- Sebanyak 8.242 personel gabungan dikerahkan mengamankan aksi demonstrasi mahasiswa di Jakarta Pusat pada Selasa, 18 Agustus 2026.
- Aliansi mahasiswa dari berbagai universitas menggelar unjuk rasa di Bundaran HI untuk menyampaikan delapan tuntutan penting kepada pemerintah.
- Aksi unjuk rasa tersebut berdampak pada penerapan rekayasa arus lalu lintas secara situasional di sekitar lokasi demonstrasi.
Ia juga meminta maaf kepada warga Jakarta, jika dalam aksi besok lalu lintas menjadi macet akibat kerumunan massa. Namun, baginya kemacetan yang hanya terjadi dalam hitungan jam, tidak sebanding dengan kemacetan struktural, lapangan kerja, dan keadilan yang dipaksakan.
Dalam aksi besok, sedikitnya ada delapan tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa, di antaranya:
1. Hentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri;
2. Hentikan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN);
3. Wujudkan reforma agraria sejati;
4. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM;
5. Evaluasi total PSN serta hentikan MBG dan KDMP;
6. Hentikan pemusatan kekuasaan, pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), dan kembalikan otonomi daerah;
7. Tetapkan status bencana nasional untuk daerah Sumatra dan Flores serta percepat pemulihan wilayah terdampak bencana;
8. Hentikan represifitas dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta bubarkan YON TP.