- Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada hari Sabtu pukul 06.13 WITA.
- Dua warga negara Belanda, Gladys Victoria dan Mark van Roy, merasakan pengalaman mengerikan akibat guncangan gempa yang merusak bangunan hotel.
- Setelah guncangan mereda, kedua warga negara Belanda tersebut berhasil menyelamatkan diri dan meninggalkan Pulau Flores menuju Bali.
Suara.com - Gempa bumi dahsyat yang mengguncang wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat sejumlah warga negara Belanda merasakan pengalaman mengerikan.
Salah satu warga Belanda, Gladys Victoria, mengaku sangat ketakutan ketika gempa terjadi.
Perempuan berusia 21 tahun itu terbangun setelah material dari plafon berjatuhan ke tubuhnya.
“Saya benar-benar sangat takut,” ujar Victoria seperti diberitakan media Belanda NOS.

Awalnya, Victoria mengira suara dan getaran tersebut berasal dari kendaraan berat.
Namun, ia segera menyadari bahwa bangunan tempatnya menginap sedang diguncang gempa.
“Saya awalnya berpikir itu bulldozer atau truk besar. Lalu saya berpikir, sepertinya seluruh gedung ini akan runtuh,” tuturnya.
Victoria kemudian memilih berlindung di bawah meja dapur hingga guncangan berakhir.
Ia mengaku sempat berpikir tidak akan mampu menyelamatkan diri jika berlari keluar bangunan.
“Saya bahkan tidak berpikir untuk berlari keluar. Saya merasa tidak akan berhasil. Saya sempat berpikir, mungkin ini akhirnya,” katanya.
Setelah gempa berhenti, Victoria keluar dan melihat warga setempat berusaha menghubungi keluarga masing-masing untuk memastikan kondisi mereka aman.
Pengalaman serupa dialami Mark van Roy, warga Belanda berusia 61 tahun yang tengah berlibur bersama istrinya di Labuan Bajo.
Ia mengaku gempa terasa sangat kuat hingga berbagai benda di dalam hotel berjatuhan.
“Gempanya benar-benar dahsyat. Lampu-lampu jatuh dari plafon, semuanya berjatuhan,” kata Van Roy.
Van Roy dan istrinya berada di lantai lima hotel ketika gempa terjadi.
Kondisi tersebut membuat mereka tidak bisa langsung keluar dari gedung.
Setelah guncangan mereda, keduanya akhirnya turun dan keluar dari hotel.
Dari luar, Van Roy baru melihat tingkat kerusakan bangunan yang cukup parah.
“Itu mengerikan. Hotelnya seperti akan runtuh,” ujarnya.
Keduanya kemudian meninggalkan Flores dan kembali ke Bali, tempat mereka tinggal.
Van Roy mengaku telah mengalami beberapa gempa selama tinggal di Bali selama 19 tahun, tetapi gempa kali ini disebutnya sebagai yang paling kuat.
“Kalau sudah berada di pesawat dan melihat semuanya setelah kejadian, kami berpikir bahwa kami benar-benar selamat,” katanya.