Wacana Gaji Naik saat OTT Marak, Solusi Palsu Korupsi Kepala Daerah

Muhamad Yasir, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 31 Juli 2026 | 13:42 WIB
Wacana Gaji Naik saat OTT Marak, Solusi Palsu Korupsi Kepala Daerah
Ilustrasi KPK, OTT KPK. (Dok. Suara.com)
baca 10 detik
  • Pukat UGM menyatakan tingginya biaya politik ilegal menjadi akar utama korupsi kepala daerah.
  • Sanksi tegas terhadap pelaku politik uang serta reformasi pengawasan diusulkan untuk putus korupsi.
  • Tuntutan maksimal, perampasan aset, dan pencabutan hak politik diperlukan guna memberikan efek jera.

Suara.com - Wacana kenaikan gaji kepala daerah di tengah rentetan operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat pejabat daerah dinilai tidak akan menyelesaikan persoalan korupsi.

Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM menegaskan, akar masalah sesungguhnya bukan pada besaran penghasilan kepala daerah, melainkan tingginya biaya politik yang harus mereka keluarkan sejak proses pencalonan.

"Problem korupsi kepala daerah tidak pernah berubah ya. Problem utamanya adalah high cost political, udah jelas itu, yaitu tingginya biaya politik," kata Peneliti Pukat UGM, Zaenur Rohman, kepada Suara.com, Jumat (31/7/2026).

Zaenur menjelaskan, biaya politik yang tinggi sebagian besar berasal dari praktik-praktik ilegal, mulai dari membeli tiket pencalonan di partai politik hingga politik uang untuk meraih suara pemilih.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat banyak kepala daerah terdorong mencari cara mengembalikan modal politik setelah terpilih, sekaligus mengumpulkan dana untuk menghadapi kontestasi berikutnya.

Praktik itu, kata dia, mencakup candidacy buying atau pembelian pencalonan kepada partai politik, serta vote buying melalui serangan fajar dan berbagai bentuk politik uang lainnya.

"Nah korupsi itu adalah sebagai upaya yang pertama untuk mengembalikan modal politik, dan yang kedua adalah untuk mengumpulkan modal politik untuk dengan tujuan berkontestasi di kesempatan berikutnya," ujarnya.

Daftar OTT KPK sepanjang 2026. (Dok. Suara.com)
Daftar OTT KPK sepanjang 2026. (Dok. Suara.com)

Sistem Pengawasan Lemah

Selain tingginya biaya politik, Zaenur menilai lemahnya sistem pengawasan membuat praktik korupsi kepala daerah terus berulang.

baca juga

Fungsi pengawasan DPRD dinilai tidak berjalan efektif, sementara pengawasan internal pemerintah daerah juga belum mampu mencegah penyimpangan sejak dini.

"Pengawasan kepala daerah itu hampir tidak ada. Pengawasan oleh DPRD tidak berfungsi. Pengawasan internalnya juga tidak mampu untuk menanggulangi bentuk-bentuk pelanggaran yang terjadi," tuturnya.

Ia juga menyoroti kuatnya oligarki lokal dan politik dinasti yang membuat mekanisme checks and balances nyaris tidak berjalan.

Dalam kondisi tersebut, persekongkolan antarelite daerah sulit terungkap hingga akhirnya dibongkar melalui operasi penegakan hukum.

"Ini juga menjadi refleksi di daerah. Apa lagi kalau, ya, politik di daerah itu sangat oligarkis. Misalnya politik dinastinya kuat, sehingga tidak ada checks and balances," ucapnya.

Ironisnya, lanjut Zaenur, lembaga legislatif daerah yang seharusnya menjalankan fungsi pengawasan justru kerap ikut terlibat dalam praktik korupsi bersama pihak eksekutif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bupati Pemalang Diduga Beri Uang ke Ayah Staf KPK untuk Tutupi Kasus

Bupati Pemalang Diduga Beri Uang ke Ayah Staf KPK untuk Tutupi Kasus

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:44 WIB

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:24 WIB

Optimalkan Pelayanan Publik, Mendagri: Pentingnya Penguatan Kapasitas & Dukungan Bagi Kepala Daerah

Optimalkan Pelayanan Publik, Mendagri: Pentingnya Penguatan Kapasitas & Dukungan Bagi Kepala Daerah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:35 WIB

Terkini

HP Android Lemot? Ini Cara Mengatasinya Tanpa Perlu Menghapus Semua Data

HP Android Lemot? Ini Cara Mengatasinya Tanpa Perlu Menghapus Semua Data

Tekno | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:01 WIB

Sosok Ini Disebut Sari yang Berikan Almamater UBSI di Acara Bersama Raffi Ahmad

Sosok Ini Disebut Sari yang Berikan Almamater UBSI di Acara Bersama Raffi Ahmad

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:55 WIB

Waketum Golkar Soal Suket Gibran: Urusan Hukum Hampir Final, Kini Masuk Politik Negara

Waketum Golkar Soal Suket Gibran: Urusan Hukum Hampir Final, Kini Masuk Politik Negara

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:49 WIB

Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?

Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:40 WIB

IHSG Ambruk 7% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Bursa Menguap Rp721 Triliun

IHSG Ambruk 7% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Bursa Menguap Rp721 Triliun

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:40 WIB

Respons Kapolresta Sleman Buntut Tudingan Mobilisasi Massa Rans Carnival yang Diboikot Warga

Respons Kapolresta Sleman Buntut Tudingan Mobilisasi Massa Rans Carnival yang Diboikot Warga

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Kerja Keras Saja Tidak Cukup! Alasan Mengapa Keluar dari Kemiskinan Bukan Sekadar Soal Usaha

Kerja Keras Saja Tidak Cukup! Alasan Mengapa Keluar dari Kemiskinan Bukan Sekadar Soal Usaha

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Bagaimana Cara Daftar Nikah Online? Ini Dokumen yang Perlu Disiapkan

Bagaimana Cara Daftar Nikah Online? Ini Dokumen yang Perlu Disiapkan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Mengenal Luka yang Tak Terlihat & Harapan untuk Pulih dalam Novel Rekindled

Mengenal Luka yang Tak Terlihat & Harapan untuk Pulih dalam Novel Rekindled

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Kulit Berminyak Pakai Facial Wash atau Facial Foam? Ini Perbedaannya

Kulit Berminyak Pakai Facial Wash atau Facial Foam? Ini Perbedaannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:10 WIB

×