Nelayan di Zona Perang, Mencari Ikan Ketemunya Rudal dan Ranjau Laut

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:05 WIB
Nelayan di Zona Perang, Mencari Ikan Ketemunya Rudal dan Ranjau Laut
Konflik militer dan ranjau di Laut Merah mengancam keselamatan serta melumpuhkan mata pencaharian nelayan Yaman. (Al Jazeera)
baca 10 detik
  • Konflik militer dan penyebaran ranjau laut melumpuhkan mata pencaharian puluhan ribu nelayan Yaman.
  • Pembatasan akses berlayar serta bahaya penembakan memaksa nelayan beralih profesi ke sektor darat.
  • Strategisnya posisi Laut Merah menjadikan wilayah pesisir Yaman arena pertempuran yang mengancam jiwa.

Suara.com - Perang dan penanaman ranjau di sepanjang perairan Laut Merah telah mengubah wilayah tangkapan ikan nelayan Yaman menjadi arena pertempuran mematikan. Krisis keamanan ini menghancurkan fondasi ekonomi pesisir dan memaksa puluhan ribu pekerja laut mempertaruhkan nyawa demi memberi makan keluarga.

Blokade wilayah laut oleh faksi bersenjata serta risiko ledakan bawah air memicu kehancuran mata pencaharian utama warga pesisir. Kondisi tersebut menciptakan pola migrasi pekerjaan baru, di mana para nelayan terpaksa menjual aset melaut untuk beralih ke profesi darat.

Membengkaknya biaya bahan bakar dan sewa perahu kian memperberat beban hidup nelayan di wilayah al-Makha. Tantangan terbesar pekerja pesisir saat ini bukan lagi minimnya tangkapan ikan, melainkan ancaman tidak bisa kembali dengan selamat.

ilustrasi Laut Merah [Suara.com/Google Maps]
ilustrasi Laut Merah [Suara.com/Google Maps]

Insiden penembakan terhadap kapal nelayan lokal di al-Khawkhah baru-baru ini menewaskan dua orang tanpa adanya kejelasan dari otoritas terkait. Kejadian misterius tersebut memperpanjang daftar kasus hilangnya para pekerja laut tanpa jejak di perbatasan perairan konflik.

“Baru-baru ini, sebuah kapal nelayan di al-Khawkhah ditembaki, dan kami kehilangan dua rekan,” kata Mazhar dikutip dari Al Jazeera, Kamis (12/8/2026).

“Tidak ada yang tahu alasannya, dan pihak berwenang belum mengumumkan penyebab kejadian tersebut.”

Mengapa Perairan Laut Merah Kini Sangat Berbahaya Bagi Nelayan?

Kawasan pesisir Laut Merah Yaman merupakan pusat industri perikanan nasional yang dulunya menjadi penyumbang ekspor terbesar kedua setelah minyak bumi. Sejak perang pecah pada 2015, hasil studi tahun 2018 mencatat volume ekspor ikan dari wilayah ini sudah merosot tajam hingga 70 persen.

Restriksi ketat yang diberlakukan oleh faksi militer membatasi zona berlayar nelayan hingga ke area dangkal dekat pantai. Pembatasan ini membuat para nelayan kehilangan akses ke terumbu karang buatan yang telah mereka bangun secara swadaya.

baca juga

“Kami membayar uang untuk membeli tong bekas dan bangkai mobil untuk dibuang ke laut guna membentuk terumbu karang buatan. Namun, dengan setiap eskalasi di Laut Merah, kami dilarang mengakses terumbu karang kami karena alasan militer dan dipaksa menangkap ikan di dekat pantai,” kata Mazhar.

“Saya tidak dapat menyebutkan pihak yang membatasi kami saat ini karena saya seorang nelayan, dan berbicara dapat menempatkan saya dalam risiko,” kata Mazhar.

“Tetapi kedua belah pihak yang bertikai telah mencegah kami berlayar pada waktu yang berbeda. Kami adalah korban dari setiap faksi yang bertempur di wilayah kami.”

“Pada akhirnya, nelayanlah yang menderita demi menghidupi keluarga mereka,” kata Mazhar.

“Kami tidak punya andil dalam perang ini, namun kami menanggung konsekuensi terburuknya.”

Bagaimana Ancaman Ranjau Bawah Air Mengancam Jiwa Nelayan?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Saja Tuntutan Iran dan Amerika Serikat untuk Akhiri Perang di Selat Hormuz?

Apa Saja Tuntutan Iran dan Amerika Serikat untuk Akhiri Perang di Selat Hormuz?

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:58 WIB

Harga Minyak Stabil di Tengah Eskalasi Serangan di Jalur Pelayaran Timur Tengah

Harga Minyak Stabil di Tengah Eskalasi Serangan di Jalur Pelayaran Timur Tengah

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Ini Dia Sosok Petinggi Militer AS Diamuk Tentara di Kapal Perang USS Abraham Lincoln, 7 Tewas

Ini Dia Sosok Petinggi Militer AS Diamuk Tentara di Kapal Perang USS Abraham Lincoln, 7 Tewas

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:24 WIB

Terkini

Luncurkan Motor Listrik Nasional, Presiden Prabowo Ancam Batasi Penggunaan Motor Bensin

Luncurkan Motor Listrik Nasional, Presiden Prabowo Ancam Batasi Penggunaan Motor Bensin

Otomotif | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:28 WIB

Bertambah, Total 4 Orang Jadi Tersangka Kasus Hafalan Alquran Berhadiah Miras

Bertambah, Total 4 Orang Jadi Tersangka Kasus Hafalan Alquran Berhadiah Miras

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Indonesia Tak Mau Cuma Jadi Pengguna AI, Wamen Nezar Ungkap Strategi Kuasai 5 Lapisan Teknologi AI

Indonesia Tak Mau Cuma Jadi Pengguna AI, Wamen Nezar Ungkap Strategi Kuasai 5 Lapisan Teknologi AI

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:19 WIB

DPR Setuju Prabowo Evaluasi Buku Sekolah, Tapi Beri Syarat: Harus Gratis dan Tanpa Bisnis

DPR Setuju Prabowo Evaluasi Buku Sekolah, Tapi Beri Syarat: Harus Gratis dan Tanpa Bisnis

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:15 WIB

Kanker Payudara dan Serviks Bisa Diam-Diam Berkembang, Jangan Tunggu Sampai Muncul Gejala!

Kanker Payudara dan Serviks Bisa Diam-Diam Berkembang, Jangan Tunggu Sampai Muncul Gejala!

Health | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:15 WIB

Status dan Latar Belakang Tak Boleh Halangi Hak Korban Kekerasan Mendapat Keadilan

Status dan Latar Belakang Tak Boleh Halangi Hak Korban Kekerasan Mendapat Keadilan

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:15 WIB

3 BB Cream Lokal Murah tapi Bagus Mulai Rp30 Ribuan, Cek Pilihannya

3 BB Cream Lokal Murah tapi Bagus Mulai Rp30 Ribuan, Cek Pilihannya

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:15 WIB

4 Tone Up Sunscreen Korea Vitamin C, Rahasia Punya Wajah Cerah Seharian!

4 Tone Up Sunscreen Korea Vitamin C, Rahasia Punya Wajah Cerah Seharian!

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:15 WIB

UPH Festival 2026 Bekali Ribuan Mahasiswa Baru Temukan Jati Diri untuk Jadi Pemimpin Berdampak

UPH Festival 2026 Bekali Ribuan Mahasiswa Baru Temukan Jati Diri untuk Jadi Pemimpin Berdampak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:13 WIB

Kemarau 3 Bulan, Warga Grobogan Gali Belik di Dasar Sungai

Kemarau 3 Bulan, Warga Grobogan Gali Belik di Dasar Sungai

Foto | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:12 WIB

×