Buntut Kasus Yurizal, Nakes Jakarta Dilarang Keras Cibir Pasien BPJS

Muhamad Yasir, Adiyoga Priyambodo

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:53 WIB
Buntut Kasus Yurizal, Nakes Jakarta Dilarang Keras Cibir Pasien BPJS
Almarhum Yusrizal pasien BPJS (Instagram/urra.official)
baca 10 detik
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memperingatkan nakes agar memberikan pelayanan profesional kepada pasien BPJS.
  • Mahasiswa PPDS UGM bernama dr. Elda Putri Rahardini menuai kecaman karena memberikan komentar nirempati kepada pasien Yurizal.
  • FK-KMK UGM menyelidiki dugaan pelanggaran etik setelah pasien Yurizal  meninggal dunia pada 31 Juli 2026.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengingatkan seluruh tenaga kesehatan (nakes) di Jakarta agar tidak merendahkan pasien peserta BPJS Kesehatan, menyusul viralnya kasus komentar nirempati terhadap almarhum Yurizal Tri Chaerawan di media sosial.

Pramono menegaskan pelayanan terhadap pasien BPJS harus dilakukan secara profesional karena hak peserta BPJS dijamin oleh undang-undang.

Ia juga telah meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menelusuri kemungkinan keterlibatan tenaga kesehatan di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam polemik tersebut.

"Karena BPJS Kesehatan ini dilindungi oleh undang-undang," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Menurut Pramono, persoalan etika pelayanan kesehatan menjadi perhatian serius mengingat Jakarta memiliki ribuan tenaga kesehatan yang bertugas di berbagai fasilitas layanan kesehatan.

"Jakarta ini mempunyai 31 rumah sakit, 44 Puskesmas, 292 pembantu Puskesmas. Tentunya dari begitu banyak, ada puluhan ribu nakes yang bekerja," ujarnya.

Ia menegaskan sektor kesehatan bersama pendidikan merupakan dua bidang yang menjadi fokus utama selama memimpin Jakarta.

Pramono juga memastikan Dinas Kesehatan DKI telah diminta mendalami kasus tersebut untuk mengetahui apakah ada tenaga kesehatan di bawah naungan Pemprov DKI yang terlibat.

Viral Komentar Tak Berempati ke Pasien BPJS. (kolase)
Viral Komentar Tak Berempati ke Pasien BPJS. (kolase)

Mahasiswa PPDS UGM

baca juga

Kasus yang menjadi perhatian publik itu bermula dari unggahan Yurizal Tri Chaerawan di media sosial Threads pada 22 Juli 2026.

Saat itu, Yurizal mengeluhkan harus menunggu sekitar delapan jam untuk mendapatkan ruang rawat inap sebagai peserta BPJS Kesehatan. Unggahan tersebut kemudian memicu berbagai komentar di media sosial.

Salah satu komentar yang diduga berasal dari mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) FK-KMK Universitas Gadjah Mada, dr. Elda Putri Rahardini, menuai kecaman karena dinilai tidak menunjukkan empati terhadap pasien.

Polemik kemudian semakin meluas setelah Yurizal meninggal dunia pada 31 Juli 2026.

Merespons kasus itu, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM membuka investigasi terhadap dugaan pelanggaran etik yang dilakukan mahasiswanya.

Fakultas menyatakan akan memeriksa seluruh fakta dan keterangan secara objektif serta menjatuhkan sanksi apabila ditemukan pelanggaran terhadap kode etik, disiplin profesi, maupun aturan akademik.

UGM juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga almarhum Yurizal dan masyarakat atas kegaduhan yang muncul akibat kasus tersebut.

Di sisi lain, dr. Elda telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui media sosial dan mengakui komentarnya tidak pantas serta tidak mencerminkan nilai kemanusiaan.

Sejumlah tenaga kesehatan lain yang turut mengomentari unggahan Yurizal juga telah menyampaikan permintaan maaf.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nakes Beri Komentar Tak Berempati ke Pasien BPJS, Menkes: Hati Saya Sedih

Nakes Beri Komentar Tak Berempati ke Pasien BPJS, Menkes: Hati Saya Sedih

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:34 WIB

Kasus Komentar Nirempati ke Pasien BPJS Meluas, Perawat RSA UGM Diperiksa Tim Etik dan Hukum

Kasus Komentar Nirempati ke Pasien BPJS Meluas, Perawat RSA UGM Diperiksa Tim Etik dan Hukum

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:55 WIB

Terancam Sanksi! FK UGM Investigasi dr. Elda Putri Soal Komentar Rendahkan Pasien BPJS

Terancam Sanksi! FK UGM Investigasi dr. Elda Putri Soal Komentar Rendahkan Pasien BPJS

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09 WIB

Terkini

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:46 WIB

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:35 WIB

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:12 WIB

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:01 WIB

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:52 WIB

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 22:43 WIB

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:35 WIB

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 22:24 WIB

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:32 WIB

×