- Ketua DPD RI Sultan B Najamudin meninjau persiapan akhir Sidang Tahunan MPR dan Bersama DPR-DPD di Senayan, Jakarta, Kamis (13/8/2026).
- Persiapan acara HUT ke-81 RI yang mengusung tagline Daerah Kuat, Indonesia Berdaulat tersebut telah mencapai sembilan puluh persen.
- Sultan menekankan pentingnya menjaga etika persidangan demi kelancaran acara serta mempererat persatuan seluruh elemen bangsa.
Suara.com - Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Sultan B Najamudin, memastikan seluruh rangkaian persiapan untuk Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI-DPD RI dalam rangka Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia telah berjalan optimal.
Hingga kekinian, tahap simulasi dan gladi bersih telah rampung dilaksanakan di Gedung Nusantara, Komplek Parlemen Senayan.
Sultan, yang didampingi oleh Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung dan Sekjen DPD RI Mohammad Iqbal, menyatakan bahwa koordinasi dengan berbagai pihak telah dilakukan untuk memastikan acara berjalan sesuai rencana.
"Semua sudah dipersiapkan, baik itu gladi pertama maupun kedua. Baru saja selesai gladi bersih dan persiapannya sudah 90 persen rampung dengan melibatkan seluruh stakeholder. Rundown acara juga sudah terukur dengan baik," ucap Sultan seusai meninjau kesiapan di lokasi, Kamis (13/8/2026).
Sebagai tuan rumah tahun ini, DPD RI mengusung tagline khusus yang selaras dengan semangat nasional, yakni ‘Daerah Kuat, Indonesia Berdaulat’.
Sultan menekankan, bahwa kedaulatan bangsa sangat bergantung pada soliditas dan kekuatan daerah-daerah di seluruh Nusantara.
“Kunci utama kekuatan negara terletak pada persatuan, di mana Indonesia akan menjadi berdaulat jika seluruh daerah kuat dan solid,” tuturnya.
Selain aspek teknis, Sultan juga memberikan atensi khusus pada aspek etika persidangan. Ia merespons positif imbauan Ketua DPR RI Puan Maharani mengenai pentingnya menjaga sikap selama agenda kenegaraan tersebut berlangsung.
Menurutnya, sebagai bagian dari keluarga besar MPR RI, para anggota harus menjaga kehormatan lembaga.
“Sudah seyogianya kita menjaga sikap dan etika itu. Saya secara pribadi menghimbau harus menjaga sikap dan etika itu,” imbuhnya.
Sultan berharap perhelatan akbar pada esok hari dapat berlangsung dengan khidmat, aman, dan tanpa kendala teknis maupun non-teknis yang dapat menimbulkan persepsi negatif di mata publik.
Suasana nasionalisme juga akan diperkuat dengan iringan lagu-lagu perjuangan sepanjang acara.
“Melalui persiapan yang matang ini, perayaan Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia diharapkan dapat menjadi momentum berharga untuk mempererat persatuan seluruh elemen bangsa,” pungkasnya.