- Susanah bekerja sebagai penjahit kain majun di Bogor.
- Upah Susanah yang sebenarnya hanya 700 rupiah per kilogram.
- Penghasilan harian Susanah dari menjahit berkisar 14.000 rupiah saja.
"Dia kerja juga bersih-bersih alat makan MBG," tambah Wina.
Suaminya sendiri bekerja sebagai kuli bangunan lepas dengan penghasilan yang tidak menentu, sementara Susanah masih menanggung biaya sekolah dua orang anak.
Berapa Sebenarnya Upah Susanah dari Menjahit Kain Majun?
![Kondisi rumah Susanah yang beralamat di RT 01 RW 04, Kampung Ciuncal, Situsari, Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor, Jawa Barat. [Dziharul Islam Nusantara/Suara.com].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/17/44741-kondisi-rumah-susanah-di-bogor.jpg)
Inilah yang membuat pernyataan di podium negara jomplang dengan kenyataan: Susanah hanya menerima upah sekitar Rp700 per kilogram kain majun yang ia jahit.
Bukan Rp700 ribu seperti yang disebutkan dalam pidato kenegaraan.
Selisih tiga angka nol ini mengubah total kisahnya, dari cerita sukses ekonomi menjadi potret perjuangan hidup yang berat.
Dengan upah tersebut, rata-rata penghasilan harian Susanah hanya berkisar Rp14.000, tergantung banyaknya kain yang berhasil ia selesaikan dalam sehari.
Angka ini jauh dari cukup untuk menopang kebutuhan rumah tangga, apalagi biaya pendidikan dua anaknya yang masih bersekolah.
Fakta ini otomatis mementahkan kesan "kesejahteraan mendadak" yang sempat viral akibat kesalahan penyebutan angka dalam pidato kenegaraan.
Bagaimana dengan Upah Buruh Pengupas Bawang Sesungguhnya?
Sebagai pembanding, upah buruh pengupas bawang di daerah lain pun jauh dari angka ratusan ribu, apalagi jutaan rupiah.
Di Klungkung, Bali, misalnya, Kadek Astiani, salah satu buruh pengupas bawang, mengungkapkan bahwa ia hanya menerima sekitar Rp1.000 per kilogram bawang.
"Kalau bisa mengupas bawang 100 kilogram sehari, cuma bisa bawa Rp100 ribu," katanya.