- Iran sengaja memperpanjang perang untuk memperbesar beban ekonomi dan politik Amerika Serikat.
- Pengamat menilai AS kehabisan cara untuk memaksa Iran tunduk dalam situasi kebuntuan.
- Menlu Iran menyebut manuver militer AS gagal akibat ketidakakuratan data intelijen.
Ia juga menambahkan kritik tajam terkait operasi militer Amerika di jalur perdagangan vital tersebut.
"Tindakan Washington di Selat Hormuz merupakan kesalahan kalkulasi yang jauh lebih besar," ungkap Araghchi dalam unggahannya.
Ia mengakhiri pernyataannya dengan menekankan bahaya dari informasi intelijen yang tidak valid.
"Yang lebih buruk dari berita palsu adalah intelijen palsu," kata Araghchi menegaskan.
Eskalasi konflik ini berakar dari rentetan ketegangan domestik Iran pada akhir tahun lalu yang kemudian berlanjut pada aksi militer langsung pihak luar. Serangan AS-Israel pada akhir Februari lalu yang semula ditujukan untuk mempercepat kejatuhan rezim, kini justru memicu perang urat saraf berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.