-
Menteri Perumahan Kolombia Jaime Andres Beltran dikritik tajam akibat berlibur saat bencana gempa.
-
Gempa magnitudo 7,4 menghancurkan 27 ribu rumah dan menewaskan hampir 300 warga Kolombia.
-
Shakira menggalang dana 1 juta dolar AS untuk membangun kembali sekolah yang hancur.
Suara.com - Menteri Perumahan Kolombia Jaime Andres Beltran memicu kemarahan publik setelah tertangkap kamera berlibur di kawasan pantai Karibia saat ribuan korban gempa bumi kehilangan tempat tinggal. Oposisi bersiap mengajukan mosi tidak percaya untuk memecat pejabat baru tersebut dari kabinet.
Foto dan rekaman video yang beredar memperlihatkan sang menteri santai menikmati pantai di Kota Santa Marta bersama keluarganya. Kelompok oposisi menilai tindakan ini memperlihatkan kelalaian fatal pejabat publik di tengah krisis kemanusiaan.
Sebanyak 27 ribu rumah hancur total dan ribuan warga selamat kini terpaksa tidur beralaskan kasur seadanya di ruang terbuka.

Kondisi para pengungsi di wilayah terdampak gempa kian memprihatinkan tanpa kepastian tempat tinggal.
Beltran berusaha membela diri atas gelombang kecaman yang menimpanya melalui unggahan di media sosial X.
"Bukan sedang berlibur, melainkan sekadar berbagi beberapa jam bersama istri dan anak-anak saya yang sudah beberapa hari tidak saya temui," tulisnya pada Senin, dikutip dari AFP.
Ia mengklaim langsung kembali bertugas mengurus rekonstruksi wilayah pascabencana sesaat setelah pertemuan singkat tersebut.
Namun, klaim menteri tersebut tidak mampu meredam kekecewaan publik yang kehilangan tempat tinggal.
Mengapa Penanganan Korban Gempa Kolombia Menjadi Sorotan Publik?
Upaya pencarian korban selamat di balik reruntuhan bangunan kini mulai dihentikan oleh tim penyelamat.
Fokus utama penanganan bencana telah bergeser ke krisis kemanusiaan yang meluas di berbagai kota.
Jalanan Kota Cali dan Pereira kini berubah menyerupai kamp pengungsian terbuka bagi ribuan warga korban gempa.
Bantuan logistik serta penampungan layak menjadi kebutuhan mendesak yang belum terpenuhi merata.
Penyanyi papan atas Shakira berkunjung langsung ke Departemen Choco yang menjadi pusat titik gempa.
Ia memantau kondisi puluhan bangunan sekolah yang hancur bersama miliarder asal Amerika Serikat, Howard Buffett.
Shakira berkomitmen membangun kembali 10 sekolah runtuh dan menggalang dana awal senilai 1 juta dolar AS.
Aksi nyata ini menyoroti lambatnya respons pemerintah dalam memulihkan fasilitas publik yang rusak.
"Ada utang sejarah yang harus dibayar kepada Choco," kata Shakira.
"Wilayah ini telah dibiarkan berjuang sendiri dan sangat sulit untuk membuat kemajuan di sini, tetapi kita tahu itu mungkin."
Presiden Abelardo de la Espriella menghadapi ujian kepemimpinan pertamanya sejak dilantik beberapa hari sebelum gempa terjadi.
Ia telah meninjau lokasi bencana dan menjanjikan subsidi sewa rumah bagi keluarga terdampak.
Presiden juga meminta sekutunya, Presiden AS Donald Trump, untuk menghapus tarif impor produk Kolombia demi memulihkan ekonomi.
Namun, kebijakan serta langkah politik sang presiden tak luput dari kritik keras.
Espriella menuai kecaman usai membagikan bola bermerek slogan kampanye dari dalam mobil lapis bajanya saat mengunjungi pusat gempa.
Para pengkritik menilai tindakan tersebut memanfaat penderitaan korban demi kepentingan pencitraan politik semata.
Pendukung presiden membela aksi tersebut sebagai upaya memberikan sedikit kegembiraan bagi warga terdampak.
Meski demikian, aksi pembagian bola tersebut memicu kontroversi luas di tengah penderitaan pengungsi.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada 10 Agustus lalu dan menewaskan hampir 300 jiwa. Bencana ini tercatat sebagai gempa terdahsyat yang melanda negara tersebut dalam hampir setengah abad terakhir. Peristiwa naas ini terjadi hanya tiga hari setelah Presiden kanan Abelardo de la Espriella resmi memegang tampuk pemerintahan.