Puluhan Ton Ikan Mati Tiap Bulan, Sungai Batanghari Makin Sekarat

Bella

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:28 WIB
Puluhan Ton Ikan Mati Tiap Bulan, Sungai Batanghari Makin Sekarat
Sungai Batanghari di Jambi. (Antara)
baca 10 detik
  • Puluhan ton ikan mati setiap bulan di keramba warga Muaro Jambi akibat pencemaran Sungai Batanghari.
  • Pencemaran air dipicu oleh limbah tambang ilegal, limbah domestik, dan musim kemarau sejak tiga bulan terakhir.
  • Kerusakan lingkungan hulu sungai menurunkan jumlah spesies ikan drastis dari 300 menjadi 135 jenis.

Suara.com - Kematian ikan dalam jumlah besar di keramba petani di Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi, menjadi sinyal memburuknya kondisi Sungai Batanghari. Fenomena itu tidak hanya menyebabkan petani mengalami kerugian, tetapi juga disebut berkaitan dengan ancaman terhadap ekosistem sungai.

Puluhan ton ikan dilaporkan mati setiap bulan di sejumlah desa yang berada di sepanjang aliran Sungai Batanghari. Petani menduga kematian tersebut dipicu pencemaran air, termasuk limbah merkuri dari aktivitas pertambangan emas ilegal di bagian hulu sungai.

Petani keramba di Desa Sarang Burung, Kecamatan Jaluko, Musa Yusuf mengatakan tingkat kematian ikan meningkat dalam tiga bulan terakhir.

"Jumlahnya banyak, paling hanya 10 persen yang hidup dari total yang kita tabur, sisanya mati," kata Musa di Desa Sarang Burung, Kecamatan Jaluko, Jambi, Minggu.

Menurut Musa, kondisi tersebut semakin parah ketika debit Sungai Batanghari menyusut akibat musim kemarau. Penurunan volume air dinilai memperburuk kualitas air yang digunakan petani untuk membudidayakan ikan.

Musa menduga pencemaran juga berasal dari aktivitas tambang emas ilegal di wilayah hulu. Limbah beracun, termasuk merkuri, disebut terbawa aliran sungai hingga mencapai wilayah keramba warga.

Ia berharap pemerintah segera turun tangan karena persoalan tersebut tidak hanya mengancam penghasilan petani keramba, tetapi juga masyarakat yang menggantungkan kehidupan pada Sungai Batanghari.

Kecamatan Jaluko sendiri merupakan salah satu sentra ikan air tawar di Provinsi Jambi. Keramba milik petani tersebar antara lain di Desa Sungai Duren, Sarang Burung, Mendalo Laut, dan Pematang Jering.

Petani membudidayakan sejumlah jenis ikan, terutama ikan mas (Cyprinus carpio) dan nila (Oreochromis niloticus).

baca juga

Besarnya jumlah ikan yang mati membuat kerugian petani diperkirakan mencapai puluhan ton setiap bulan.

"Untuk Kecamatan Jaluko saja mungkin ada puluhan ton ikan mati setiap bulan, karena di daerah ini ada ribuan tambak. Bayangkan saja, dari delapan ribu ikan yang ditabur, mungkin hanya 800 sampai 900 ekor yang hidup, ini untuk satu petak. Kalau setiap petani punya 10 petak, tinggal kalikan saja," urainya.

Bukan Sekadar Ikan Mati
Anggota DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata menilai kematian ikan di keramba merupakan bagian dari persoalan yang lebih besar di Sungai Batanghari.

Menurut dia, pencemaran terjadi akibat akumulasi berbagai persoalan dari wilayah hulu hingga hilir. Selain aktivitas pertambangan ilegal, pencemaran juga dipengaruhi pembuangan limbah rumah tangga dan industri serta abrasi akibat minimnya penghijauan.

Indikasi memburuknya kualitas air juga terlihat dari tingkat kekeruhan air baku. Berdasarkan laporan perusahaan air minum (PDAM), tingkat kekeruhan air yang diukur menggunakan Nephelometric Turbidity Unit (NTU) mencapai 1.400 NTU.

Angka tersebut hampir empat kali lipat dibandingkan batas normal yang berada di kisaran 250-300 NTU.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Semua Ikan di Langit: Novel Unik yang Mengajak Merenungi Arti Kehidupan

Semua Ikan di Langit: Novel Unik yang Mengajak Merenungi Arti Kehidupan

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 13:40 WIB

Bencana dari Hal Sepele: Bahaya Buang Puntung Rokok Sembarangan di Musim Kemarau

Bencana dari Hal Sepele: Bahaya Buang Puntung Rokok Sembarangan di Musim Kemarau

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:21 WIB

7 Tips Akuarium Pembawa Hoki dan Kemakmuran Menurut Feng Shui, Perhatikan Jumlah Ikan

7 Tips Akuarium Pembawa Hoki dan Kemakmuran Menurut Feng Shui, Perhatikan Jumlah Ikan

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:07 WIB

AIESEC in UI Hadirkan Global Village Summer 2026, Kenalkan Keberagaman dan Peduli Lingkungan

AIESEC in UI Hadirkan Global Village Summer 2026, Kenalkan Keberagaman dan Peduli Lingkungan

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 14:20 WIB

Mencicipi Nasi Telur Mang One Jambi: Telur Garing, Nasi Daun Jeruk, dan Sensasi Paru Mercon

Mencicipi Nasi Telur Mang One Jambi: Telur Garing, Nasi Daun Jeruk, dan Sensasi Paru Mercon

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:50 WIB

Sampah Tak Pernah Hilang, Ia Hanya Berpindah ke Masa Depan Kita

Sampah Tak Pernah Hilang, Ia Hanya Berpindah ke Masa Depan Kita

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 13:17 WIB

Sungai Cileungsi Tercemar Limbah, Kualitas Air Lampaui Baku Mutu

Sungai Cileungsi Tercemar Limbah, Kualitas Air Lampaui Baku Mutu

Foto | Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang

Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang

Foto | Kamis, 06 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Dari Kulit hingga Tekstil Ramah Lingkungan, Tren Fashion Masa Depan Makin Berkelanjutan

Dari Kulit hingga Tekstil Ramah Lingkungan, Tren Fashion Masa Depan Makin Berkelanjutan

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:16 WIB

Kita Tak Kekurangan Program Lingkungan, Kita Kekurangan Kebiasaan

Kita Tak Kekurangan Program Lingkungan, Kita Kekurangan Kebiasaan

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:28 WIB

Terkini

Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun

Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 22:38 WIB

Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik

Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:31 WIB

Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh

Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:19 WIB

Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI

Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:12 WIB

WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali

WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali

Video | Kamis, 10 September 2026 | 22:05 WIB

Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"

Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"

Entertainment | Kamis, 10 September 2026 | 22:00 WIB

KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi

KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi

News | Kamis, 10 September 2026 | 21:56 WIB

Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus

Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus

Sumsel | Kamis, 10 September 2026 | 21:46 WIB

Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi

Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi

News | Kamis, 10 September 2026 | 21:43 WIB

Promo BRI Ini Bikin Nongkrong di SKOLA Malah Bikin Untung

Promo BRI Ini Bikin Nongkrong di SKOLA Malah Bikin Untung

Bri | Kamis, 10 September 2026 | 21:29 WIB

×