Dugaan Intimidasi Dokter Icha Dilakukan 3-4 Orang, Hasil Investigasi Diserahkan ke Polisi

Bella, Tiara Rosana

Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:20 WIB
Dugaan Intimidasi Dokter Icha Dilakukan 3-4 Orang, Hasil Investigasi Diserahkan ke Polisi
Suasana duku di kediaman Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha. [Instagram]
baca 10 detik
  • Kemenkes menemukan indikasi dugaan intimidasi oleh tiga hingga empat orang terhadap dr. Icha di Kabupaten Timor Tengah Utara.
  • Tim investigasi Kemenkes telah mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak termasuk tenaga medis, keluarga, serta rekan dr. Icha.
  • Hasil investigasi internal akan diserahkan kepada pihak kepolisian sebagai bahan pendukung proses penyelidikan hukum yang sedang berjalan.

Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap hasil investigasi internal terkait dugaan intimidasi terhadap dr. Eliza Priscila Utami Pakaenoni atau dr. Icha di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dari pengumpulan keterangan yang dilakukan tim investigasi, Kemenkes menemukan adanya dugaan intimidasi yang dilakukan sekitar tiga hingga empat orang.

Meski demikian, Kemenkes menegaskan seluruh temuan tersebut belum menjadi kesimpulan akhir karena kasusnya telah masuk tahap penyelidikan kepolisian. Hasil investigasi internal pun akan diserahkan kepada aparat penegak hukum sebagai bahan pendukung proses penyelidikan.

"Sebagai bentuk penghormatan terhadap proses hukum yang sedang berjalan, Kemenkes tidak dapat menyampaikan secara rinci hasil investigasi internal, karena hasil investigasi ini nanti akan kita berikan kepada kepolisian," kata Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan, Yuli Farianti, dalam konferensi pers daring, Jumat (3/7/2026).

Pelaksana Tugas (Plt.) Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan, Rudi Supriatna Nata Saputra, mengatakan tim investigasi telah meminta keterangan dari berbagai pihak, mulai dari tenaga kesehatan, dokter yang bertugas bersama dr. Icha, keluarga korban, hingga tenaga medis yang merawat pasien.

Dari hasil pengumpulan informasi tersebut, Kemenkes menemukan adanya dugaan intimidasi sebagaimana yang sebelumnya ramai diberitakan.

"Informasi yang kami dapatkan berdasarkan pengumpulan bahan dan keterangan di sana, dari beberapa pihak, baik pihak tenaga kesehatan di rumah sakit TTU maupun pihak keluarga, kami mendapatkan informasi memang sebagaimana yang sudah beredar di media, ada dugaan intimidasi dilakukan itu sekitar tiga orang, empat orang," terang Rudi.

Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Yuli Farianti (kiri). ANTARA/Mecca Yumna
Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Yuli Farianti (kiri). ANTARA/Mecca Yumna

Ia juga menyebut terdapat informasi yang beredar mengenai keterlibatan salah satu anggota DPRD. Namun, Kemenkes menegaskan hal tersebut masih berupa dugaan dan menjadi ranah penyelidikan kepolisian.

"Diduga adalah salah satu, kalau yang beredar di sana kan anggota DPRD. Beberapa keterangan pun di sana menyatakan demikian, namun dugaan ini akan ditelusuri lebih lanjut oleh pihak kepolisian, apakah memang terbukti benar keterangan-keterangan yang diberikan oleh pihak keluarga maupun pihak perawat dan tenaga medis yang di sana," tuturnya.

baca juga

Rudi menambahkan, hingga saat ini tim investigasi belum menemukan adanya tenaga kesehatan lain yang mengaku menjadi korban intimidasi dalam peristiwa tersebut.

"Itu sementara ini belum ada pihak yang merasa terintimidasi selain dr Icha," ujarnya.

Dalam proses investigasi, Kemenkes juga mendatangi langsung Kabupaten Timor Tengah Utara dan Kota Kupang untuk meminta keterangan kepada sejumlah saksi.

Selain tenaga kesehatan yang bertugas saat kejadian, tim juga menemui orang tua serta rekan-rekan dr. Icha yang sempat dihubungi setelah peristiwa dugaan intimidasi terjadi.

"Kami memperoleh keterangan ke pihak-pihak lainnya yang memang dihubungi setelah kejadian dugaan intimidasi tersebut oleh dr Icha, baik itu rekannya maupun keluarganya, ayah dan ibunya. Kami juga datang ke rumah ayah ibunya di Kupang," beber Rudi.

Meski telah mengumpulkan berbagai keterangan, Kemenkes memilih tidak membeberkan seluruh hasil investigasi kepada publik agar tidak mengganggu proses hukum.

"Kalau kami nanti ada beberapa hal-hal yang berkaitan dengan data-data kami, nanti kalau diminta kita akan sampaikan ke pihak kepolisian. Baik data yang kami peroleh di ruang IGD maupun dari pihak keluarga dan rekan-rekan dr Icha," ucap Rudi.

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah muncul dugaan dr. Icha mengalami intimidasi saat bertugas menangani pasien di IGD Rumah Sakit Leona, Kabupaten Timor Tengah Utara.

Menindaklanjuti permintaan Gubernur NTT, Kemenkes membentuk tim investigasi yang melibatkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Konsil Kesehatan Indonesia (KKI), serta Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri untuk mengumpulkan fakta di lapangan sebelum seluruh hasilnya diserahkan kepada kepolisian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenkes Soroti Lemahnya Sistem Perlindungan Nakes usai Dugaan Intimidasi dr. Icha

Kemenkes Soroti Lemahnya Sistem Perlindungan Nakes usai Dugaan Intimidasi dr. Icha

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:12 WIB

Buntut Kasus dr Icha, Kemenkes Izinkan Nakes Stop Layanan Jika Terintimidasi

Buntut Kasus dr Icha, Kemenkes Izinkan Nakes Stop Layanan Jika Terintimidasi

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:12 WIB

Nasib Pedagang Buah Kramat Jati: Niat Cari Nafkah Malah Dimaki Perwira Polisi Gegara 'Ngeyel'

Nasib Pedagang Buah Kramat Jati: Niat Cari Nafkah Malah Dimaki Perwira Polisi Gegara 'Ngeyel'

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:03 WIB

KKB Bakar Pesawat hingga Pilot Tewas, DPR Desak Pengamanan Papua Dievaluasi Total

KKB Bakar Pesawat hingga Pilot Tewas, DPR Desak Pengamanan Papua Dievaluasi Total

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:46 WIB

Polisi Gugur dan Dua Anggota Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba, DPR Minta Pelaku Ditindak Tegas

Polisi Gugur dan Dua Anggota Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba, DPR Minta Pelaku Ditindak Tegas

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:34 WIB

Bupati Purwakarta Minta Maaf  Soal Lagu 'Lalaki Langit', Bantah Rendahkan Wanita

Bupati Purwakarta Minta Maaf Soal Lagu 'Lalaki Langit', Bantah Rendahkan Wanita

Video | Jum'at, 03 Juli 2026 | 11:21 WIB

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:08 WIB

Kolaborasi Perkuat Layanan Jantung Anak di RSUD Tobelo

Kolaborasi Perkuat Layanan Jantung Anak di RSUD Tobelo

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:00 WIB

Pendapatan Ojol Turun Usai Skema 8 Persen, DPR Minta Tarif Diatur

Pendapatan Ojol Turun Usai Skema 8 Persen, DPR Minta Tarif Diatur

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:22 WIB

Peserta JKN Tembus 282,7 Juta Jiwa, BPJS Kesehatan Perkuat Fondasi SDM Unggul Indonesia

Peserta JKN Tembus 282,7 Juta Jiwa, BPJS Kesehatan Perkuat Fondasi SDM Unggul Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:01 WIB

Terkini

Kemenkes Soroti Lemahnya Sistem Perlindungan Nakes usai Dugaan Intimidasi dr. Icha

Kemenkes Soroti Lemahnya Sistem Perlindungan Nakes usai Dugaan Intimidasi dr. Icha

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:12 WIB

Tarif Transjakarta Diusul Rp 5.000, Transjabodetabek Rp 10.000

Tarif Transjakarta Diusul Rp 5.000, Transjabodetabek Rp 10.000

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:10 WIB

Bukan yang Pertama! Polisi Duga Ada Korban Penyekapan Lain di Percetakan Senen

Bukan yang Pertama! Polisi Duga Ada Korban Penyekapan Lain di Percetakan Senen

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:56 WIB

Dicap 'Lembek' Kritik Pemerintah, Said Didu: Saya Bukan Terwo!

Dicap 'Lembek' Kritik Pemerintah, Said Didu: Saya Bukan Terwo!

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:41 WIB

Usai Minta Maaf, Om Zein Diminta Komnas Perempuan Perbaiki Cara Pandang soal Perempuan

Usai Minta Maaf, Om Zein Diminta Komnas Perempuan Perbaiki Cara Pandang soal Perempuan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:40 WIB

Dulu Kontraktor Kini 'Gelandangan', Kisah Jafar Ali Setahun Bertahan di Trotoar Depan UNHCR

Dulu Kontraktor Kini 'Gelandangan', Kisah Jafar Ali Setahun Bertahan di Trotoar Depan UNHCR

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:32 WIB

Menhut Raja Juli Soal Pertemuan dengan Bupati Kuansing: Amplop Dikembalikan, Tak Ada Pelepasan Hutan

Menhut Raja Juli Soal Pertemuan dengan Bupati Kuansing: Amplop Dikembalikan, Tak Ada Pelepasan Hutan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:30 WIB

Ibu Hamil Tewas Tertembak di Papua, DPR Minta Diusut Transparan

Ibu Hamil Tewas Tertembak di Papua, DPR Minta Diusut Transparan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:24 WIB

Said Didu Blak-blakan: Sebut Safari Politik Jokowi Disokong Oligarki hingga Para Koruptor

Said Didu Blak-blakan: Sebut Safari Politik Jokowi Disokong Oligarki hingga Para Koruptor

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:19 WIB

Buntut Kasus dr Icha, Kemenkes Izinkan Nakes Stop Layanan Jika Terintimidasi

Buntut Kasus dr Icha, Kemenkes Izinkan Nakes Stop Layanan Jika Terintimidasi

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:12 WIB

×