Setelah Merah Putih Diturunkan: Melacak Jejak Sampah Visual dan Nasib Jutaan Bendera Bekas

Bangun Santoso, Adiyoga Priyambodo

Selasa, 18 Agustus 2026 | 13:57 WIB
Setelah Merah Putih Diturunkan: Melacak Jejak Sampah Visual dan Nasib Jutaan Bendera Bekas
Seorang penjual bendera merah putih hingga umbul-umbul jelang hari kemerdekaan di salah satu sudut Jakarta. (ist)
baca 10 detik
  • Putri dan warga Cirebon berjualan atribut kemerdekaan di Asemka Jakarta sejak akhir Juli hingga pertengahan Agustus.
  • Sisa bendera tak terjual dibawa pulang oleh Putri untuk disimpan atau dibagikan gratis di kampung halamannya.
  • Warga Pondok Labu menyimpan dekorasi kain di pos RT agar dapat digunakan kembali hingga rusak.

Suara.com - Gegap gempita perayaan Hari Kemerdekaan selalu meninggalkan jejak yang kasatmata di sepanjang gang dan jalan raya Ibu Kota.

Beberapa umbul-umbul, bendera segitiga, dan balon-balon masih terpasang rapi di sudut-sudut kota begitu tanggal 17 Agustus berlalu.

Namun di balik hiruk pikuk pesta kemerdekaan itu, tersimpan kisah lain yang jarang tersorot. Ke mana perginya jutaan lembar plastik dan kain merah putih setelah pesta usai?

Kawasan Asemka, Jakarta Barat, menjadi salah satu episentrum perdagangan atribut kemerdekaan setiap tahunnya, dan di sanalah kisah para pedagang musiman bermula.

Putri, seorang pedagang bendera asal Cirebon, mengaku dagangannya hanya buka dalam rentang waktu terbatas menjelang perayaan. "Ini musiman sih," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa masa berjualan itu berlangsung sejak akhir Juli hingga pertengahan Agustus, sebelum akhirnya tutup lapak dan kembali ke Cirebon.

Fenomena "nomaden bendera" ini bukan perkara baru. Putri mengungkapkan, hampir satu RT di kampung halamannya turut merantau ke Jakarta demi berjualan atribut serupa.

"Banyak. Di sini banyak yang jual," katanya.

Selama masa jualan yang hanya berlangsung sekitar satu setengah bulan itu, Putri mengontrak kamar kos di sekitar Asemka demi menekan biaya operasional.

baca juga

Pertanyaan besar kemudian muncul, yakni bagaimana nasib barang dagangan yang tak laku terjual hingga hari terakhir masa jual.

Berbeda dengan dugaan banyak orang bahwa sisa stok akan dibuang begitu saja, Putri menegaskan bahwa barang-barang tersebut justru diboyong pulang.

"Dibawa. Nanti pas lagi musiman lagi dibawa lagi ke sini," tutur Putri, khususnya untuk bendera polos tanpa angka tahun yang masih bisa dijual kembali tahun berikutnya.

Sementara untuk atribut yang sudah memuat angka tahun tertentu dan tidak lagi relevan untuk dijual, Putri memilih membagikannya secara cuma-cuma di kampung halaman.

"Jadi buat ramein saja," ucapnya, seraya menambahkan bahwa pembagian tersebut sepenuhnya gratis tanpa dipungut biaya.

Pola serupa juga tampak dari sisi konsumen di tingkat rukun tetangga, yang ternyata tak selalu membeli atribut baru setiap tahun.

Thomas, warga RT 04 RW 08 Pondok Labu, Jakarta Selatan, menjelaskan bahwa dekorasi berbahan kain seperti bendera dan umbul-umbul justru menjadi inventaris yang dirawat dan disimpan.

"Iya, ini kan inventaris punya RT. Disimpan lagi di pos, ada tempat buat nyimpan bendera-bendera ini," jelasnya.

Bendera-bendera tersebut tidak serta-merta diganti setiap tahun, melainkan terus dipakai hingga benar-benar rusak.

"Nggak, dipakai sampai serusaknya benderanya aja," tegas Thomas, sambil menjelaskan bahwa hiasan lampu saja yang dipakai sesuka hati tanpa aturan khusus penyimpanan.

Praktik menyimpan dan mendaur pakai atribut kemerdekaan seperti yang dilakukan warga Pondok Labu ini sesungguhnya menjadi secercah harapan di tengah kekhawatiran soal sampah visual pascaperayaan.

Sayangnya, tidak semua elemen dekorasi bernasib sama beruntung. Sebab barang-barang berbahan plastik sekali pakai seperti balon dan sebagian stiker cenderung sulit didaur ulang maupun disimpan kembali.

Kondisi pasar tahun ini pun turut memengaruhi volume atribut yang beredar, seiring pengakuan Putri bahwa penjualan mengalami penurunan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Tahun ini kurang sih," ungkap Putri singkat, sebelum menambahkan bahwa penurunan penjualan tahun ini mencapai sekitar 40 persen dibanding musim sebelumnya.

Penurunan permintaan ini, di satu sisi, bisa dibaca sebagai berkurangnya potensi sampah dekorasi yang akan dihasilkan pascaperayaan.

Namun di sisi lain, hal tersebut juga mencerminkan tantangan ekonomi yang dihadapi para pedagang musiman rantauan seperti Putri, yang menggantungkan penghasilan tahunan mereka dari sekitar satu setengah bulan masa jual di Ibu Kota.

Kisah dari Asemka dan Pondok Labu ini pada akhirnya menyisakan renungan bagi masyarakat luas, bahwa kemeriahan tujuh belasan tak melulu harus berakhir sebagai tumpukan sampah plastik dan kain di tepi jalan.

Menyimpan bendera untuk dipakai kembali, sebagaimana dicontohkan warga RT 04 RW 08 Pondok Labu, maupun kebiasaan pedagang yang membawa pulang dan membagikan sisa stok, menjadi bukti bahwa perayaan kemerdekaan sejatinya bisa dirayakan tanpa harus menyisakan beban baru bagi lingkungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

78 Tahun Berkarya, OT Group Gelar Upacara Kemerdekaan Demi Wujudkan Semangat Kebangsaan

78 Tahun Berkarya, OT Group Gelar Upacara Kemerdekaan Demi Wujudkan Semangat Kebangsaan

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:50 WIB

Demo Mahasiswa di Bundaran HI, Polda Metro Siapkan Pengalihan Arus Situasional

Demo Mahasiswa di Bundaran HI, Polda Metro Siapkan Pengalihan Arus Situasional

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:01 WIB

Harga Pasukan Berkuda Prabowo Disorot: Benarkah 300 Kuda Warmblood Mencapai Rp300 Miliar?

Harga Pasukan Berkuda Prabowo Disorot: Benarkah 300 Kuda Warmblood Mencapai Rp300 Miliar?

Entertainment | Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:40 WIB

Lomba 17-an Pakai Mie? Ini Ide Seru Agustusan Sehat untuk Anak-anak

Lomba 17-an Pakai Mie? Ini Ide Seru Agustusan Sehat untuk Anak-anak

Health | Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:34 WIB

Polisi Tangkap 21 Orang Jelang Demo BEM UI di Bundaran HI

Polisi Tangkap 21 Orang Jelang Demo BEM UI di Bundaran HI

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:32 WIB

Istana Berpesta, Rakyat Berduka: Ironi Kemerdekaan di Tengah Bencana

Istana Berpesta, Rakyat Berduka: Ironi Kemerdekaan di Tengah Bencana

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:46 WIB

Pencarian Wastra Nusantara Naik 540 Persen, AI Ubah Cara Gen Z Kenal Tradisi

Pencarian Wastra Nusantara Naik 540 Persen, AI Ubah Cara Gen Z Kenal Tradisi

Tekno | Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:49 WIB

Terkini

Bacaan Sholawat Diba di Bulan Maulid Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahan

Bacaan Sholawat Diba di Bulan Maulid Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahan

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:11 WIB

Sejumlah Destinasi Wisata Flores Ditutup Sementara Pascagempa M7,7

Sejumlah Destinasi Wisata Flores Ditutup Sementara Pascagempa M7,7

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:11 WIB

The End of Oak Street: Saat Teror Dinosaurus Menginvasi Perumahan Suburban

The End of Oak Street: Saat Teror Dinosaurus Menginvasi Perumahan Suburban

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:10 WIB

Game Populer Kingdom Hearts Resmi Dapat Anime Orisinal, Tayang di Disney+

Game Populer Kingdom Hearts Resmi Dapat Anime Orisinal, Tayang di Disney+

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:10 WIB

Review Kingdom of the Planet of the Apes: Kebangkitan Era Baru Kaum Primata

Review Kingdom of the Planet of the Apes: Kebangkitan Era Baru Kaum Primata

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:09 WIB

BRI Tebar Cashback QRIS BRImo dan Kartu Edisi Khusus Barca di Festival Kuliner Serpong

BRI Tebar Cashback QRIS BRImo dan Kartu Edisi Khusus Barca di Festival Kuliner Serpong

Bri | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:07 WIB

Gempar! 2 Oknum Hakim PN Lumajang Terseret Isu Sabu, Ketua Pengadilan: Belum Ada Laporan

Gempar! 2 Oknum Hakim PN Lumajang Terseret Isu Sabu, Ketua Pengadilan: Belum Ada Laporan

Jatim | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:04 WIB

Tak Ada Pembatalan, Penerbangan ke NTT Masih Normal

Tak Ada Pembatalan, Penerbangan ke NTT Masih Normal

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:03 WIB

Film Biopik The Beatles Rilis 2028, Resmi Syuting Perdana di Abbey Road

Film Biopik The Beatles Rilis 2028, Resmi Syuting Perdana di Abbey Road

Entertainment | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:02 WIB

Jasad Membusuk Jadi Tantangan Tim Forensik Ungkap Kematian Sutrimo

Jasad Membusuk Jadi Tantangan Tim Forensik Ungkap Kematian Sutrimo

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:01 WIB

×