- Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya dan Pemprov DKI membatasi unjuk rasa mahasiswa di UOB Plaza Jakarta Pusat pada 18 Agustus 2026.
- Pembatasan dan penentuan titik aksi dilakukan untuk mengantisipasi tingginya aktivitas warga serta menjaga kelancaran lalu lintas di berbagai wilayah.
- Polda Metro Jaya mengerahkan 9.242 personel untuk mengamankan jalannya unjuk rasa serta berbagai kegiatan masyarakat lainnya secara serentak.
Suara.com - Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya dan Pemprov DKI Jakarta membatasi ruang aksi unjuk rasa mahasiswa hanya sampai depan UOB Plaza, kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026).
Pembatasan ini merupakan bagian dari pengamanan bersama terhadap rencana aksi unjuk rasa mahasiswa yang salah satunya diinisiasi oleh BEM Universitas Indonesia (UI).
Aksi tersebut mengusung tema besar mengenai makna kemerdekaan bagi masyarakat saat ini, dengan delapan tuntutan yang dibawa massa mahasiswa.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan bahwa kesiapan ini juga mempertimbangkan tingginya intensitas aktivitas warga di kawasan tersebut.
"Kita bersama-sama hadir di sini, melihat bagaimana kepadatan arus lalu lintas, artinya sangat tinggi intensitas kegiatan dari warga masyarakat. Baik itu kegiatan dunia pendidikan, kegiatan perekonomian, peribadatan, ataupun kegiatan aktivitas dalam keseharian dalam lahan pekerjaan," ujar Budi di lokasi.
Budi menyebut pihaknya telah menyiapkan lokasi khusus bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi.
"Kami sudah mempersiapkan di lokasi Dukuh Atas, depan UOB, untuk bisa menjadi titik penyampaian aspirasi," katanya.
Ia memaparkan bahwa pada pagi hari sebelum aksi berlangsung, tercatat sebanyak 47 kegiatan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
"Kami sampaikan di wilayah hukum Polda Metro Jaya ada 47 kegiatan; 31 penyampaian aspirasi di muka umum dan 16 kegiatan aktivitas masyarakat," ungkap Budi.
Untuk mengamankan seluruh rangkaian kegiatan tersebut, Polda Metro Jaya menerjunkan personel dalam jumlah besar.

"9.242 personel ini dipersiapkan di dalam memberikan kelancaran kehadiran dalam kegiatan aktivitas masyarakat, apakah itu penyampaian aspirasi ataupun kegiatan-kegiatan masyarakat lainnya," jelasnya.
Budi menambahkan bahwa ribuan personel tersebut tidak hanya difokuskan pada aksi di Dukuh Atas, melainkan tersebar di berbagai titik lain.
"Ada kegiatan Jambore yang dilaksanakan di wilayah Jakarta Timur, ada pelaksanaan penyampaian aspirasi di Kementerian ATR/BPN di wilayah Jakarta Pusat yang kita lihat berada sekarang, termasuk di wilayah Jakarta Selatan," tuturnya.
Ia memastikan pihaknya telah menyiapkan pola pengamanan khusus agar penyampaian aspirasi mahasiswa berjalan lancar.
"Kepada rekan-rekan yang akan menyampaikan aspirasi, kami juga mempersiapkan pola pengamanan agar aspirasi ini bisa tersampaikan dengan baik dan semua berjalan dengan lancar," ucap Budi.
Budi menjelaskan bahwa penentuan titik-titik aksi tersebut telah dikomunikasikan lebih dahulu oleh Direktorat Intelkam kepada penanggung jawab aksi.
Ia menyebut beberapa titik lain juga telah disiapkan bagi massa aksi yang hendak menuju kawasan Istana maupun Gedung DPR/MPR RI.
"Apabila menuju Istana itu sudah disiapkan di Silang Monas Selatan, apabila ingin ke DPR/MPR RI sudah disiapkan beberapa titik di lokasi-lokasi yang ada, begitu juga dengan area parkir Senayan," pungkas Budi.