- Warga Jalan Indramayu Menteng menolak pemasangan tiang portal liar yang dilakukan tanpa musyawarah.
- Ketua RT menduga pemasangan portal secara diam-diam tersebut didalangi oleh seorang pejabat negara guna kepentingan pribadi.
- Warga telah melayangkan surat terbuka kepada Pemprov DKI Jakarta untuk menuntut tindakan tegas serta transparansi pembangunan tersebut.
Suara.com - Kawasan elit Menteng, Jakarta Pusat, tengah jadi perbincangan. Sebuah plang protes mendadak viral setelah warga di Jalan Indramayu, RT 01 RW 05, Kecamatan Menteng, terang-terangan menolak rencana pemasangan portal jalan yang diduga dilakukan secara sepihak.
Pantauan Suara.com di lokasi pada Jumat (14/8/2026), tiang portal tersebut sudah berdiri tegak di sudut Jalan Indramayu yang berbatasan langsung dengan Jalan H. Agus Salim.
Meski tiang sudah tertanam, aktivitas penutupan jalan belum terlihat. Termasuk tidak terlihat tiang panjang portal tersebut.
Pemasangan portal ini pun memicu kemarahan warga. Ketua RT 01/RW 05, Puji Siregar, mengungkapkan rencana pemasangan portal itu sama sekali tidak melibatkan diskusi dengan pengurus RT maupun warga setempat.
Puji khawatir, penutupan akses ini akan melumpuhkan mobilitas warga dan hanya menguntungkan pihak tertentu. Ironisnya, pemasangan portal diduga dilakukan secara diam-diam pada malam hari untuk menghindari pantauan masyarakat.
"Selain kecerobohan yang dibangun karena tanpa adanya diskusi dan kesepakatan dengan warga, juga menunjukan pembangunan portal ini semata-mata untuk kepentingan ataupun keselamatan perorangan tanpa mempedulikan dampak jangka panjang bagi warga setempat dan yang tinggal di sekitarnya ataupun pelintasnya," ungkap Puji kepada Suara.com.

Aroma kepentingan pribadi tercium kuat di balik rencana pembangunan portal ini.
Puji menduga ada "tangan kuat" seorang pejabat negara yang berdomisili di sekitar lokasi tersebut sebagai dalang di balik pemasangan portal.
Meski tidak menyebut nama secara gamblang, Puji memberikan petunjuk yang cukup spesifik mengenai sosok yang dimaksud.
"Yang pasti bukan dari warga. Tapi ditempat tinggal lingkungan kami memang ada pejabat negara yang tahun lalu pada tanggal 25 Agustus 2025 kabur entah kemana ketika ada penyerudukan rumah-rumah pejabat," kata Puji.
Tak tinggal diam, Puji bersama warga telah melayangkan surat terbuka kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Mereka menuntut tindakan tegas dan transparansi atas rencana pembangunan portal tersebut.
Menyeret Nama Ketua DPR RI
Terpisah, seorang sumber internal di lokasi mengonfirmasi bahwa pemasangan portal tersebut terjadi secara spontan dan tanpa sosialisasi.
Saat dikonfirmasi mengenai siapa "orang kuat" di balik portal tersebut, ia memilih untuk berhati-hati.
Namun, sumber tersebut memberikan catatan menarik mengenai deretan penghuni di kawasan elit Jalan Indramayu. Dikabarkan, salah satu pemilik rumah di jalan tersebut adalah Ketua DPR RI, Puan Maharani.
Kendati demikian, keterkaitan langsung pihak Puan Maharani dalam pemasangan portal ini masih belum bisa dikonfirmasi secara pasti.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu respons dari Pemprov DKI Jakarta, dalamhal ini Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk membongkar portal yang dianggap mencederai kepentingan publik tersebut.
Isi Surat Terbuka
Surat Terbuka untuk Pak Gubernur @pramonoanungw & Wakil Gubernur @si.rano Provinsi DKI Jakarta, & Ibu @puanmaharaniri
Jumat, 24 Juli 2026 dipagi hari saya, Ketua RT.001/05, dikejutkan dengan telah terpasannya pancang dari tiang portal diujung Jalan Indramayu, Menteng, Jakarta Pusat.
Apa yg terjadi langsung saya laporkan kepada warga yg tergabung dalam WAG RT.001/05, Kel. Menteng & Kec. Menteng, Jakarta Pusat termasuk Pak Lurah dan Bu Camat Menteng, Jakarta Pusat
Pertanyaan yg paling mendasar untuk siapakah portal ini dibangun ? Mengapa Pemprov DKI Jakarta menghabiskan APBD 2026 untuk pembangunan yg bukan skala prioritas lingkungan, padahal ada sekolah yg terbengkalai selama dua tahun. Ditambah lagi pembangunan portal ini tidak pernah ada konsultasi dgn pemangku lingkungan setempat.
Mengapa kami yg tinggal diwilayah RT.001/05, Kel. Menteng, Kec.Menteng, Jakarta Pusat harus menderita karena SATU ORANG, yg dilingkungan terkecil saja sudah mencoba merampas hak lingkungan dan hak bertetangga, padahal dgn pajak rumah kami, kami turut membantu pembangunan DKI Jakarta
Silahkan cek kepada Camat & Lurah Menteng, Jakarta Pusat, bagaimana kami, selaku warga DKI Jakarta turut menciptakan kebersamaan lingkungan untuk DKI Jakarta dan bukannya malah menciptakan eksklusifitas tidak jelas atas nama keamanan
Silahkan kunjungi lingkungan kami yg sudah begitu banyak tantangan dan kali ini tidak akan tinggal diam, karena tugas kami hanya berikhtiar jika kesewenangan itu makin menjadi-jadi ...
Bismillah, In Syaa Allah Allah SWT meridhoi langkah kami, Aamiin yrb ...
Hormat Kami,
Ketua RT.001/05.
Reporter: Alif Bintang