Temukan 36 Selongsong Peluru, Komanas HAM Dalami Dugaan Pelanggaran HAM Operasi Kembru

Muhamad Yasir

Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:20 WIB
Temukan 36 Selongsong Peluru, Komanas HAM Dalami Dugaan Pelanggaran HAM Operasi Kembru
Rapat koordinasi Komnas HAM dengan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) membahas penanganan korban dan pengungsi dari operasi keamanan di Distrik Kembru, Papua Tengah di Jakarta, Selasa (11/8/2026). [ANTARA/HO-Komnas HAM]
baca 10 detik
  • Komnas HAM mendalami dugaan pelanggaran HAM oleh Satgas Habema di Distrik Kembru.
  • Operasi keamanan tersebut mengakibatkan 12 warga meninggal dunia, 8 luka-luka, dan 1 orang hilang.
  • Dampak operasi memicu pengungsian bagi ribuan warga yang tersebar ke empat wilayah tujuan berbeda.

Suara.com - Komnas HAM mendalami dugaan pelanggaran HAM dalam operasi keamanan Satgas Habema di Distrik Kembru, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada 13-14 April 2026.

Dalam penelusurannya, Komnas HAM menemukan 36 selongsong peluru di sekitar honai masyarakat di Kampung Tinoti serta sejumlah fakta lain yang dinilai perlu didalami.

Anggota Komnas HAM Saurlin P. Siagian mengatakan pihaknya menemukan empat hal krusial yang mengindikasikan dugaan pelanggaran HAM dalam operasi tersebut.

"Komnas HAM menemukan empat hal krusial yang mengindikasikan adanya dugaan pelanggaran HAM terkait operasi keamanan oleh Satgas Habema pada 13-14 April 2026 di Distrik Kembru," ungkap Saurlin di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Berdasar catatan Komnas HAM, operasi tersebut mengakibatkan 12 warga meninggal dunia, delapan orang luka-luka, dan seorang warga dilaporkan hilang.

Selain itu, Komnas HAM menemukan adanya keterangan berbeda mengenai penembakan terhadap empat orang. Temuan 36 selongsong peluru di sekitar honai masyarakat di Kampung Tinoti juga menjadi bagian dari fakta yang kini didalami.

Saurlin mengatakan seluruh temuan tersebut belum dapat menjadi kesimpulan akhir. Komnas HAM masih mendalami rangkaian kejadian untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi dan pihak yang bertanggung jawab.

Komnas HAM juga mendorong proses hukum dilakukan secara adil dan transparan, termasuk membuka informasi mengenai empat orang yang disebut tertembak dalam operasi tersebut.

Ribuan Warga Mengungsi

baca juga

Dampak operasi keamanan tersebut juga memicu gelombang pengungsian. Berdasarkan data Komnas HAM, sedikitnya 2.899 warga mengungsi ke empat wilayah.

Rinciannya; 2.239 orang mengungsi ke Kabupaten Puncak Jaya, 350 orang ke Mimika, 300 orang ke Nabire, dan 10 orang ke Jayapura.

Komnas HAM meminta Kementerian Sosial, Palang Merah Indonesia (PMI), dan pemerintah daerah memastikan para pengungsi mendapatkan penanganan yang terpadu dan berkelanjutan.

"Penanganan pengungsi harus dilakukan secara komprehensif, integratif, dan berkelanjutan oleh Kementerian Sosial, PMI, dan pemerintah daerah," tegas Saurlin.

Menurut Saurlin, penanganan warga terdampak di lapangan tidak mudah.

Kondisi geografis pegunungan, keterbatasan jalan dan jembatan, minimnya sarana transportasi evakuasi, jaringan komunikasi, hingga jauhnya akses menuju fasilitas kesehatan menjadi sejumlah kendala.

Selain penanganan pengungsi, Komnas HAM mendorong pemulihan bagi warga yang terluka serta keluarga korban meninggal dunia.

Pendalaman terhadap temuan operasi Satgas Habema tersebut masih dilakukan untuk memastikan rangkaian peristiwa sekaligus mengungkap ada atau tidaknya pelanggaran HAM. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Wilayah Konflik, Kisah Siswa Mepa Boarding School Berlatih Paskibra Demi Kibarkan Merah Putih

Dari Wilayah Konflik, Kisah Siswa Mepa Boarding School Berlatih Paskibra Demi Kibarkan Merah Putih

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:05 WIB

Karhutla Papua Selatan Meluas: Mengapa Kalender Pencegahan Perlu Disesuaikan?

Karhutla Papua Selatan Meluas: Mengapa Kalender Pencegahan Perlu Disesuaikan?

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:55 WIB

Mengapa Menjaga Hutan Papua Tak Cukup Mengandalkan Konservasi?

Mengapa Menjaga Hutan Papua Tak Cukup Mengandalkan Konservasi?

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Terkini

Temukan 36 Selongsong Peluru, Komanas HAM Dalami Dugaan Pelanggaran HAM Operasi Kembru

Temukan 36 Selongsong Peluru, Komanas HAM Dalami Dugaan Pelanggaran HAM Operasi Kembru

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:20 WIB

Puan Maharani Ungkap 4 Nama Calon Petinggi BI Pilihan Presiden

Puan Maharani Ungkap 4 Nama Calon Petinggi BI Pilihan Presiden

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:17 WIB

Kepala KUA Pulau Beringin Tewas Ditikam, Cekcok Berawal dari Jemuran Kopi

Kepala KUA Pulau Beringin Tewas Ditikam, Cekcok Berawal dari Jemuran Kopi

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:16 WIB

Jokowi Tantang dr Tifa, Kalau Yakin 100 Persen Ijazahnya Palsu: Buktikan di Persidangan!

Jokowi Tantang dr Tifa, Kalau Yakin 100 Persen Ijazahnya Palsu: Buktikan di Persidangan!

Surakarta | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:13 WIB

Cegah Kriminal, BRI Hadirkan Fitur Notifikasi Real-Time WhatsApp dan SMS di BRImo

Cegah Kriminal, BRI Hadirkan Fitur Notifikasi Real-Time WhatsApp dan SMS di BRImo

Bri | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:11 WIB

Singgung Soal Transaksi Rp 809 Miliar, Nadiem Makarim Optimistis Vonis 10 Tahun Bisa Dikoreksi

Singgung Soal Transaksi Rp 809 Miliar, Nadiem Makarim Optimistis Vonis 10 Tahun Bisa Dikoreksi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:11 WIB

Makam Sutrimo Dibongkar, Polisi Dalami Kematian Eks Karumga Febrie Adriansyah

Makam Sutrimo Dibongkar, Polisi Dalami Kematian Eks Karumga Febrie Adriansyah

Foto | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:10 WIB

Hari UMKM Nasional, BRI Peduli Hadirkan Pendampingan dan Dukungan Usaha bagi UMKM Desa Brilian

Hari UMKM Nasional, BRI Peduli Hadirkan Pendampingan dan Dukungan Usaha bagi UMKM Desa Brilian

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:09 WIB

Sampah Plastik Punya 'Kehidupan Kedua', Cerita di Aloha Diolah Menjadi Furnitur

Sampah Plastik Punya 'Kehidupan Kedua', Cerita di Aloha Diolah Menjadi Furnitur

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:07 WIB

Perkuat Ekonomi Desa, BRI Peduli Dampingi UMKM melalui Program Desa Brilian

Perkuat Ekonomi Desa, BRI Peduli Dampingi UMKM melalui Program Desa Brilian

Surakarta | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:05 WIB

×