- Mantan Wamenkumham Denny Indrayana mengkritik gaya komunikasi politik Presiden Prabowo Subianto lewat surat terbuka.
- Denny menyarankan Prabowo merekrut staf khusus pemberi kritik pedas guna menghindari laporan asal bapak senang.
- Langkah tersebut bertujuan agar presiden tidak salah mengambil kebijakan akibat terisolasi dari masalah nyata rakyat.
Suara.com - Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana, melontarkan kritik segar terkait gaya komunikasi politik Presiden Prabowo Subianto.
Denny menyarankan agar Prabowo tidak hanya dikelilingi oleh laporan "asal bapak senang", melainkan membutuhkan masukan dari sumber alternatif yang berani bicara pahit.
Kritik tersebut disampaikan Denny melalui serangkaian surat terbuka.
Pakar Hukum Tata Negara itu menilai, seorang pemimpin negara sangat rawan terjebak dalam "gelembung" informasi yang hanya berisi hal-hal positif.
"Kalau saya jadi presiden tapi tidak mungkin, yang pertama saya angkat adalah staf khusus pembisik yang memberikan kritik terpedas setiap hari, kabar buruk setiap hari karena kalau perlu saya bayar," ujar Denny dikutip dari podcast YouTube Bambang Widjojanto, Selasa (11/8/2026).
Menembus 'Pagar Istana'
Advokat Indonesia dan Australia itu menekankan pentingnya sosok “pembisik presiden” yang bertugas memastikan realitas pahit di masyarakat tidak tersaring di luar pagar istana.
Baginya, informasi yang tidak menyenangkan justru menjadi kompas vital agar kebijakan negara tetap berpijak pada kondisi nyata.
Menurut Denny, esensi kepemimpinan bukan terletak pada seberapa banyak pujian yang diterima, melainkan kesediaan mendengar kejujuran.

"Leadership itu salah satunya adalah bukan ingin mendengar pujian tapi justru ingin mendapatkan masukan yang apadanya dan sejujurnya," ucap Denny.
Ia memperingatkan bahwa jika Presiden menutup telinga dari masalah rakyat yang sesungguhnya, maka produk kebijakan yang dihasilkan berpotensi meleset dari sasaran.
"Presiden yang tidak diberikan informasi yang benar dan cukup akan mengambil kebijakan yang keliru," tegasnya.
Selain mendorong ruang komunikasi yang lebih terbuka, Denny juga menggarisbawahi pentingnya peran oposisi. Baginya, oposisi bukan musuh, melainkan alarm pengingat agar pemerintah tidak melenceng dari kebutuhan rakyat.
Melalui surat terbukanya, ia berharap Presiden Prabowo memiliki cakrawala informasi yang lebih luas dan beragam demi kepentingan publik.
Reporter : Agustin Dwi Anggraini