Jangan Terkecoh Visual! Pengamat Ungkap Makna di Balik Momen Mesra Jokowi-Prabowo

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:36 WIB
Jangan Terkecoh Visual! Pengamat Ungkap Makna di Balik Momen Mesra Jokowi-Prabowo
Momen akrab penuh canda dan tawa tampak dari raut wajah Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo, serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming di upacara kemerdakaan HUT RI ke-81 di Istana, Senin (17/8/2026). [Suara.com/Novian]
baca 10 detik
  • Arifki Chaniago menyatakan momen akrab Prabowo dan Jokowi di Istana Merdeka tidak mencerminkan keseluruhan hubungan politik mereka.
  • Pertemuan tersebut mempertemukan Jokowi, Prabowo, dan Gibran dalam satu momentum visual tanpa kehadiran Megawati serta Susilo Bambang Yudhoyono.
  • Arifki mengingatkan publik agar tidak menyimpulkan peristiwa ini sebagai indikasi koalisi atau konfigurasi politik untuk Pilpres 2029.

Suara.com - ‎Momen akrab antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) saat berinteraksi di Istana Medeka, dinilai tidak cukup untuk menyimpulkan keseluruhan hubungan politik keduanya.

‎Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, mengatakan hubungan Jokowi dan Prabowo memiliki konteks yang cukup panjang. ‎

‎Mengingat, sebelum mesra seperti sekarang, Jokowi dan Prabowo pernah menjadi rival dalam pemilihan presiden 2014 dan 2019.‎

‎“Ini menunjukkan bahwa hubungan politik bisa berubah mengikuti dinamika dan kepentingan yang berkembang. Rivalitas elektoral tidak selalu berarti hubungan personal atau politik harus terus berseberangan,” kata Arifki kepada wartawan, Selasa (18/8/2026).‎

‎‎Arifki mengatakan secara visual, konfigurasi Prabowo-Jokowi-Gibran menjadi lebih menonjol karena absennya Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri dan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono.

‎Meski demikian, Arifki menilai ketidakhadiran Megawati dan SBY tidak perlu ditarik menjadi sebuah pertarungan simbolik.

‎Ia mengatakan dalam komunikasi politik, sebuah frame bisa membentuk persepsi. Tetapi persepsi itu tetap perlu dibaca bersama konteks yang lebih luas‎

‎Menurutnya posisi Prabowo yang berada di antara Jokowi dan Gibran juga memiliki makna simbolik tersendiri.‎

‎“Jokowi merupakan mantan Presiden, Prabowo Presiden saat ini, sementara Gibran adalah Wakil Presiden. Satu frame ini mempertemukan tiga posisi politik dalam satu momentum. Apakah itu memiliki konsekuensi politik lebih jauh, tentu masih terlalu dini untuk disimpulkan,” kata Arifki.

baca juga

‎Arifki mengatakan posisi Prabowo yang berada di antara Jokowi dan Gibran juga memiliki makna simbolik tersendiri karena mempertemukan tiga posisi politik dalam satu momentum.

Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Penurunan Bendera Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026). Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mengusung tema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur". ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/sth/kye
Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Penurunan Bendera Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026). Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mengusung tema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur". ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/sth/kye

Namun, apakah itu memiliki konsekuensi politik lebih jauh, Arifki mengatakan tentu masih terlalu dini untuk disimpulkan.

‎Arifki mengingatkan agar momen tersebut tidak langsung dikaitkan dengan konfigurasi Pilpres 2029.

“Kita masih terlalu jauh kalau menjadikan satu momen sebagai indikasi koalisi atau pasangan politik 2029. Yang bisa kita katakan saat ini adalah hubungan komunikasi antara Jokowi dan Prabowo terlihat tetap cair,” ujar Arifki.

‎Menurut Arifki, hal yang lebih penting adalah tidak membaca politik hanya melalui satu sumber atau satu narasi. Di media sosial, hubungan elite sering dibaca secara hitam-putih.

Padahal dalam politik, kata dia, seseorang bisa berbeda kepentingan tetapi tetap berkomunikasi dengan baik. Dekat tidak selalu berarti satu agenda, dan berbeda tidak selalu berarti bermusuhan.

‎“Karena itu, saya melihat momen ini sebagai kode komunikasi yang baik, bukan kesimpulan politik. Apakah kedekatan tersebut akan berlanjut dan memiliki implikasi terhadap konfigurasi politik ke depan, tentu akan terlihat dari perkembangan politik berikutnya. Untuk saat ini, publik cukup membaca apa yang terlihat tanpa perlu menarik kesimpulan terlalu jauh,” tutur Arifki.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demo Mahasiswa di Bundaran HI, Polda Metro Siapkan Pengalihan Arus Situasional

Demo Mahasiswa di Bundaran HI, Polda Metro Siapkan Pengalihan Arus Situasional

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:01 WIB

Polisi Tangkap 21 Orang Jelang Demo BEM UI di Bundaran HI

Polisi Tangkap 21 Orang Jelang Demo BEM UI di Bundaran HI

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:32 WIB

Istana Berpesta, Rakyat Berduka: Ironi Kemerdekaan di Tengah Bencana

Istana Berpesta, Rakyat Berduka: Ironi Kemerdekaan di Tengah Bencana

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:46 WIB

Tiru Sukses India, Gerindra Beberkan Alasan Prabowo Perjuangkan Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora

Tiru Sukses India, Gerindra Beberkan Alasan Prabowo Perjuangkan Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:13 WIB

Mahasiswa UI Tuding Narasi Prabowo Berbanding Terbalik dengan Nasib Rakyat, Tarik Ucapannya!

Mahasiswa UI Tuding Narasi Prabowo Berbanding Terbalik dengan Nasib Rakyat, Tarik Ucapannya!

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:39 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×