- Polda Metro Jaya menyelidiki video viral dugaan penistaan agama saat tantangan stan di festival musik Ancol, Jakarta Utara.
- Polisi menjadwalkan klarifikasi terhadap penyelenggara acara dan pemandu acara guna mendalami rangkaian kejadian pada Minggu malam tersebut.
- Pihak penyelenggara menyampaikan permintaan maaf resmi dan menegaskan kegiatan tersebut terjadi di luar persetujuan mereka.
Suara.com - Kepolisian turun tangan menyelidiki video viral yang diduga memuat tindakan penistaan agama dalam festival musik The Sounds Project di kawasan Ancol, Jakarta Utara. Polisi akan meminta klarifikasi dari pihak-pihak yang dianggap mengetahui rangkaian kejadian tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan dugaan peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 22.00 WIB di lokasi festival.
Untuk mendalami kejadian tersebut, Polsek Pademangan telah berkoordinasi dengan penyelenggara atau event organizer (EO) serta pemilik stan (booth) yang berada di lokasi.
“Guna memproses kasus tersebut, Polsek Pademangan telah berkoordinasi dengan pihak penyelenggara acara (event organizer/EO) dan pemilik stan (booth) di lokasi untuk mendukung kelancaran proses hukum,” kata Budi di Jakarta, Selasa (11/8/2026), dikutip dari ANTARA.
Polisi Jadwalkan Klarifikasi EO dan MC
Sebagai bagian dari penyelidikan, polisi menjadwalkan pemanggilan pihak EO dan pemandu acara atau master of ceremony (MC) untuk dimintai klarifikasi pada Selasa.
Keterangan dari pihak-pihak tersebut diperlukan untuk mengetahui rangkaian kejadian, termasuk bagaimana kegiatan yang terekam dalam video tersebut dapat berlangsung di area festival.
Setelah proses klarifikasi, penyidik akan melengkapi administrasi penyelidikan sebelum melakukan gelar perkara. Tahapan tersebut akan menjadi dasar bagi kepolisian untuk menentukan langkah dan status hukum selanjutnya dalam perkara tersebut.
Polisi juga membuka ruang bagi masyarakat yang ingin membuat laporan resmi terkait dugaan peristiwa tersebut.
Berawal dari Video Tantangan di Stan
Kasus ini menjadi perhatian setelah sebuah video yang memperlihatkan aktivitas di salah satu stan dalam festival beredar luas di media sosial.
Video tersebut diunggah melalui akun X @Jakartatalk dan memperlihatkan sebuah merek minuman mengadakan kegiatan tantangan atau challenge terhadap salah satu pengunjung.
Dalam video itu, pengunjung yang mengikuti tantangan tersebut terlihat membacakan salah satu ayat dari kitab suci Al-Qur'an.
Rekaman tersebut kemudian menuai sorotan publik dan memunculkan dugaan adanya tindakan penistaan agama.
Penyelenggara Sampaikan Permintaan Maaf