Penjelasan NASA Bumi Tidak Mengelilingi Matahari

Pebriansyah Ariefana

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:55 WIB
Penjelasan NASA Bumi Tidak Mengelilingi Matahari
Ilustrasi satelit navigasi di orbit Bumi (Shutterstock).
baca 10 detik
  • Bumi dan planet lain mengitari titik barisentrum yang sering berada di luar Matahari.

  • Gravitasi Yupiter dan Saturnus menarik pusat massa tata surya keluar dari inti Matahari.

  • Sistem Bumi dan Bulan juga berputar mengelilingi titik barisentrum bersama di ruang angkasa.

Suara.com - Bumi dan planet-planet di tata surya ternyata tidak pernah mengelilingi titik pusat Matahari secara langsung. Seluruh benda langit tersebut bergerak mengitari titik keseimbangan massa bersama bernama barisentrum yang sering berada di luar Matahari.

Penyederhanaan materi pelajaran sekolah selama ini menyembunyikan fakta dinamisnya gerak orbit ruang angkasa. Pemahaman baru ini mengubah cara pandang awam mengenai gravitasi yang selama ini dianggap bekerja secara satu arah.

Planet raksasa seperti Yupiter dan Saturnus menarik pusat massa tata surya keluar dari tubuh Matahari. Interaksi gravitasi antarobjek berukuran masif secara konsisten menggeser titik orbit bersama tersebut.

NASA melaporkan bulan Juli 2023 sebagai bulan dengan suhu terpanas dalam sejarah (Instagram/pubity)
NASA melaporkan bulan Juli 2023 sebagai bulan dengan suhu terpanas dalam sejarah (Instagram/pubity)

Meskipun Matahari menyerap porsi massa terbesar, gravitasi tetap berlaku dua arah bagi setiap objek. Massa Bumi yang sangat kecil sekalipun tetap memberikan gaya tarik balasan terhadap Matahari.

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menjelaskan mekanisme hukum mekanika benda langit ini melalui keterkaitan massa.

"Hukum ketiga Kepler menjelaskan hubungan antara massa dua objek yang saling berputar mengelilingi satu sama lain dan penentuan parameter orbit," penjelasan NASA, dikutip dari iflscience.

"Bayangkan sebuah bintang kecil dalam orbit mengelilingi bintang yang lebih masif. Kedua bintang tersebut sebenarnya berputar mengelilingi pusat massa bersama, yang disebut barisentrum. Ini berlaku tanpa memandang ukuran atau massa dari masing-masing objek yang terlibat. Mengukur gerakan bintang di sekitar barisentrumnya dengan planet yang masif adalah salah satu metode yang telah digunakan untuk menemukan sistem planet yang terkait dengan bintang-bintang jauh."

Keberadaan Yupiter dengan massa 1.048 kali lebih kecil dari Matahari sudah cukup untuk menggoyang posisi pusat gravitasi. Titik imbang tersebut akhirnya lebih sering melayang di ruang hampa luar Matahari.

Kondisi ini membuat jalur lintasan Bumi di antariksa sebenarnya mengitari area kosong. Benda langit bergerak mengikuti hukum fisika yang jauh lebih kompleks daripada sekadar mengelilingi bola gas raksasa.

baca juga

Astronom planet sekaligus komunikator sains, James O'Donoghue, memaparkan realita teknis mengenai pergerakan planet-planet tersebut.

"Planet-planet mengelilingi Matahari secara umum," O'Donoghue menjelaskan di X (Twitter).

"Tetapi secara teknis mereka tidak mengelilingi Matahari saja karena pengaruh gravitasi (utamanya) Yupiter berarti planet-planet harus mengelilingi titik baru di ruang angkasa."

"Planet-planet tentu saja mengelilingi Matahari, kita hanya bersikap pedantik tentang situasi ini," tambahnya.

"Pemikiran alami adalah bahwa kita mengelilingi pusat Matahari, tetapi itu sangat jarang terjadi, yaitu sangat jarang pusat massa tata surya menyatu dengan pusat Matahari."

Fenomena pergeseran titik imbang ini juga terjadi pada skala sistem yang lebih kecil. Hubungan gravitasi antara planet dan satelit alaminya membentuk pola pergerakan yang serupa.

Bumi dan Bulan saling mengorbit pada titik barisentrum yang berjarak sekitar 5.000 kilometer dari pusat inti Bumi. Kedudukan titik tersebut terus bergeser seiring menjauhnya posisi Bulan secara perlahan.

Visualisasi model tata surya di ruang kelas sengaja disederhanakan agar mudah dicerna oleh anak-anak. Pendekatan ini diambil sebelum siswa mempelajari konsep interaksi massa dan barisentrum yang lebih rumit.

Sains modern membuktikan bahwa hampir seluruh realitas alam semesta bekerja lebih kompleks dari teori dasar. Pengetahuan dasar sekolah berfungsi sebagai pijakan awal sebelum memahami mekanisme gravitasi yang sebenarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mobil Terjemur Terik Matahari, Bagian Apa yang Perlu Jadi Sorotan?

Mobil Terjemur Terik Matahari, Bagian Apa yang Perlu Jadi Sorotan?

Otomotif | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 09:41 WIB

Berpacu Waktu, Pencarian Korban Gempa Bumi Kolombia Masuk Fase Akhir

Berpacu Waktu, Pencarian Korban Gempa Bumi Kolombia Masuk Fase Akhir

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:11 WIB

10 Cara Mengatasi Kulit Wajah Memerah dan Terbakar Matahari

10 Cara Mengatasi Kulit Wajah Memerah dan Terbakar Matahari

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:40 WIB

Terkini

Mendagri Tegaskan Daerah Fiskal Rendah dan Terdampak Bencana Jadi Prioritas TKD

Mendagri Tegaskan Daerah Fiskal Rendah dan Terdampak Bencana Jadi Prioritas TKD

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:42 WIB

2 Tanker BUMN UEA Diserang di Selat Hormuz

2 Tanker BUMN UEA Diserang di Selat Hormuz

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:40 WIB

Perbedaan Shio Tikus Elemen Kayu, Api, Tanah, Logam, dan Air: Begini Karakternya

Perbedaan Shio Tikus Elemen Kayu, Api, Tanah, Logam, dan Air: Begini Karakternya

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:40 WIB

Bangkit Berkat Huntara, Warga Agam Kini Kembangkan Usaha Berbasis Potensi Lokal

Bangkit Berkat Huntara, Warga Agam Kini Kembangkan Usaha Berbasis Potensi Lokal

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:36 WIB

SMP dan SMA Sekolah Tumbuh Gandeng Neon Bit Kembangkan Pembelajaran Coding dan Robotik

SMP dan SMA Sekolah Tumbuh Gandeng Neon Bit Kembangkan Pembelajaran Coding dan Robotik

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:30 WIB

4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?

4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:20 WIB

Fakta Ilmiah Cara Sabun Membersihkan Baju dari Noda Membandel

Fakta Ilmiah Cara Sabun Membersihkan Baju dari Noda Membandel

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:05 WIB

BREAKING NEWS: Peringatan Tsunami di Flores Usai Gempa 7,0

BREAKING NEWS: Peringatan Tsunami di Flores Usai Gempa 7,0

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

×