RDF Rorotan, Solusi Baru atau Persoalan Baru bagi Sampah Jakarta?

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:15 WIB
RDF Rorotan, Solusi Baru atau Persoalan Baru bagi Sampah Jakarta?
Suasana pengolahan sampah di Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, Jakarta, Selasa (25/2/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mendorong pengoperasian Refuse-Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Jakarta Utara, sebagai salah satu bagian dari upaya mengelola sampah dari hulu hingga hilir.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan fasilitas tersebut menjadi bagian dari transisi pengelolaan sampah Jakarta menuju target 100% sampah terkelola.

Saat ini, RDF Plant Rorotan telah mengoperasikan satu lini dengan kapasitas pengolahan sekitar 800 ton sampah per hari.

“Jakarta memiliki sejumlah fasilitas pengelolaan sampah di dalam kota. Salah satunya RDF Plant Rorotan yang saat ini sudah mengoperasikan satu line dengan kapasitas 800 ton per hari,” kata Pramono, dikutip dari laman resmi Pemprov DKI Jakarta, Rabu (12/8).

Menurut Pramono, pengembangan RDF tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan sampah.

Infografis Bau Busuk RDF Rorotan vs Kesehatan Anak. (Suara.com/Emma)
Infografis Bau Busuk RDF Rorotan vs Kesehatan Anak. (Suara.com/Emma)

Pemerintah juga perlu memastikan fasilitas tersebut tidak menimbulkan persoalan baru bagi warga di sekitarnya, termasuk keluhan mengenai bau tidak sedap.

“Yang kami bangun bukan hanya kapasitas pengolahannya, tetapi juga sistem pengelolaan yang semakin baik. Masukan masyarakat menjadi bagian penting dari evaluasi agar fasilitas ini dapat beroperasi optimal sekaligus tetap memberikan kenyamanan bagi warga sekitar,” ujarnya.

RDF untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi mengatakan pemerintah telah menyiapkan lini berikutnya untuk meningkatkan kapasitas fasilitas tersebut.

baca juga

Persiapan itu, kata dia, juga dilakukan bersamaan dengan pembangunan akses jalan khusus menuju fasilitas RDF.

Dudi mengatakan RDF yang dihasilkan Rorotan telah dimanfaatkan oleh industri semen sebagai bahan bakar alternatif.

“RDF yang dihasilkan telah dimanfaatkan secara kontinu oleh industri semen sebagai bahan bakar alternatif. Ini menunjukkan sampah dapat diolah menjadi sumber daya yang kembali memiliki nilai guna sekaligus mengurangi beban pengelolaan pada tahap akhir,” katanya.

Namun, penggunaan RDF sebagai salah satu solusi persoalan sampah Jakarta mendapat kritik dari kelompok lingkungan.

Greenpeace menyebut RDF sebagai solusi palsu

Greenpeace Indonesia menilai pengembangan RDF Plant Rorotan belum menyentuh akar persoalan sampah Jakarta.

Kepala Greenpeace Indonesia Leonard Simanjuntak menyebut RDF sebagai “solusi palsu” karena menurutnya teknologi tersebut tidak menyelesaikan persoalan sampah dari sumbernya.

“Selain tidak menyelesaikan akar masalah, proses RDF juga menghasilkan polusi udara yang signifikan, yang semakin memperburuk kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat,” kata Leonard.

Greenpeace menyoroti ketimpangan antara jumlah sampah yang masuk ke sistem pengelolaan Jakarta dan kapasitas RDF.

Sampah yang diterima Jakarta disebut dapat mencapai sekitar 7.500 hingga 8.000 ton per hari. Sementara teknologi RDF, menurut Greenpeace, hanya mampu mengolah sekitar 1.500 hingga 2.000 ton sampah per hari.

Artinya, kapasitas RDF masih jauh dari cukup untuk menangani seluruh timbulan sampah Jakarta.

Persoalan lain muncul dari komposisi sampah yang masuk ke fasilitas tersebut.

Mengacu pada riset International Pollutants Elimination Network (IPEN), Greenpeace menyebut sampah yang dikelola dalam sistem RDF dapat mengandung rata-rata sekitar 50% plastik campuran.

Material tersebut kemudian digunakan sebagai bahan bakar.

Greenpeace menilai kondisi ini berisiko menimbulkan persoalan pencemaran, terutama jika pengolahan dan pembakaran tidak disertai pengendalian emisi yang memadai.

Sampah plastik dan persoalan dari hulu

Bagi Greenpeace, persoalan utama Jakarta bukan sekadar bagaimana mengolah sampah yang sudah terkumpul. Masalahnya dimulai jauh sebelum sampah masuk ke fasilitas pengolahan.

Juru Kampanye Isu Plastik dan Perkotaan Greenpeace Indonesia Ibar Akbar mengatakan pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan pembangunan fasilitas berteknologi tinggi untuk menyelesaikan persoalan sampah.

“Pemerintah harus serius dalam menerapkan regulasi pengurangan plastik sekali pakai, termasuk insentif untuk sistem guna ulang (reuse) sebagai langkah serius untuk mengurangi dampak limbah plastik,” kata Ibar.

Menurut Greenpeace, pengurangan sampah dari sumbernya harus berjalan bersamaan dengan sistem pemilahan dan pengolahan yang lebih berkelanjutan.

Organisasi tersebut juga menyoroti transparansi mengenai pelibatan masyarakat serta perlunya kajian yang lebih mendalam mengenai dampak fasilitas pengolahan sampah terhadap lingkungan dan warga sekitar.

Penulis: Chairunisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Sampah Jadi Berkah: Kisah Armawati Gerakan Perubahan

Dari Sampah Jadi Berkah: Kisah Armawati Gerakan Perubahan

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:03 WIB

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:13 WIB

Pemerintah Diskon 50% Iuran JKK-JKM untuk Pekerja di Sektor Sampah

Pemerintah Diskon 50% Iuran JKK-JKM untuk Pekerja di Sektor Sampah

Foto | Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:07 WIB

Terkini

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

×