- Siswa Mepa Boarding School di Nabire, Papua Tengah, berlatih baris-berbaris untuk persiapan upacara Hari Kemerdekaan.
- Para pelajar tersebut berasal dari berbagai wilayah terdampak konflik serta sebagian merupakan anak-anak yatim.
- Pemerintah Provinsi Papua Tengah mendirikan sekolah itu untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak kurang beruntung.
Suara.com - Sejumlah siswa Mepa Boarding School, Nabire, Papua Tengah, mengikuti latihan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) sebagai persiapan upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam video yang diterima, para siswa terlihat berlatih baris-berbaris dengan mengenakan seragam sekolah. Mereka mengikuti setiap aba-aba dengan gerakan yang dilakukan secara serempak dan disiplin.
Para siswa Mepa Boarding School berasal dari sejumlah wilayah di Papua Tengah yang terdampak konflik, seperti Puncak Jaya, Puncak, Intan Jaya, Paniai, Deiyai, dan Dogiyai.
Sebagian siswa juga disebut merupakan anak yatim atau kehilangan orang tua akibat kondisi sulit yang mereka alami di daerah asal.
Mepa Boarding School didirikan Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari latar belakang kurang beruntung.
Selain mendapatkan pendidikan, para siswa mengikuti berbagai kegiatan yang membentuk kedisiplinan dan kebersamaan. Latihan Paskibra menjadi salah satu kegiatan yang dijalani para siswa menjelang peringatan kemerdekaan.
Kegiatan tersebut mempertemukan anak-anak dari berbagai wilayah Papua Tengah dalam satu barisan. Mereka berlatih bersama untuk menjalankan tugas dalam upacara pengibaran bendera Merah Putih.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap keberadaan Mepa Boarding School dapat memberikan kesempatan kepada anak-anak dari daerah terdampak konflik untuk memperoleh pendidikan dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Semangat yang dibangun di sekolah tersebut sejalan dengan prinsip “no child left behind” atau tidak boleh ada satu pun anak yang tertinggal.