Siapa Bos Gendut? Gembong Narkoba Kampung Bahari Tertangkap BNN

Agung Pratnyawan

Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:25 WIB
Siapa Bos Gendut? Gembong Narkoba Kampung Bahari Tertangkap BNN
ilustrasi penangkapan, borgol. [Envato Elements]
baca 10 detik
  • Bos Gendut (MR) adalah gembong narkoba buronan BNN sejak 2025.
  • Ia ditangkap di Mangga Besar dengan bukti 98 kg sabu.
  • BNN menyita aset TPPU senilai Rp 39,95 miliar miliknya.

Suara.com - MR atau Bos Gendut adalah seorang gembong narkoba kelas kakap yang mengendalikan jaringan besar di Kampung Bahari, Jakarta Utara.

Ia merupakan buronan utama Badan Narkotika Nasional (BNN) sejak 7 November 2025, setelah terbukti terlibat dalam kasus kepemilikan 98 kilogram narkotika jenis sabu.

Sepak terjang pria ini akhirnya terhenti pada Rabu malam, 12 Agustus 2026, sekitar pukul 20.09 WIB. Tim dari BNN RI berhasil membekuk Bos Gendut saat ia bersembunyi di sebuah salon kecantikan kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat.

Bos Gendut ditangkap di salon kecantikan

Direktur Penindakan dan Pengejaran Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI, Brigadir Jenderal Polisi Roy Hardi Siahaan, membenarkan proses penangkapan buronan kelas kakap tersebut.

Ia menjelaskan bahwa operasi ini diawali dengan proses intelijen dan pembuntutan yang sangat terencana.

"Yang bersangkutan kami ikuti dari mulai Kampung Bahari ke luar menuju Mangga Besar lalu kami tangkap di salah satu salon kecantikan dan sekarang sudah kami amankan di BNN," ujar Brigjen Pol. Roy dalam konferensi pers di Jakarta, kamis (13/8/2026).

Sebagai salah satu bandar terbesar di ibu kota, Bos Gendut tidak hanya menyimpan stok sabu dalam jumlah fantastis. Saat menggeledah markas dan lokasi persembunyiannya, petugas BNN turut menyita barang bukti lain.

Kekuatan jaringan ini juga terlihat dari temuan perlengkapan pertahanan mereka yang sangat berbahaya.

baca juga

Petugas mengamankan senjata api, senjata tajam, peluru aktif, hingga emas batangan sebagai bentuk simpanan kekayaan.

Gaya hidup mewah yang didapat dari hasil kejahatan ini juga terlihat dari kendaraan operasional tersangka. BNN menyita mobil mewah jenis BMW pada saat operasi penangkapan MR di salon kecantikan tersebut.

Penangkapan Bos Gendut

Operasi penangkapan sindikat ini sama sekali tidak berjalan tanpa hambatan. BNN yang dibantu anggota Polri juga harus mengamankan dua orang loyalis Bos Gendut di sekitar lokasi kejadian perkara.

Kedua pengikut setia bandar narkoba ini sempat melakukan perlawanan sengit terhadap petugas keamanan.

Akibat insiden bentrokan fisik tersebut, seorang anggota Polri yang melakukan penggerebekan mengalami luka di bagian bawah mata.

Meski mendapat perlawanan keras, BNN menegaskan bahwa upaya pembersihan kawasan narkoba tidak akan pernah surut.

"Namun kami tetap akan melaksanakan operasi terhadap Kampung Bahari karena ada beberapa orang lagi yang masih ada bercokol selain Bos Gendut yang sudah kami amankan," ungkap Roy..

Hingga kini, aparat kepolisian dan penyidik BNN masih mendalami hubungan hierarki antara kedua loyalis yang ditangkap dengan sang Bos Gendut.

Penyelidikan mendalam terus berlangsung guna membongkar keseluruhan akar jaringan kriminal ini 

Penyitaan Aset Bos Gendut

Penyitaan aset-aset berharga dari kelompok kriminal ini masih terus berlanjut hingga Kamis pagi, 13 Agustus 2026, sekitar pukul 06.00 WIB.

Dari pengembangan terhadap anggota kelompok ini, BNN kembali mengamankan barang bukti tambahan berupa satu unit sepeda motor Vespa dan sebuah mobil.

Kasus besar ini dipastikan tidak akan berhenti pada sekadar penemuan narkotika dan kepemilikan senjata api.

BNN RI secara resmi juga menerapkan jerat pidana ganda terkait kejahatan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terhadap MR.

Penyidik menyita uang tunai bernilai fantastis yang disinyalir sebagai uang hasil perputaran transaksi narkoba.

Jumlah uang tunai hasil operasi ilegal yang berhasil disita mencapai angka Rp 1,27 miliar.

Tidak hanya menyasar uang tunai, BNN juga melakukan pengembangan pencarian aset properti dan kekayaan tersangka.

Hasilnya sungguh mengejutkan, aset dengan nilai kumulatif mencapai Rp 39,95 miliar telah dibekukan dan disita oleh pihak negara

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geger Penangkapan Bos Gendut: BNN Temukan 98 Kg Sabu, Senpi, hingga Tumpukan Emas Batangan

Geger Penangkapan Bos Gendut: BNN Temukan 98 Kg Sabu, Senpi, hingga Tumpukan Emas Batangan

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:14 WIB

Sita Aset Rp39,9 M Milik Bos Gendut, Petugas BNN Ditembaki Petasan di Kampung Bahari

Sita Aset Rp39,9 M Milik Bos Gendut, Petugas BNN Ditembaki Petasan di Kampung Bahari

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:35 WIB

Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba

Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:48 WIB

Terkini

Promosi Miras Pakai Ayat Alquran Dinilai Penistaan Agama, FKBI Dorong Publik Boikot Produknya

Promosi Miras Pakai Ayat Alquran Dinilai Penistaan Agama, FKBI Dorong Publik Boikot Produknya

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:41 WIB

Selamatkan Lahan Pertanian di Sulawesi Selatan, Gubernur: Tim Sudah Lakukan Pompanisasi

Selamatkan Lahan Pertanian di Sulawesi Selatan, Gubernur: Tim Sudah Lakukan Pompanisasi

Sulsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:40 WIB

4 Cara Digital Detox untuk Mengurangi Ketergantungan pada Gadget

4 Cara Digital Detox untuk Mengurangi Ketergantungan pada Gadget

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:40 WIB

Luncurkan Motor Listrik Nasional, Presiden Prabowo Ancam Batasi Penggunaan Motor Bensin

Luncurkan Motor Listrik Nasional, Presiden Prabowo Ancam Batasi Penggunaan Motor Bensin

Otomotif | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:28 WIB

Bertambah, Total 4 Orang Jadi Tersangka Kasus Hafalan Alquran Berhadiah Miras

Bertambah, Total 4 Orang Jadi Tersangka Kasus Hafalan Alquran Berhadiah Miras

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Indonesia Tak Mau Cuma Jadi Pengguna AI, Wamen Nezar Ungkap Strategi Kuasai 5 Lapisan Teknologi AI

Indonesia Tak Mau Cuma Jadi Pengguna AI, Wamen Nezar Ungkap Strategi Kuasai 5 Lapisan Teknologi AI

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:19 WIB

DPR Setuju Prabowo Evaluasi Buku Sekolah, Tapi Beri Syarat: Harus Gratis dan Tanpa Bisnis

DPR Setuju Prabowo Evaluasi Buku Sekolah, Tapi Beri Syarat: Harus Gratis dan Tanpa Bisnis

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:15 WIB

Kanker Payudara dan Serviks Bisa Diam-Diam Berkembang, Jangan Tunggu Sampai Muncul Gejala!

Kanker Payudara dan Serviks Bisa Diam-Diam Berkembang, Jangan Tunggu Sampai Muncul Gejala!

Health | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:15 WIB

Status dan Latar Belakang Tak Boleh Halangi Hak Korban Kekerasan Mendapat Keadilan

Status dan Latar Belakang Tak Boleh Halangi Hak Korban Kekerasan Mendapat Keadilan

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:15 WIB

3 BB Cream Lokal Murah tapi Bagus Mulai Rp30 Ribuan, Cek Pilihannya

3 BB Cream Lokal Murah tapi Bagus Mulai Rp30 Ribuan, Cek Pilihannya

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:15 WIB

×