Layanan Kesehatan NTT Dikebut Pulih Usai Gempa M7,7, RS Mobil Dikirim ke Nagekeo

Vania Rossa

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:47 WIB
Layanan Kesehatan NTT Dikebut Pulih Usai Gempa M7,7, RS Mobil Dikirim ke Nagekeo
Gempa Magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). [Antara/Gecio Viana/sth/nz]
baca 10 detik
  • Kementerian Kesehatan menargetkan pemulihan layanan dasar rumah sakit dan puskesmas yang terdampak gempa NTT selesai dalam dua minggu.
  • Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di Nagekeo pada Sabtu, 15 Agustus 2026, merusak sejumlah fasilitas kesehatan.
  • Tim SAR Maumere melaksanakan operasi pencarian serta evakuasi korban terdampak gempa di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.

Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bergerak mempercepat pemulihan layanan kesehatan di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi magnitudo 7,7. Pemerintah menargetkan rumah sakit yang terdampak dapat kembali memberikan layanan dasar dalam waktu sepekan.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Agus Jamaludin mengatakan pemulihan layanan kesehatan akan diprioritaskan pada penanganan trauma, layanan ibu dan anak, serta hemodialisa.

"Targetnya dalam seminggu layanan dasar di rumah sakit yang terdampak sudah bisa berjalan kembali, dengan fokus pada operasi trauma, layanan ibu dan anak, serta hemodialisa," ujar Agus di Jakarta, Minggu (16/8/2026), dikutip dari ANTARA.

Untuk RSUD Nagekeo yang mengalami kerusakan berat, Kemenkes akan mengirimkan RS Mobil yang dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung, termasuk ruang operasi.

Sementara itu, RSUD Borong dan RSUD Komodo disiapkan sebagai rumah sakit rujukan bagi pasien dari Nagekeo.

Agus menjelaskan, berdasarkan pendataan sementara, terdapat 21 rumah sakit yang berada di delapan kabupaten/kota di NTT. Dari jumlah tersebut, enam rumah sakit mengalami kerusakan ringan dan tiga lainnya rusak berat.

Dari sisi operasional, sebanyak 16 rumah sakit masih dapat beroperasi penuh, empat rumah sakit beroperasi sebagian, dan satu rumah sakit belum dapat beroperasi.

Kondisi serupa juga terjadi di tingkat puskesmas. Dari 190 puskesmas yang tersebar di NTT, sebanyak 122 masih beroperasi penuh, 49 beroperasi sebagian, dan 19 belum beroperasi.

Dari jumlah tersebut, tercatat 11 puskesmas mengalami kerusakan ringan, 37 rusak sedang, dan 20 rusak berat.

baca juga

Kemenkes menargetkan seluruh puskesmas yang terdampak setidaknya dapat kembali memberikan layanan dasar dalam waktu dua minggu. Layanan yang diprioritaskan antara lain untuk ibu hamil, persalinan, dan imunisasi.

"Diharapkan dalam dua minggu seluruh puskesmas yang rusak sudah beroperasi minimal kembali, fokus ke layanan ibu hamil, melahirkan, dan imunisasi," kata Agus.

Untuk memastikan kebutuhan kesehatan di lapangan dapat dipetakan dengan cepat, Kemenkes juga tengah memfinalisasi struktur Health Emergency Operation Center (HEOC).

HEOC nantinya digunakan untuk mengidentifikasi secara rinci persoalan kesehatan, kondisi fasilitas pelayanan kesehatan, alat kesehatan, hingga kebutuhan obat-obatan.

"Identifikasi detail masalah kesehatan, faskes, alkes, kebutuhan obat-obatan, akan diselesaikan tim HEOC besok agar bisa dipakai sebagai acuan tim relawan; datang ke mana, butuhnya apa, kontaknya siapa," ujar Agus.

Selain memulihkan fasilitas kesehatan, Kemenkes menyiapkan dukungan logistik medis untuk penanganan darurat. Bantuan yang akan dikirim meliputi delapan paket obat-obatan dasar, lima paket emergency kit, 1.000 sarung tangan steril, 20 ribu sarung tangan nonsteril, serta 20 ribu masker bedah medis.

Kemenkes juga menyiapkan 10 unit oksigen konsentrator dan dua tenda pos kesehatan. Selain itu, delapan tenda disiagakan apabila dibutuhkan untuk mendukung Emergency Medical Team (EMT) tipe 1.

Gempa bumi yang mengguncang NTT terjadi pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 04.58 WIB. Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 tersebut berpusat sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 10 kilometer.

Guncangan tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami. Namun, BMKG mengakhiri peringatan tersebut pada pukul 09.00 WITA setelah tidak terpantau adanya tsunami.

Sejumlah wilayah dilaporkan terdampak gempa, antara lain Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Nagekeo, dan Sikka. Hingga kini, proses verifikasi dampak terhadap masyarakat serta infrastruktur masih terus dilakukan di lapangan.

Di sisi lain, operasi pencarian dan penyelamatan korban memasuki hari kedua. Tim SAR Maumere memfokuskan pencarian di dua kabupaten di Pulau Flores, yakni Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.

"Di hari ini kita fokus pencarian di dua kabupaten yakni Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur," kata Kepala SAR Maumere Fatur Rahman saat dihubungi dari Kupang, Minggu.

Pencarian tersebut dilakukan untuk menemukan dan mengevakuasi korban terdampak gempa yang berpusat di wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duka NTT, Gempa M7,7 Tewaskan 47 Orang dan Paksa 5.000 Warga Mengungsi

Duka NTT, Gempa M7,7 Tewaskan 47 Orang dan Paksa 5.000 Warga Mengungsi

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:24 WIB

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel

3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Terkini

BEI Resmi Gelar RUPSLB Akhir Oktober 2026, Ini Jadwal Lengkapnya

BEI Resmi Gelar RUPSLB Akhir Oktober 2026, Ini Jadwal Lengkapnya

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 08:09 WIB

Ngawur! Anak Buah Prabowo Bicara Konspirasi Jelang Partai Hidup Mati Timnas Indonesia

Ngawur! Anak Buah Prabowo Bicara Konspirasi Jelang Partai Hidup Mati Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 08:06 WIB

Kabut Asap Pekat, Kualitas Udara Palangka Raya Masuk Kategori Berbahaya

Kabut Asap Pekat, Kualitas Udara Palangka Raya Masuk Kategori Berbahaya

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 08:00 WIB

Qatar Jadi Penengah Rahasia Konflik Panas AS-Iran

Qatar Jadi Penengah Rahasia Konflik Panas AS-Iran

News | Rabu, 30 September 2026 | 07:58 WIB

Mobil Hilang Kendali dan Terguling, 3 Anggota Damkar Pangkep Gugur

Mobil Hilang Kendali dan Terguling, 3 Anggota Damkar Pangkep Gugur

Sulsel | Rabu, 30 September 2026 | 07:57 WIB

Urutan Zodiak yang Paling Gampang Stres dan Rentan Mengalami Burnout Kerja

Urutan Zodiak yang Paling Gampang Stres dan Rentan Mengalami Burnout Kerja

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 07:55 WIB

Desain Baru Gedung DPRD Sulsel Lebih Mewah, Ada Ruang Pribadi dan Parkir 130 Kendaraan

Desain Baru Gedung DPRD Sulsel Lebih Mewah, Ada Ruang Pribadi dan Parkir 130 Kendaraan

Sulsel | Rabu, 30 September 2026 | 07:39 WIB

Film G30S/PKI: Propaganda Orde Baru atau Fakta Sejarah?

Film G30S/PKI: Propaganda Orde Baru atau Fakta Sejarah?

Entertainment | Rabu, 30 September 2026 | 07:38 WIB

Bayan CraftArt Fest 2026 Jadi Pintu Awal UMKM Perluas Pasar dan Bangun Jejaring

Bayan CraftArt Fest 2026 Jadi Pintu Awal UMKM Perluas Pasar dan Bangun Jejaring

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 07:35 WIB

Pasar Mobil Jateng Tumbuh di Tengah Opsen Pajak, Gran Max Jadi Primadona

Pasar Mobil Jateng Tumbuh di Tengah Opsen Pajak, Gran Max Jadi Primadona

Jawa Tengah | Rabu, 30 September 2026 | 07:35 WIB

×