UPH Festival 2026, Mahasiswa Baru Dibekali Cara Menghadapi Dunia dengan Ilmu, Integritas, dan Tujuan

Fabiola Febrinastri

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:06 WIB
UPH Festival 2026, Mahasiswa Baru Dibekali Cara Menghadapi Dunia dengan Ilmu, Integritas, dan Tujuan
UPH Festival 2026, dengan ‘Imago Dei: Created by God, Restored in Christ, Called to Transform’. (Dok: UPH)

Suara.com - Memasuki hari kedua UPH Festival 2026 pada 14 Agustus 2026, mahasiswa baru Universitas Pelita Harapan (UPH) diajak melihat pendidikan bukan sekadar persiapan menuju profesi, tetapi sebagai bagian dari panggilan hidup. Mengusung tema ‘Imago Dei: Created by God, Restored in Christ, Called to Transform’, berbagai sesi membahas bagaimana iman, ilmu, dan bidang yang ditekuni dapat digunakan untuk menjawab tantangan dunia dan menjadi berkat bagi sesama.

Perspektif tersebut dibuka melalui sesi bersama Pdt. Jimmy Pardede, Gembala Sidang Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) Karawaci, yang mengingatkan bahwa pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan sehari-hari merupakan bagian dari panggilan Tuhan. Mahasiswa didorong menggunakan hidup dan talenta yang dimiliki bukan sekadar untuk mengejar keberhasilan pribadi, tetapi untuk menjalankan tujuan dan panggilan-Nya. Pembahasan kemudian diterapkan dalam berbagai bidang, mulai dari kesehatan, teknologi, hukum, sains, hingga bisnis.

Pdt. Jimmy Pardede, Gembala Sidang Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) Karawaci. (Dok: UPH)
Pdt. Jimmy Pardede, Gembala Sidang Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) Karawaci. (Dok: UPH)

Kesehatan: Melihat Pasien sebagai Pribadi Bermartabat
Dalam sesi ‘Medicine, Suffering & Human Dignity’, Caroline Riady, B.A., M.A., CEO Siloam Hospitals Group, mengajak mahasiswa melihat manusia dan bidang kesehatan secara lebih utuh melalui perspektif Wawasan Dunia Kristen Reformed. Manusia dipahami sebagai ciptaan Allah yang memiliki nilai dan martabat, sehingga kondisi kesehatan tidak mengurangi nilai seseorang sebagai manusia.

Perspektif ini melihat kesehatan dalam biblical storyline of God’s redemptive work. Creation, ketika manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah dalam kondisi yang baik. Fall, ketika dosa membawa penderitaan, penyakit, dan kematian. Redemption, ketika melalui Kristus hadir pengharapan akan rekonsiliasi, kesembuhan, dan pembaruan, termasuk melalui pelayanan kesehatan sebagai anugerah umum. Consummation, ketika ciptaan dipulihkan secara sempurna dan tidak ada lagi penderitaan, penyakit, disabilitas, maupun kematian.

Kerangka tersebut menempatkan kesehatan bukan sekadar pada persoalan penyakit dan pengobatan, tetapi juga pada bagaimana manusia dipahami, dirawat, dan diperlakukan secara utuh.

“Setiap manusia memiliki martabat yang berasal dari Allah. Sakit, disabilitas, maupun kelemahan tidak menghapus nilai seseorang. Karena itu, kita dipanggil untuk memperlakukan setiap pasien sebagai pribadi yang layak dikasihi, dihormati, dan dilayani dengan belas kasih serta kebenaran. Kesembuhan memang penting, tetapi harapan terbesar kita tetap ada di dalam Kristus yang memulihkan,” jelasnya.

Melalui sesi ini, mahasiswa diajak melihat bahwa profesi kesehatan bukan sekadar mendiagnosis dan mengobati. Namun mampu menggunakan pengetahuan dan keahlian untuk merawat manusia, menghormati martabatnya, dan melayani sesama.

Teknologi: Tidak Ketergantungan, Menggunakan AI Tanpa Kehilangan Identitas
Jika manusia memiliki martabat sebagai Imago Dei, apa yang membuat manusia tetap menjadi manusia ketika AI semakin mampu melakukan berbagai hal yang sebelumnya dilakukan manusia? Pertanyaan ini menjadi dasar sesi AI, Technology & What Makes Us Human oleh Dr. Rizaldi Sistiabudi, B.Sc.Eng., M.S.E., Executive Dean College of Emerging Sciences (CES) UPH. Ia mengingatkan mahasiswa agar kemajuan teknologi tidak menggeser kemampuan manusia untuk berpikir, belajar, dan berkarya.

“AI adalah teknologi yang sangat canggih, tetapi jangan sampai kreasi dan critical thinking kita hilang. Jangan apa-apa bertanya kepada AI atau langsung copy-paste tanpa membaca dan memahaminya. Kita harus ingat kodrat kita sebagai Imago Dei dan jangan sampai teknologi justru menjadi berhala yang membuat kita bergantung dan lupa bagaimana cara berpikir dan belajar. Kalian bisa saja minta script doa dari ChatGPT, tetapi itu bukan dari hati kalian yang berdoa. Jangan sampai karena teknologi, kita justru kehilangan hubungan dan persekutuan dengan Tuhan,” papar Rizaldi.

baca juga

AI akan semakin hadir dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, mahasiswa didorong menggunakan AI sebagai alat untuk belajar dan berkarya, bukan jalan pintas yang menggantikan proses berpikir. Teknologi perlu ditempatkan secara tepat agar tidak menggeser iman, identitas, dan panggilan manusia.

Hukum dan Keadilan: Menggunakan Kebebasan dan Kuasa dengan Tanggung Jawab
Dalam sesi Justice, Law & The Common Good, Dr. Velliana Tanaya, S.H., M.H., Executive Dean for College of Arts and Social Sciences (CASS) sekaligus Dekan Fakultas Hukum (FH) UPH mengajak mahasiswa memahami bahwa hak dan martabat manusia tidak ditentukan oleh kekayaan, kepintaran, status sosial, maupun posisi, tetapi karena manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah.

“Ketika Tuhan mempercayakan kuasa dan kebebasan kepada kita, bagaimana kita menggunakannya? Kuasa tanpa tanggung jawab akan melahirkan ketidakadilan. Karena itu, gunakan kuasa yang Tuhan percayakan bukan untuk mengeksploitasi, tetapi untuk melayani, melindungi, dan memuliakan Tuhan,” jelas Velliana.

Dr. Velliana juga mengingatkan bahwa tanggung jawab kita sebagai manusia dapat diwujudkan dengan hidup yang berintegritas.

“Hidup berintegritas sesederhana dengan tidak menyontek, menghindari plagiarisme, menepati janji, dan berkomitmen untuk selalu menyatakan kebenaran. Kelak Ketika kalian memiliki gelar, pengetahuan, dan posisi yang memberikan kuasa untuk mengambil keputusan, mahasiswa diharapkan menggunakan semua itu untuk melayani, melindungi, dan membawa kebaikan bersama (common good), bukan mengeksploitasi,” tutup Dr. Velliana.

Salah satu rangkaian acara UPH Festival 2026. (Dok: UPH)
Executive Dean for College of Arts and Social Sciences (CASS) sekaligus Dekan Fakultas Hukum (FH) UPH, Dr. Velliana Tanaya, S.H., M.H. (Dok: UPH)

Sains dan Iman: Memahami Kebenaran dengan Rendah Hati
“Apakah kamu cukup pintar untuk percaya kepada Allah?” Pertanyaan tersebut membuka sesi ‘Faith and Science oleh Rev. Yohanes Halim, Senior Pastor Christ Chapel Karawaci (CCK). Mahasiswa diajak melihat bahwa iman dan ilmu pengetahuan tidak harus dipertentangkan.

Dalam perspektif Kristen Reformed, Allah menyatakan diri-Nya melalui ciptaan dan Firman-Nya. Ketika muncul pertentangan, manusia perlu menyadari keterbatasannya dan meninjau kembali interpretasi yang dimiliki.

Rev. Yohanes juga mengingatkan bahwa sains tidak sama dengan scientism, yaitu pandangan bahwa sesuatu baru dapat dianggap nyata atau benar jika dapat diukur dan dibuktikan secara ilmiah. Di sisi lain, sains merupakan sarana yang kuat untuk memahami alam semesta dan menghasilkan pengetahuan, tetapi tidak dapat memberikan seluruh jawaban maupun kebijaksanaan bagi kehidupan manusia.

Karena itu, mahasiswa didorong untuk rendah hati dalam belajar, menyadari keterbatasan dan kemungkinan kesalahan manusia, serta tidak bersikap arogan terhadap pengetahuan yang dimiliki. “Science bisa melakukan banyak hal, tetapi science tidak bisa menyelamatkan kita,” pesannya.

Bisnis dan Uang: Menciptakan Nilai bagi Sesama
Melalui sesi Money, Business & The Good Life, Dra. Gracia Shinta S. Ugut, MBA., Ph.D., Executive Dean for College of Business and Technology sekaligus Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UPH, mengajak mahasiswa melihat uang dan bisnis bukan sekadar sarana mengejar keuntungan, tetapi sebagai kesempatan untuk menciptakan nilai, menyelesaikan masalah, dan melayani masyarakat.

“Uang itu bukan sesuatu yang jahat. Kita diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, sehingga ketika kita membangun bisnis, kita bisa menciptakan value, menyelesaikan masalah, menciptakan kesejahteraan, dan memperbaiki komunitas. Yang menjadi masalah adalah ketika uang menjadi idol, ketika keserakahan membuat uang menjadi hal yang paling utama dalam hidup kita,” jelas Gracia.

Karena itu, mahasiswa didorong mengelola uang dan sumber daya yang dipercayakan dengan bertanggung jawab. Kesuksesan bukan tentang seberapa banyak yang dimiliki, tetapi bagaimana apa yang dimiliki digunakan untuk kebaikan dan melayani sesama.

Dunia akan terus berubah, tetapi pertanyaan tentang bagaimana manusia menggunakan ilmu, teknologi, kuasa, dan sumber daya yang dipercayakan kepadanya akan tetap relevan. Pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang seberapa banyak yang diketahui, tetapi untuk apa pengetahuan itu digunakan.

Melalui UPH Festival 2026, pesan tersebut menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa untuk memahami bahwa ilmu dan talenta merupakan sarana untuk melayani dan membawa kebaikan bagi sesama. Sejalan dengan pendidikan holistis dan berbagai pengalaman pengembangan diri di UPH, proses ini dipersiapkan untuk membentuk pemimpin masa depan berkualitas unggul yang takut akan Tuhan dan berdampak bagi sesama. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Spektakuler! Mahasiswa Baru IPB University Torehkan Rekor MURI dengan 74 Formasi

Spektakuler! Mahasiswa Baru IPB University Torehkan Rekor MURI dengan 74 Formasi

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:29 WIB

UPH Festival 2026 Bekali Ribuan Mahasiswa Baru Temukan Jati Diri untuk Jadi Pemimpin Berdampak

UPH Festival 2026 Bekali Ribuan Mahasiswa Baru Temukan Jati Diri untuk Jadi Pemimpin Berdampak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:13 WIB

UPH Festival 2026 Bekali Hampir 7.000 Mahasiswa Baru Temukan  Jati Diri

UPH Festival 2026 Bekali Hampir 7.000 Mahasiswa Baru Temukan Jati Diri

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:05 WIB

Target Terapkan Sistem Home-Away, Campus League Teken MoU dengan UPH

Target Terapkan Sistem Home-Away, Campus League Teken MoU dengan UPH

Sport | Minggu, 07 Juni 2026 | 16:11 WIB

Kutukan Tuan Rumah Terpatahkan!  UPH dan BINUS Berbagi Gelar di Final Campus League 2026 Jakarta

Kutukan Tuan Rumah Terpatahkan! UPH dan BINUS Berbagi Gelar di Final Campus League 2026 Jakarta

Sport | Senin, 01 Juni 2026 | 08:28 WIB

Cerita Mahasiswa Baru di UPH Festival 2025: Inilah Hari Pertama, Langkah Pertama

Cerita Mahasiswa Baru di UPH Festival 2025: Inilah Hari Pertama, Langkah Pertama

Lifestyle | Senin, 08 September 2025 | 12:35 WIB

Terkini

BEI Resmi Gelar RUPSLB Akhir Oktober 2026, Ini Jadwal Lengkapnya

BEI Resmi Gelar RUPSLB Akhir Oktober 2026, Ini Jadwal Lengkapnya

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 08:09 WIB

Ngawur! Anak Buah Prabowo Bicara Konspirasi Jelang Partai Hidup Mati Timnas Indonesia

Ngawur! Anak Buah Prabowo Bicara Konspirasi Jelang Partai Hidup Mati Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 08:06 WIB

Kabut Asap Pekat, Kualitas Udara Palangka Raya Masuk Kategori Berbahaya

Kabut Asap Pekat, Kualitas Udara Palangka Raya Masuk Kategori Berbahaya

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 08:00 WIB

Qatar Jadi Penengah Rahasia Konflik Panas AS-Iran

Qatar Jadi Penengah Rahasia Konflik Panas AS-Iran

News | Rabu, 30 September 2026 | 07:58 WIB

Mobil Hilang Kendali dan Terguling, 3 Anggota Damkar Pangkep Gugur

Mobil Hilang Kendali dan Terguling, 3 Anggota Damkar Pangkep Gugur

Sulsel | Rabu, 30 September 2026 | 07:57 WIB

Urutan Zodiak yang Paling Gampang Stres dan Rentan Mengalami Burnout Kerja

Urutan Zodiak yang Paling Gampang Stres dan Rentan Mengalami Burnout Kerja

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 07:55 WIB

Desain Baru Gedung DPRD Sulsel Lebih Mewah, Ada Ruang Pribadi dan Parkir 130 Kendaraan

Desain Baru Gedung DPRD Sulsel Lebih Mewah, Ada Ruang Pribadi dan Parkir 130 Kendaraan

Sulsel | Rabu, 30 September 2026 | 07:39 WIB

Film G30S/PKI: Propaganda Orde Baru atau Fakta Sejarah?

Film G30S/PKI: Propaganda Orde Baru atau Fakta Sejarah?

Entertainment | Rabu, 30 September 2026 | 07:38 WIB

Bayan CraftArt Fest 2026 Jadi Pintu Awal UMKM Perluas Pasar dan Bangun Jejaring

Bayan CraftArt Fest 2026 Jadi Pintu Awal UMKM Perluas Pasar dan Bangun Jejaring

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 07:35 WIB

Pasar Mobil Jateng Tumbuh di Tengah Opsen Pajak, Gran Max Jadi Primadona

Pasar Mobil Jateng Tumbuh di Tengah Opsen Pajak, Gran Max Jadi Primadona

Jawa Tengah | Rabu, 30 September 2026 | 07:35 WIB

×