan prosesi jalan kaki keagamaan di wilayah timur laut Thailand. Insiden fatal ini dipicu oleh seorang anak berusia 11 tahun yang mengendarai mobil orang tuanya secara ilegal.

Selain korban jiwa, sepuluh orang lainnya kini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Mukdahan. Pihak medis menyatakan 2 korban berada dalam kondisi kritis, sementara 8 lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa tragis ini bermula ketika rombongan peziarah yang terdiri dari 35 biksu dan lima pengikut awam sedang berjalan di tepi jalan Provinsi Mukdahan. Secara mendadak, sebuah kendaraan roda empat melaju tidak terkendali dan langsung menghantam barisan peziarah tersebut.

Sejumlah biksu berjalan kaki saat melakukan ritual Thudong di jalur Pantura, Kandanghaur, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (24/4/2025). [ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/foc]
ILUSTRASI Biksu. [ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/foc]

Pihak kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa pelaku yang mengemudikan kendaraan tersebut merupakan seorang anak dengan kebutuhan khusus. Bocah tersebut mengambil kunci mobil milik orang tuanya secara sembunyi-sembunyi sebelum berkendara sejauh sepuluh kilometer ke lokasi kejadian.

Lima biksu dilaporkan meninggal seketika di tempat kejadian perkara akibat benturan keras. Sementara itu, lima korban lainnya mengembuskan napas terakhir setelah sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Hingga saat ini, aparat penegak hukum belum bisa meminta keterangan resmi dari pelaku karena faktor usia dan kondisi psikologisnya. Kepala Polisi Kota Mukdahan, Prayut Ruanthongkam, mengonfirmasi situasi tersebut kepada AFP pada hari Jumat.

"Anak itu tidak dapat memberikan pernyataan kepada polisi," kata Prayut Ruanthongkam.

Saat ini, penanganan bocah tersebut telah dialihkan sepenuhnya kepada lembaga kesejahteraan anak untuk pemeriksaan psikologis lebih lanjut. Proses pendampingan ini dilakukan secara ketat dengan pengawasan langsung dari ibu kandung sang anak.

Berdasarkan regulasi hukum yang berlaku di Thailand, anak-anak yang berusia di bawah 12 tahun dibebaskan dari segala bentuk tuntutan tanggung jawab pidana. Oleh karena itu, polisi kini fokus mengumpulkan bukti pendukung lain untuk melengkapi berkas perkara.

baca juga

"Polisi juga mengambil kesaksian saksi dari biksu yang selamat sebagai bagian dari penyelidikan," tambah Prayut Ruanthongkam.

Biksu Buddha memegang posisi yang sangat dihormati dalam struktur sosial dan keagamaan masyarakat Thailand. Mereka mengemban tanggung jawab besar untuk menjaga dan menyebarkan seluruh ajaran suci Buddha kepada generasi penerus.

Kegiatan prosesi keagamaan di ruang publik merupakan tradisi spiritual yang rutin dilakukan oleh para biksu di berbagai daerah. Melalui ritual jalan kaki ini, masyarakat awam biasanya berkumpul di tepi jalan untuk memberikan sedekah sebagai bentuk kebajikan.

Pascatragedi ini, sebuah kuil di atas bukit di Mukdahan, Wat Roi Phra Phutthabat Phu Manorom, bergerak cepat memberikan bantuan. Perwakilan kuil menyatakan bahwa mereka telah menampung seluruh biksu yang selamat serta para pengikut yang terluka untuk proses pemulihan fisik dan trauma.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Ditembak Tentara Israel di Jalur Gaza

Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Ditembak Tentara Israel di Jalur Gaza

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:29 WIB

Duka Bukan Pesta: Sudahi Kebiasaan Membebani Keluarga yang Berduka

Duka Bukan Pesta: Sudahi Kebiasaan Membebani Keluarga yang Berduka

Your Say | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:30 WIB

Lubang Galian yang Merenggut Nyawa, Siapa Harus Bertanggung Jawab?

Lubang Galian yang Merenggut Nyawa, Siapa Harus Bertanggung Jawab?

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:23 WIB

Terkini

Di Balik Kebakaran TPA Jatiwaringin: Bom Waktu Gas Metana dan Gagalnya Sistem Pengelolaan Sampah

Di Balik Kebakaran TPA Jatiwaringin: Bom Waktu Gas Metana dan Gagalnya Sistem Pengelolaan Sampah

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:08 WIB

Bupati Langkat Diciduk KPK, PAN: Padahal Zulhas Sudah Berulang Kali Ingatkan Integritas

Bupati Langkat Diciduk KPK, PAN: Padahal Zulhas Sudah Berulang Kali Ingatkan Integritas

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 13:58 WIB

Kena OTT KPK, PAN Langsung 'Tendang' Syah Afandin dari Jabatan Ketua DPW

Kena OTT KPK, PAN Langsung 'Tendang' Syah Afandin dari Jabatan Ketua DPW

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 13:45 WIB

Brasil Berani Cabut Subsidi BBM Jenis Bensin, Tapi Hati-hati dengan Solar

Brasil Berani Cabut Subsidi BBM Jenis Bensin, Tapi Hati-hati dengan Solar

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 13:42 WIB

Ratusan Juta Duit Proyek Jadi Bukti, Bupati Langkat Tak Berkutik Saat Ditangkap!

Ratusan Juta Duit Proyek Jadi Bukti, Bupati Langkat Tak Berkutik Saat Ditangkap!

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 13:36 WIB

Raja Juli: Tidak Ada Sejengkal Kawasan Hutan yang Saya Lepaskan

Raja Juli: Tidak Ada Sejengkal Kawasan Hutan yang Saya Lepaskan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 13:35 WIB

Pilot AS Dipulangkan Dalam Peti Mati, TNI Janji Sikat Habis Kelompok OPM Penembak di Yahukimo

Pilot AS Dipulangkan Dalam Peti Mati, TNI Janji Sikat Habis Kelompok OPM Penembak di Yahukimo

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 13:20 WIB

Pensiunan Tentara Angkatan Darat Ditembak Mati di Walmart, Perkara Rebutan Parkir Sama Cewek

Pensiunan Tentara Angkatan Darat Ditembak Mati di Walmart, Perkara Rebutan Parkir Sama Cewek

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 13:12 WIB

Tak Berkutik! KPK Tangkap Bupati Langkat di Rumah Pribadi, Sejumlah Lokasi Langsung Disegel

Tak Berkutik! KPK Tangkap Bupati Langkat di Rumah Pribadi, Sejumlah Lokasi Langsung Disegel

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 13:02 WIB

Pemerintah Siapkan Paket Stimulus Ekonomi Semester II 2026, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Pemerintah Siapkan Paket Stimulus Ekonomi Semester II 2026, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 12:53 WIB

×