Mengapa Film Hollywood Kerap Keliru Menggambarkan Letusan Gunung Berapi?

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:55 WIB
Mengapa Film Hollywood Kerap Keliru Menggambarkan Letusan Gunung Berapi?
Ilustrasi Gunung Berapi (dok.Pexels/Sergey Guk)

Suara.com - Tanpa disadari, film-film bencana hingga blockbuster Hollywood telah membentuk persepsi publik tentang gunung berapi. Bayangan tentang lava merah yang mengalir deras dalam hitungan detik serta ledakan dahsyat mendadak sangat melekat di ingatan kita.

Sayangnya, gambaran yang terekam di benak kita sering kali jauh dari fakta ilmiah. Melalui studi terbarunya, para peneliti dari Universitas Bristol mencoba mencari tahu seberapa jauh film-film populer telah memutarbalikkan kenyataan erupsi gunung berapi yang sebenarnya.

Berdasarkan studi yang diterbitkan di jurnal Bulletin of Volcanologi dengan judul Mayhen, magic and dangerous myths?: Volcanoes on the big screen, menjelaskan bahwa dengan mengaplikasikan peristiwa gunung erupsi yang lebih akurat justru dapat membantu para ahli vulkanologi dalam mengedukasi masyarakat terkait aktivitas gunung berapi yang tidak selalu bisa diprediksi dengan pasti.

Pendapat tersebut diperkuat melalui analisis terhadap 20 film yang mengangkat tema gunung berapi, seperti pada film Superman vs Volcano tahun 1942, Dante’s Peak tahun 1997, dan Pompeii tahun 2014.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar film tersebut menampilkan erupsi gunung berapi dengan semburan lava secara dramatis, tetapi kurang menggambarkan proses vulkanik secara realistis.

Ketua AXA bidang Vulkanologi di Sekolah Ilmu Bumi Bristol sekaligus penulis utama studi ini, Profesor Jenni Barclay, mengatakan film tentang gunung berapi masih terlalu fokus pada letusan yang dramatis.

Menurutnya, penggambaran seperti itu membuat gunung berapi jadi lebih sering diposisikan sebagai adegan letusan lava yang dramatis daripada fenomena alam yang kompleks.

“Film tersebut mengandalkan ketegangan dramatis. Namun, gunung berapi sering kali hanya digambarkan sebagai efek visual yang spektakuler berupa lava dan kehancuran, sementara masyarakat di sekitarnya ditampilkan sebagai korban yang tak berdaya. Padahal, masih banyak kisah kemanusiaan dan ilmiah yang dapat diangkat selama letusan, sekaligus menggambarkan bagaimana aktivitas vulkanik berlangsung secara bertahap dengan segala tantangan dan kekuatannya,” kata Jenni.

Melalui penelitian tersebut, beberapa film ditemukan cukup akurat dalam menggambarkan periode awal peningkatan aktivitas gunung berapi. Tanda-tanda seperti gempa bumi, emisi gas, ketidakpastian dari para ilmuwan, hingga sulitnya mengambil keputusan sebelum erupsi ditampilkan sesuai dengan kondisi di lapangan.

baca juga

Namun, demi kepentingan dramatisasi, sebagian film mempersingkat jangka waktu tersebut. Dalam hitungan jam atau hari, letusan meningkat dari mulai tanda-tanda peringatan hingga terjadi ledakan dahsyat. Perlu diketahui untuk satu letusan gunung berapi sering kali berlangsung selama berminggu-minggu bahkan hingga berbulan-bulan.

Tak hanya mempercepat alur waktu, film juga kerap kali menggambarkan lava mengalir dengan sangat cepat dan deras. Kenyataannya, banyak gunung berapi dengan tipe stratovolcano, ancaman terbesar bukan berasal dari lava.

Bahaya utama justru berasal dari aliran piroklastik, yakni awan panas yang terdiri atas gas, abu, dan material vulkanik bersuhu tinggi yang meluncur dengan kecepatan tinggi menuruni lereng gunung. Sememtara, lava yang muncul saat erupsi umumnya mengalir jauh lebih lambat dibandingkan yang digambarkan dalam film.

Selain itu, temuan penelitian juga menyoroti bahwa sering kali film menggambarkan ahli vulkanologi sebagai sosok pahlawan. Dengan dibantu teknologi canggih, mereka divisualisasikan dapat memprediksi waktu letusan secara tepat atau bahkan mampu menghentikan bencana.

Padahal, menurut para peneliti, vulkanologi merupakan bidang yang penuh dengan ketidakpastian. Perkiraan letusan gunung biasnaya disampaikan dalam bentuk probabilitas dan penilaian risiko yang terus diperbarui, bukan prediksi pasti mengenai kapan gunung berapi akan meletus.

Adapun penelitian ini juga menilai bahwa film Hollywood masih belum menonjolkan peran masyarakat dalam menghadapi bencana vulkanik. Peduduk setempat lebih sering digambarkan sebagai kelompok yang panik atau korban tak berdaya. Peran masyarakat, petugas tanggapn darurat, dan pemangku kepentingan dalam mengatasi erupsi jarang disroot.

Dengan itu, para peneliti menilai kisah mengenai letusan gunung berapi tetap dapat disajikan secara menarik tanpa mengabaikan fakta ilmiah. Salah satu film yang berhasil menggambarkan ketegangan selama masa peningkatakan aktivitas gunung berapi adalah film documenter.

Menurut mereka, formal serial televisi atau miniseri juga berpeluang untuk lebih mampu dalam menggambarkan jalannya krisis vulkanik secara utuh karena durasinya yang panjang. Demikian, proses peningkatan aktivitas gunung berapi, ketegangan, hingga kompleksitas penanganannya dapat ditampilkan secara lebih realistis.

Penulis: Chairunisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kupas Tuntas Misteri Adegan Pasca-kredit Film Spider-Man: Brand New Day

Kupas Tuntas Misteri Adegan Pasca-kredit Film Spider-Man: Brand New Day

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:50 WIB

Review Film The Devil's Mouth: Teror Hiu Ganas di Gua Bawah Air Thailand!

Review Film The Devil's Mouth: Teror Hiu Ganas di Gua Bawah Air Thailand!

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 11:00 WIB

Gran Turismo: Kisah Inspiratif Seorang Gamer Menuju Dunia Balap Profesional

Gran Turismo: Kisah Inspiratif Seorang Gamer Menuju Dunia Balap Profesional

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 08:00 WIB

Terkini

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:08 WIB

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:59 WIB

×