Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM

Muhamad Yasir, Lilis Varwati

Senin, 06 Juli 2026 | 19:42 WIB
Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM
Ketua Komnas HAM Anis Hidayah. (ANTARA)
baca 10 detik
  • Komnas HAM menyoroti ancaman privasi, keamanan data, dan perdagangan orang akibat perkembangan teknologi digital di Indonesia.
  • Anis Hidayah menegaskan pentingnya tata kelola ruang digital nasional yang berbasis prinsip hak asasi manusia secara menyeluruh.
  • Pekerja informal serta berbasis aplikasi memerlukan penguatan perlindungan sosial dan hukum guna menjamin hak di era digital.

Suara.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menilai perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan AI membawa tantangan baru dalam perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indonesia.

Persoalannya tidak lagi hanya berkaitan dengan kebebasan berekspresi di ruang digital, tetapi juga menyentuh isu privasi, keamanan data pribadi hingga perdagangan orang secara daring.

Ketua Komnas HAM Anis Hidayah mengatakan transformasi digital memang membuka peluang ekonomi baru. Namun di saat yang sama, perubahan tersebut juga melahirkan berbagai persoalan HAM yang perlu diantisipasi melalui tata kelola yang lebih kuat.

"Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan menghadirkan tantangan HAM baru, seperti ancaman terhadap privasi, keamanan data pribadi, disinformasi, ujaran kebencian, eksploitasi digital, dan perdagangan orang berbasis online scam," kata Anis dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (6/7/2026).

Menurut Anis, munculnya berbagai persoalan tersebut menjadi sinyal bahwa pengelolaan ruang digital tidak lagi cukup hanya mengandalkan pendekatan teknologi maupun penegakan hukum. Tata kelola ruang digital juga harus dibangun dengan mengedepankan prinsip-prinsip hak asasi manusia.

"Hal ini menegaskan pentingnya penguatan tata kelola ruang digital yang berlandaskan prinsip-prinsip HAM," katanya.

Komnas HAM juga menyoroti dampak transformasi digital terhadap dunia ketenagakerjaan.

Meski menciptakan peluang ekonomi baru, pekerja informal dan pekerja berbasis aplikasi dinilai masih menghadapi keterbatasan perlindungan sosial maupun perlindungan hukum.

"Transformasi digital menciptakan peluang ekonomi, pekerja informal dan pekerja berbasis aplikasi masih rentan dalam menghadapi keterbatasan perlindungan sosial dan hukum," ungkap Anis.

baca juga

Karena itu, menurut dia, penguatan kerangka perlindungan HAM di dunia kerja menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda agar perkembangan ekonomi digital berjalan seiring dengan perlindungan hak-hak pekerja.

Anis menambahkan fenomena tersebut menunjukkan tata kelola ruang digital berbasis HAM akan menjadi salah satu agenda penting Indonesia pada masa mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bongkar Penembak Ibu Hamil di Papua, Yusril Beri 'Lampu Hijau' Komnas HAM Lakukan Investigasi

Bongkar Penembak Ibu Hamil di Papua, Yusril Beri 'Lampu Hijau' Komnas HAM Lakukan Investigasi

News | Senin, 06 Juli 2026 | 17:59 WIB

Catatan Merah Komnas HAM, Demo Agustus-September 2025 Jadi Momentum Evaluasi

Catatan Merah Komnas HAM, Demo Agustus-September 2025 Jadi Momentum Evaluasi

News | Senin, 06 Juli 2026 | 16:13 WIB

Papua Membara, Komnas HAM Desak Dialog Kemanusiaan Usai Ibu Hamil hingga Pilot AS Tewas

Papua Membara, Komnas HAM Desak Dialog Kemanusiaan Usai Ibu Hamil hingga Pilot AS Tewas

News | Senin, 06 Juli 2026 | 15:36 WIB

Terkini

Beda Masker Sariayu Beras Putih dan Merah: Mana yang Cocok untuk Kulitmu?

Beda Masker Sariayu Beras Putih dan Merah: Mana yang Cocok untuk Kulitmu?

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 07:15 WIB

Prajurit TNI Bawa 47 Kg Sabu ke Pekanbaru Ditahan, Terancam Dipecat

Prajurit TNI Bawa 47 Kg Sabu ke Pekanbaru Ditahan, Terancam Dipecat

Riau | Rabu, 21 Oktober 2026 | 07:08 WIB

4 Shio yang Merasakan Perubahan Hidup Jadi Lebih Baik 21 Oktober 2026

4 Shio yang Merasakan Perubahan Hidup Jadi Lebih Baik 21 Oktober 2026

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 07:08 WIB

Cuaca Semarang Diprakirakan Panas hingga 36 Derajat Celsius, Warga Diminta Waspada

Cuaca Semarang Diprakirakan Panas hingga 36 Derajat Celsius, Warga Diminta Waspada

Jawa Tengah | Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:44 WIB

Ulasan Mini Series Carrie: Ketika Perundungan Digital Membangkitkan Teror

Ulasan Mini Series Carrie: Ketika Perundungan Digital Membangkitkan Teror

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:43 WIB

4 Zodiak yang Paling Tidak Cocok dengan Scorpio, Musuh Alami dalam Asmara

4 Zodiak yang Paling Tidak Cocok dengan Scorpio, Musuh Alami dalam Asmara

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:40 WIB

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:34 WIB

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:12 WIB

×