- Presiden Prabowo Subianto menyebut sebagian masyarakat Indonesia memiliki mentalitas bangsa kepiting yang penuh sifat iri dan dengki.
- Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat peluncuran B50 di Karawang, Jawa Barat, pada hari Kamis, 9 Juli 2026.
- Presiden mengimbau masyarakat dan para pemimpin agar meninggalkan perilaku menjatuhkan sesama demi menjaga persatuan menghadapi persaingan global.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menyoroti sikap sebagian masyarakat Indonesia yang senang melihat orang lain susah dan susah melihat orang lain senang. Menurutnya, sifat iri dan dengki tersebut membuat Indonesia kerap diibaratkan sebagai bangsa kepiting.
Istilah bangsa kepiting merujuk pada perilaku alamiah kepiting yang saling menarik ketika ada kepiting lain yang berupaya naik.
"Dikatakan bahwa kita termasuk bangsa kepiting. Kepiting kalau rekannya sudah naik ke atas, kepiting yang di bawah nurunin dia lagi. Ada kepiting lain mau naik ke atas, kepiting lain nurunin dia lagi. Itu namanya senang melihat rekan susah, susah melihat rekan senang," kata Prabowo saat peluncuran B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).
Prabowo mengingatkan masyarakat agar tidak berperilaku demikian, yakni menjatuhkan orang lain karena memiliki sifat iri dan dengki. Imbauan serupa juga ditujukan kepada para pemimpin di Indonesia, mulai dari pimpinan politik, kepolisian, TNI, dunia usaha, bidang teknologi, hingga para pemuka agama.

"Pimpinan adalah mereka yang paling terdidik, tapi ada sifat kekurangan dari bangsa kita, kadang-kadang kita kurang menghargai prestasi kita sendiri. Apalagi prestasi rekan-rekan kita. Kadang-kadang kita tidak hargai prestasi anak buah kita. Ada keanehan, keanehan," kata Prabowo.
"Mungkin ini karena terlalu lama dijajah oleh Belanda, oleh asing, sehingga yang timbul adalah rasa rendah diri, rasa rendah hati, Minderwaardigheidscomplex, inferiority complex. Kita koreksi," sambung Prabowo.
Prabowo mengatakan dunia saat ini tengah dipenuhi persaingan. Karena itu, menurutnya, bangsa Indonesia seharusnya bersatu, bukan justru menebar kebencian, iri, dan dengki.
"Banyak negara yang iri sama kita, banyak negara yang benci sama kita. Kita tidak pernah benci orang, tapi nyatanya banyak yang dengki, iri, maunya ngerjain kita, jelek-jelekin kita. Kampanye di sosmed, Indonesia chaos, Indonesia suram, Indonesia gelap, akan kolaps, akan kolaps," tutur Prabowo.
"Dia berharap kolaps, bayangkan, orang Indonesia sendiri berharap kolaps, saudara-saudara sekalian," kata Prabowo.