- Puslabfor Polri kembali menyita 30 item senjata angin serta amunisi di Yayasan Sekolah Islam Harapan Ibu, Jakarta Selatan.
- Polisi sebelumnya mengamankan 995 senapan angin impor dan satu senjata api terdaftar atas nama pemilik yang telah meninggal dunia.
- Penyidik gabungan mendalami tujuan penyimpanan senjata serta dugaan temuan narkotika dan CD porno di sekolah tersebut.
Sebelumnya, muncul klaim bahwa senjata yang ditemukan berkaitan dengan kegiatan ekstrakurikuler menembak. Namun, polisi belum menemukan bukti yang mengaitkan 995 pucuk senapan angin tersebut dengan aktivitas ekstrakurikuler sekolah.
Satu Senjata Api Terdaftar Atas Nama Orang yang Telah Meninggal
Di antara ribuan barang yang ditemukan, polisi memastikan terdapat satu pucuk senjata api jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 GA. Senjata tersebut terdaftar atas nama seseorang berinisial DS yang telah meninggal dunia pada 2020.
“995 pucuk merupakan senapan angin, bukan senjata api. Dan satu pucuk merupakan senjata api jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 GA. Ini sudah diamankan oleh penyidik dari Polres Metro Jakarta Selatan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Jumat (7/8/2026).
Sementara itu, ratusan senapan angin telah diamankan di gudang Subdit Pengawasan Senjata dan Bahan Peledak Ditintelkam Polda Metro Jaya untuk kepentingan penyelidikan.
Selain temuan senjata, polisi juga masih mendalami barang-barang lain yang ditemukan di lokasi, termasuk dua linting yang diduga ganja, satu paket yang diduga sabu, dan sejumlah CD porno.
Penyelidikan masih berlanjut untuk mengungkap asal-usul seluruh barang tersebut serta alasan gudang di lingkungan sekolah digunakan sebagai tempat penyimpanan.