-
Lima negara sahabat menyampaikan ucapan selamat atas peringatan 81 tahun kemerdekaan Indonesia.
-
Mesir kembali menegaskan posisinya sebagai negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia.
-
Negara-negara mitra berkomitmen memperkuat kerja sama strategis dan menjaga stabilitas kawasan global.
Perjalanan 75 tahun hubungan resmi Swiss dan Indonesia dinilai Obolensky sebagai capaian membanggakan yang harus terus ditingkatkan.
Rangkaian ucapan diplomatik ini menegaskan bahwa legitimasi kedaulatan Indonesia tetap memegang peranan vital dalam peta politik internasional.
Dukungan internasional terhadap kedaulatan Indonesia memiliki akar sejarah yang sangat kuat, terutama dari Mesir sebagai pelopor pengakuan kedaulatan.
Mesir mencatatkan sejarah dengan memberikan pengakuan de facto pada 22 Maret 1946, yang kemudian disusul pengakuan de jure pada 10 Juni 1947.
Landasan sejarah tersebut menjadi pijakan utama bagi Indonesia dalam mengarungi 81 tahun usia kemerdekaannya sejak proklamasi 1945.
Pada peringatan HUT ke-81 RI ini, pemerintah mengusung tema "Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur" sebagai visi pembangunan nasional.
Dukungan dari lima negara sahabat ini memperkuat posisi Indonesia untuk mewujudkan arah kebijakan luar negeri yang bebas dan aktif.