Gen Z dari Partai Rakyat Kecoa Demo Besar, Capek Susah Cari Kerja, Frustasi dengan Pemerintah India

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 21 Juli 2026 | 12:30 WIB
Gen Z dari Partai Rakyat Kecoa Demo Besar, Capek Susah Cari Kerja, Frustasi dengan Pemerintah India
Gelombang protes pemuda India menuntut menteri pendidikan mundur akibat skandal ujian dan krisis lapangan kerja. (Hindus Times)
baca 10 detik
  • Ribuan pemuda India menggelar unjuk rasa menuntut pengunduran diri Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan.

  • Aksi massa yang dipicu skandal kebocoran ujian nasional mendapat tindakan keras dari aparat kepolisian.

  • Gerakan Cockroach Janta Party menyuarakan kekecewaan atas tingginya angka pengangguran terdidik di India.

Suara.com - Ribuan Gen Z yang tergabung dalam gerakan Cockroach Janta Party atau Partai Rakyat Kecoa melancarkan aksi jalan kaki menuju gedung Parlemen India untuk menuntut pemunduran diri Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan. Langkah nekat massa mendesak reformasi sistem pendidikan dan penyediaan lapangan kerja ini langsung diadang tindakan keras aparat kepolisian.

Penghentian akses internet seluler hingga pemblokiran stasiun kereta dilakukan otoritas New Delhi demi meredam pergerakan massa. Situasi kian memanas ketika polisi anti-huru-hara mulai menerjang barisan demonstran menggunakan tembakan gas air mata serta pukulan tongkat kayu.

Bentrokan fisik tak terhindarkan saat barisan pemuda membalas tindakan represif aparat dengan pelemparan batu ke arah barisan pengaman. Insiden meluas ini menandai titik balik perlawanan generasi muda terhadap rezim pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi.

Warga India (MEE)
Warga India (MEE)

"Saya melihat tiga hingga empat personel menendang seorang wanita di perutnya. Dia tidak bisa berdiri dari jalan setelah itu," ujar Mohammed Nasir, seorang lulusan SMA yang menyaksikan kekerasan aparat, dikutip dari NPR, Selasa (21/7/2026).

"Setiap kali Modi takut, dia mengirim polisi keluar. Mari kita uji batas penindasan Anda. Mari kita cari tahu berapa banyak ruang yang Anda miliki di penjara Anda," seru kelompok massa di balik barikade besi.

Gerakan ini berawal dari sindiran pedas Hakim Agung India Surya Kant yang menyamakan pemuda pengangguran dengan kecoa. Pernyataan kontroversial tersebut justru memicu lahirnya gerakan satir media sosial di bawah pimpinan Abhijeet Dipke yang dengan cepat meraih jutaan pengikut.

Popularitas gerakan di ruang digital membuat pemerintah bergerak cepat melakukan pemblokiran akun X resmi mereka. Kendati demikian, antusiasme masyarakat tak surut dan justru beralih membesarkan basis pendukung mereka di platform Instagram hingga melampaui jutaan pengikut.

"Di India, jika Anda kaya, sistem menari di ujung jari Anda. Jika Anda miskin, tidak akan ada orang di sana untuk Anda. Kami frustrasi karena pemerintah berhenti mendengarkan," kata Dipke.

Puncak kemarahan publik meledak setelah lembar soal ujian masuk perguruan tinggi kedokteran bocor dan beredar luas di aplikasi pesan instan. Dampak kebocoran tersebut merugikan lebih dari dua juta calon mahasiswa dan memicu gelombang kekecewaan berat hingga kasus bunuh diri di kalangan peserta.

baca juga

Kondisi ketimpangan ini kian diperparah oleh fenomena tingginya angka pengangguran terdidik yang melilit hampir separuh lulusan perguruan tinggi di India. Skema bantuan tunai pemerintah dinilai tidak mampu menjawab persoalan mendasar dari minimnya ketersediaan lapangan kerja formal.

Para demonstran menuntut ganti rugi bagi keluarga korban terdampak serta perbaikan sistem seleksi agar berjalan adil bagi seluruh lapisan masyarakat. Di sisi lain, jajaran menteri terkait mulai membuka ruang dialog meski pejabat utama yang dituntut belum merespons tuntutan pengunduran diri.

"Ini adalah orang-orang yang ingin membuat negara ini hampa," ujar Pimpinan BJP Nitin Nabhi merespons pergerakan massa.

Pertumbuhan ekonomi India yang melaju pesat nyatanya belum mampu menyerap jutaan lulusan sarjana baru setiap tahunnya. Tingginya persaingan memburu posisi akademis dan pekerjaan pemerintah menjadikan satu sesi ujian nasional sebagai penentu tunggal masa depan finansial seseorang.

Ketimpangan sosial dan maraknya praktik kecurangan dalam sistem pendidikan nasional akhirnya mendorong pemuda dari berbagai latar belakang turun ke jalan. Penanganan represif aparat di pusat kota New Delhi mempertegas eskalasi konflik antara aspirasi generasi muda dan otoritas negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gen Z dan Hubungan 'Just Friend': Saat Batas Pertemanan Semakin Kabur

Gen Z dan Hubungan 'Just Friend': Saat Batas Pertemanan Semakin Kabur

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:30 WIB

Fenomena HopeTok di Era Digital: Kenapa Konten Positif Semakin Dicari GenZ?

Fenomena HopeTok di Era Digital: Kenapa Konten Positif Semakin Dicari GenZ?

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 12:30 WIB

Bukan Sekadar Rapuh: Membedah Stigma "Generasi Strawberry" pada Gen Z

Bukan Sekadar Rapuh: Membedah Stigma "Generasi Strawberry" pada Gen Z

Your Say | Minggu, 19 Juli 2026 | 19:15 WIB

Terkini

CapCut Resmi Hadir di MyTelkomsel, Telkomsel Permudah Akses Editing Video AI bagi Kreator Konten

CapCut Resmi Hadir di MyTelkomsel, Telkomsel Permudah Akses Editing Video AI bagi Kreator Konten

Tekno | Selasa, 21 Juli 2026 | 12:26 WIB

Penggemar Bersiap! Gong Yoo Dikonfirmasi Gelar Fan Meeting Perdana di Indonesia

Penggemar Bersiap! Gong Yoo Dikonfirmasi Gelar Fan Meeting Perdana di Indonesia

Entertainment | Selasa, 21 Juli 2026 | 12:26 WIB

Siapa Keyne Yamal? Tingkah Gemas Adik Lamine Yamal di Piala Dunia 2026

Siapa Keyne Yamal? Tingkah Gemas Adik Lamine Yamal di Piala Dunia 2026

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 12:25 WIB

Resmi! Indonesia Kini Punya UU Pusat Finansial Internasional

Resmi! Indonesia Kini Punya UU Pusat Finansial Internasional

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 12:22 WIB

Belum Sempat Nonton? Film Mortal Kombat II Bakal Rilis di HBO Max 24 Juli

Belum Sempat Nonton? Film Mortal Kombat II Bakal Rilis di HBO Max 24 Juli

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 12:16 WIB

Kolaborasi TelkomGroup, Nongsa Digital Park, dan BW Digital Perkuat Infrastruktur Kabel Laut NCC

Kolaborasi TelkomGroup, Nongsa Digital Park, dan BW Digital Perkuat Infrastruktur Kabel Laut NCC

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 12:12 WIB

Amerika Keok Lagi, Drone Kamikaze Iran Hancurkan Pangkalan Ahmed Al-Jaber Kuwait

Amerika Keok Lagi, Drone Kamikaze Iran Hancurkan Pangkalan Ahmed Al-Jaber Kuwait

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 12:11 WIB

ROG Homecoming Jadi Panggung Inovasi Asus, Komunitas Diajak Lihat Teknologi Masa Depan

ROG Homecoming Jadi Panggung Inovasi Asus, Komunitas Diajak Lihat Teknologi Masa Depan

Tekno | Selasa, 21 Juli 2026 | 12:10 WIB

Bisakah Kita Percaya AC dari Merek Laptop? Membongkar Paradoks Acerpure

Bisakah Kita Percaya AC dari Merek Laptop? Membongkar Paradoks Acerpure

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 12:08 WIB

Dua Tahun Jadi Reruntuhan, Begini Kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Kini

Dua Tahun Jadi Reruntuhan, Begini Kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Kini

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 12:07 WIB

×