- Personel gabungan TNI dan Polri disiagakan di Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Selasa, untuk mengamankan aksi unjuk rasa mahasiswa.
- Polda Metro Jaya mengerahkan total 9.242 personel gabungan guna melayani dan mengamankan penyampaian pendapat di berbagai titik Jakarta.
- Kombes Pol. Laode Aries menegaskan kepada seluruh petugas agar mengendalikan emosi dan melaksanakan pengamanan secara humanis.
Suara.com - Sejumlah personel kepolisian dan anggota TNI disiagakan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026), untuk mengantisipasi rencana unjuk rasa mahasiswa.
Pantauan di lokasi, personel kepolisian dan TNI terlihat mempersiapkan pengamanan dengan menyiagakan kendaraan taktis serta sepeda motor operasional di sekitar kawasan Bundaran HI.
Sejumlah personel juga tampak berjaga dengan perlengkapan pengamanan, sementara kendaraan operasional ditempatkan di sisi jalan.
Persiapan pengamanan tersebut dilakukan menyusul rencana unjuk rasa mahasiswa yang akan berlangsung di kawasan tersebut pada Selasa.
Meski terdapat penambahan personel dan kendaraan pengamanan, kondisi lalu lintas di sekitar Bundaran HI hingga berita ini diturunkan masih terpantau normal.
Kendaraan dari berbagai arah masih dapat melintas dengan lancar, sedangkan masyarakat tetap melakukan aktivitas seperti biasa di kawasan pusat Jakarta tersebut.
Petugas kepolisian terus melakukan pemantauan situasi untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama rencana kegiatan itu berlangsung.
Sebagai informasi, Polda Metro Jaya secara total menyiapkan 9.242 personel gabungan untuk melayani dan mengamankan aksi penyampaian pendapat sejumlah elemen mahasiswa di sejumlah titik Jakarta.
Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Metro Jaya Kombes Pol. Laode Aries menegaskan seluruh personel pengamanan, baik unsur Polri maupun TNI yang diperbantukan wajib mengendalikan emosi dan tidak mudah terprovokasi saat melayani massa aksi.
"Pengamanan unjuk rasa harus berjalan aman, tertib, dan tidak boleh menimbulkan kerusuhan maupun kerusakan fasilitas umum. Kendalikan diri, laksanakan tugas dengan humanis, sabar, dan terukur, serta jadikan penegakan hukum sebagai langkah terakhir (ultimum remedium)," kata Laode saat memberikan arahan apel pengamanan di Jakarta, Selasa.