Bukan Diculik, tapi Diamankan: Keluarga Djiauw Kie Siong Luruskan Kisah Rengasdengklok

Vania Rossa, Adiyoga Priyambodo

Senin, 17 Agustus 2026 | 10:00 WIB
Bukan Diculik, tapi Diamankan: Keluarga Djiauw Kie Siong Luruskan Kisah Rengasdengklok
Rumah Djiauw Kie Siong di Rengasdengklok. (Suara.con/Adiyoga)
baca 10 detik
  • Liauw Lany menyatakan istilah penculikan Soekarno-Hatta pada 16 Agustus 1945 kurang tepat dan sebaiknya diganti menjadi diamankan.
  • Rumah Djiauw Kie Siong di Rengasdengklok dipilih karena aman, sepi, serta jauh dari jangkauan pengawasan tentara Jepang.
  • Rombongan meninggalkan rumah Djiauw Kie Siong menuju Jakarta pada malam hari tanggal 16 Agustus 1945 setelah berbuka puasa.

Suara.com - Di balik dinding hijau Rumah Djiauw Kie Siong, tersimpan cerita tentang salah satu momen penting menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Namun, bagi Liauw Lany, perwakilan keluarga sekaligus pengelola rumah bersejarah tersebut, ada satu bagian dari narasi Rengasdengklok yang perlu diluruskan.

Peristiwa Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945 selama ini kerap dikenal sebagai "penculikan" Soekarno dan Mohammad Hatta oleh golongan muda. Kedua tokoh itu dibawa dari Jakarta ke Rengasdengklok sehari sebelum Proklamasi Kemerdekaan.

Namun, menurut Lany, istilah "diculik" kurang tepat jika terus diwariskan kepada generasi muda. Setiap menerima kunjungan pelajar yang tengah mempelajari peristiwa tersebut, ia berusaha memberikan pemahaman dari sudut pandang yang diwariskan keluarganya.

"Saya bilang ke anak-anak, istilah diculik itu sebenarnya kurang tepat kalau sekarang. Lebih tepatnya 'diamankan' oleh golongan muda (PETA) supaya mempercepat kemerdekaan," tutur Lany saat Suara.com berkunjung ke Rumah Sejarah Rengasdengklok, Kamis (13/8/2026).

Menurut Lany, para pemuda yang membawa Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok merupakan bagian dari PETA. Mereka merupakan pribumi yang saat itu berada dalam barisan Pembela Tanah Air, bukan tentara asing.

"Karena PETA itu bangsa kita sendiri, bukan musuh," tegasnya.

Ir Soekarno saat memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia [ARSIP NEGARA RI]
Ir Soekarno saat memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia [ARSIP NEGARA RI]

Dipilih karena Jauh dari Jangkauan Jepang

Lany menjelaskan, Rengasdengklok dipilih karena kondisi wilayahnya pada masa itu relatif sepi dan jauh dari pusat kekuasaan Jepang. Kawasan tersebut masih dipenuhi pepohonan lebat, sementara akses jalannya pun belum seperti sekarang.

Rumah milik Djiauw Kie Siong kemudian menjadi tempat untuk menempatkan Soekarno dan Hatta karena dinilai cukup aman dari pengawasan tentara Jepang.

baca juga

"Aman, jauh dari jangkauan Jepang. Masih hutan. Ke sini jalannya masih tanah, masih sepi, penduduk jarang," kenang Lany.

Rumah tersebut juga berada di pinggir Sungai Citarum. Kondisi geografis itu dianggap memberikan keuntungan apabila sewaktu-waktu rombongan harus meninggalkan lokasi dengan cepat.

Menariknya, menurut cerita yang diwariskan keluarga, kedatangan rombongan Soekarno-Hatta ke rumah tersebut juga bukan melalui aksi pendudukan paksa.

Djiauw Kie Siong disebut memberikan izin setelah rumahnya didatangi rombongan yang membutuhkan tempat untuk berlindung.

"Iya, dikasih, silakan kalau mau pakai," ujar Lany, menirukan ucapan sang kakek kala itu.

Demi menjaga keamanan dan kerahasiaan rombongan, keluarga Djiauw Kie Siong kemudian mengosongkan rumah dan mengungsi sementara.

Liauw Lany, cucu Djiauw Kie Siong. (Suara.con/Adiyoga)
Liauw Lany, cucu Djiauw Kie Siong. (Suara.con/Adiyoga)

Dari Rengasdengklok Kembali ke Jakarta

Rengasdengklok menjadi bagian dari rangkaian peristiwa yang berlangsung sangat cepat menjelang Proklamasi 17 Agustus 1945.

Menurut Lany, rombongan Soekarno-Hatta meninggalkan rumah keluarganya setelah berbuka puasa pada 16 Agustus untuk kembali ke Jakarta.

"Ke Jakartanya dari sini habis buka puasa tanggal 16. Nyampai Jakarta tanggal 17 Agustus itu," jelasnya.

Setibanya di Jakarta, proses perumusan naskah Proklamasi kemudian berlanjut di kediaman Laksamana Tadashi Maeda. Naskah tersebut selanjutnya diketik oleh Sayuti Melik sebelum dibacakan Soekarno pada 17 Agustus 1945.

Bagi Lany, rangkaian tersebut menunjukkan bahwa keberadaan Soekarno dan Hatta di Rengasdengklok memiliki tujuan tertentu dalam dinamika menjelang kemerdekaan.

Karena itu, ia merasa penting untuk memperkenalkan istilah "diamankan" ketika menceritakan peristiwa tersebut kepada generasi muda.

Upaya meluruskan istilah ini menjadi bagian dari cara keluarga Djiauw Kie Siong menjaga cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Bagi Lany, mengoreksi satu kata dalam sejarah bukan perkara sepele. Sebab, istilah yang digunakan dapat memengaruhi cara generasi berikutnya memahami peran para pemuda dalam rangkaian perjuangan menuju Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Warga Diminta Berdiri Tegap dan Hentikan Aktivitas pada Pukul 10.17 WIB?

Mengapa Warga Diminta Berdiri Tegap dan Hentikan Aktivitas pada Pukul 10.17 WIB?

News | Minggu, 17 Agustus 2025 | 08:09 WIB

5 Fakta Penting di Balik Peristiwa Rengasdengklok Jelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

5 Fakta Penting di Balik Peristiwa Rengasdengklok Jelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

News | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 07:18 WIB

Naskah Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia: Makna dan Sejarah yang Menggema Setiap 17 Agustus

Naskah Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia: Makna dan Sejarah yang Menggema Setiap 17 Agustus

Lifestyle | Rabu, 13 Agustus 2025 | 13:11 WIB

Terkini

HUT ke-81 RI, BRI Gelar Promo Belanja Hemat Pakai QRIS BRImo di Indomaret

HUT ke-81 RI, BRI Gelar Promo Belanja Hemat Pakai QRIS BRImo di Indomaret

Bri | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:06 WIB

5 Promo Minuman Matcha Spesial 17 Agustus 2026, Cukup Bayar Mulai Rp8 Ribuan

5 Promo Minuman Matcha Spesial 17 Agustus 2026, Cukup Bayar Mulai Rp8 Ribuan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:05 WIB

Ayahku Dibunuh Massa, Hari Ini Ia Tak Ikut Upacara Kemerdekaan

Ayahku Dibunuh Massa, Hari Ini Ia Tak Ikut Upacara Kemerdekaan

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:05 WIB

4 Wilayah Riau Masih Dikepung Karhutla, Manggala Agni Dikerahkan

4 Wilayah Riau Masih Dikepung Karhutla, Manggala Agni Dikerahkan

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:01 WIB

Kenapa Pembawa Baki Bendera dan Paskibraka Ditentukan pada Hari H? Ini Alasannya

Kenapa Pembawa Baki Bendera dan Paskibraka Ditentukan pada Hari H? Ini Alasannya

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:01 WIB

Main, Bertemu Satwa hingga Kulineran, Ini Cara Menikmati Seharian di Enchanting Valley

Main, Bertemu Satwa hingga Kulineran, Ini Cara Menikmati Seharian di Enchanting Valley

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:01 WIB

Hanya Gara-gara Rp10 Ribu! Eks Anggota DPRD Diduga Cekik dan Tampar Perempuan di Gym

Hanya Gara-gara Rp10 Ribu! Eks Anggota DPRD Diduga Cekik dan Tampar Perempuan di Gym

Lampung | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Bukan Diculik, tapi Diamankan: Keluarga Djiauw Kie Siong Luruskan Kisah Rengasdengklok

Bukan Diculik, tapi Diamankan: Keluarga Djiauw Kie Siong Luruskan Kisah Rengasdengklok

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:00 WIB

The Beauty: Suguhkan Drama Body Horror yang Mencekam di Industri Kosmetik!

The Beauty: Suguhkan Drama Body Horror yang Mencekam di Industri Kosmetik!

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Menteri Hukum ke Warga Aceh: Hari Ini Adalah Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Kita Bersatu

Menteri Hukum ke Warga Aceh: Hari Ini Adalah Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Kita Bersatu

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:00 WIB

×