- Ratusan mahasiswa Universitas Indonesia memadati kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, pada Selasa, 18 Agustus 2026.
- Aparat kepolisian menghadang langkah massa aksi di depan UOB Plaza sehingga tidak mencapai Bundaran HI.
- Massa aksi bertahan di lokasi sambil berorasi dan menuntut aparat membuka blokade jalan tersebut.
Suara.com - Ratusan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) mulai memadati kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026), untuk menyampaikan aspirasi mereka di Bundaran HI.
Namun, langkah mereka terhenti di depan UOB Plaza setelah dihadang barisan aparat kepolisian.
Penghadangan ini sejalan dengan pernyataan yang sebelumnya disampaikan pihak kepolisian mengenai lokasi penyampaian pendapat yang tidak sampai ke Bundaran HI.
Di tengah kebuntuan tersebut, salah seorang orator naik ke atas mobil komando dan menyampaikan orasi menggunakan pengeras suara.
Dalam orasinya, ia menyinggung soal rasa "dijajah" yang dirasakan massa aksi.
"Teman-teman, sekali lagi ini sebuah bukti bahwa kita masih belum merdeka dan kita merasa dijajah oleh mereka. Sepakat teman-teman?" ujar orator tersebut.
![Langkah ratusan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang hendak menyampaikan aspirasi di Bundaran HI terhenti di depan UOB Plaza Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026). [Suara.com/Adiyoga]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/18/54857-mahasiswa-ui-demo-di-bundaran-hi.jpg)
Pernyataan itu langsung disambut massa yang berkumpul di sekitar mobil komando.
"Sepakat!" teriak massa aksi menjawab pertanyaan sang orator.
Sang orator kemudian melanjutkan orasinya dengan mempertanyakan alasan di balik penghadangan massa aksi oleh aparat.
"Bapak, Ibu yang terhormat, kami hanya ingin bertemu di jalan yang kami sudah bayar dengan pajak kami, pajak orang tua kami, pajak nenek-kakek kami. Kenapa kami ditahan seperti ini?" tanyanya.
Hingga berita ini diturunkan, massa aksi masih bertahan di lokasi sembari terus berorasi di hadapan barisan aparat kepolisian.
Mereka juga meneriakkan yel-yel agar aparat kepolisian segera membuka blokade sehingga massa aksi dapat bergerak menuju Bundaran HI.