Suara.com - Universitas Pelita Harapan (UPH) menutup rangkaian UPH Festival 2026 pada 15 Agustus 2026 dengan mengajak mahasiswa baru melihat kehidupan perkuliahan sebagai perjalanan untuk menemukan tujuan, menjalani panggilan, dan membawa dampak bagi sesama.
Pesan itu menjadi benang merah hari ketiga UPH Festival 2026 yang mengusung tema “Called: Why Am I Here?”. Selama tiga hari, mahasiswa baru diajak mengenal identitas sebagai pribadi yang diciptakan segambar dan serupa dengan Allah atau Imago Dei, memahami berbagai tantangan dunia, serta merefleksikan tujuan hidup dan penggunaan talenta untuk melayani sesama.
Rangkaian hari ketiga diawali dengan Founder’s 5K Run, tradisi UPH yang mempertemukan mahasiswa baru, dosen, staf, dan pimpinan universitas dalam aktivitas bersama. Ribuan peserta berlari sejauh lima kilometer mengelilingi kawasan Lippo Village dengan membawa pesan Finish What You Start.

Pesan itu mengajak mahasiswa baru membangun komitmen untuk menyelesaikan apa yang telah dimulai dan menjalani setiap proses dengan tekun.
Executive Director of UPH Sport, Head Coach Tim Basket Putra Eagles UPH, sekaligus Sports Advisor Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH) Dr. Stephen Lester Metcalfe mengatakan, kegiatan lari juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk merefleksikan makna Imago Dei.
“Kita diciptakan menurut gambar Allah dan Tuhan memberikan kita tubuh ini. Ketika menggunakan tubuh untuk bergerak dan beraktivitas secara fisik, kita tidak hanya merayakan rancangan itu, tetapi juga merayakan Sang Pencipta,” ujar pria yang akrab disapa Coach Met.
Ia juga mengingatkan mahasiswa baru agar menjalani masa perkuliahan dengan sungguh-sungguh, sekaligus menjaga keseimbangan antara perkembangan akademik, fisik, dan spiritual.
“Jalani setiap hari dengan sungguh-sungguh dan maksimal. Bangunlah di pagi hari dengan rasa syukur, naikkan ucapan syukur dan pujian kepada Tuhan, kemudian mulailah harimu dan jalani hari itu sebaik-baiknya,” kata Coach Met.
Semangat Finish What You Start terlihat dari para peserta yang menyelesaikan rute dengan ritme masing-masing. Limson Axel Wijaya, mahasiswa baru Program Studi International Teachers College (ITC), menjadi finisher pertama dengan catatan waktu 29 menit.
“Founder’s 5K Run menjadi pengingat bagi saya untuk selalu menjaga kesehatan. Ke depan, saya juga berharap bisa menyelesaikan studi hingga lulus. Namun, yang paling penting adalah bisa menemukan jati diri dan melihat rupa Allah dalam diri saya,” ucap Limson.
Sementara itu, Alice Luo, mahasiswi baru asal Tiongkok dari Prodi ITC UPH, menjadi finisher pertama kategori perempuan dengan catatan waktu 34 menit. Ia ingin menjaga keseimbangan antara akademik, kesehatan, dan relasi selama menjalani kehidupan kampus.
“Saya ingin menjaga keseimbangan dalam kehidupan sebagai mahasiswa, bukan hanya fokus pada akademik, tetapi juga berolahraga dan membangun relasi dengan teman-teman. Yang paling penting, saya ingin menggunakan setiap hal yang saya lakukan untuk membawa kemuliaan bagi Tuhan,” kata Alice.
Mahasiswa Diajak Bijak Menggunakan AI
Setelah Founder’s 5K Run, mahasiswa baru mengikuti sesi “AI Will Change Everything. Will It Change You?” bersama Senior Advisor Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH) Dr. Niel Nielson.
Dalam sesi ini, mahasiswa diajak memahami kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai teknologi yang akan memengaruhi berbagai bidang profesi, mulai dari medis, hukum, teknik, hingga bisnis.
Namun, kemampuan teknologi perlu diimbangi daya kritis, kebijaksanaan, tanggung jawab, serta kemampuan membangun relasi antarmanusia.
“AI dapat menghitung, memprediksi, dan memproses data dengan sangat cepat. Namun, AI tidak dapat mengasihi, tidak dapat membedakan kebaikan dan kejahatan secara moral, serta tidak dapat berkorban bagi orang lain,” tutur Niel.
Ia mengingatkan mahasiswa agar menempatkan AI sebagai alat yang membantu kehidupan, bukan sebagai pengarah utama dalam mengambil keputusan.
“AI adalah pelayan yang sangat baik, tetapi jangan pernah menjadikannya sebagai tuan atas hidup Anda,” katanya.
Menemukan Panggilan dan Menjalani Life That Matters
Refleksi mengenai tujuan hidup kemudian diperdalam melalui sesi “Called & Life That Matters” yang disampaikan Associate Vice President Student Development, Alumni, and Corporate Relations UPH Dr. Andry M. Panjaitan, M.T., CPHCM.
Dr. Andry mengajak mahasiswa mengenali dan mengembangkan talenta serta panggilan Tuhan melalui proses belajar, tantangan, komunitas, dan berbagai kesempatan memimpin.
Ia memperkenalkan lima prinsip yang dapat menjadi panduan mahasiswa selama menjalani perjalanan di UPH. Panggilan hidup, menurutnya, lebih besar dari sekadar karier, sementara tantangan perlu dilihat sebagai bagian dari proses pertumbuhan.
Mahasiswa juga didorong untuk memimpin dengan melayani, menggunakan talenta untuk membawa dampak bagi sesama, serta memanfaatkan ilmu dan pengaruh secara bertanggung jawab untuk berkontribusi bagi Indonesia dan memuliakan Tuhan.
Pesan itu diperkuat melalui pengalaman lima mahasiswa senior UPH yang membagikan kisah mengenai pilihan, kegagalan, komunitas, organisasi, hingga pencapaian yang mereka alami selama menjalani proses perkuliahan.
“Jangan pernah takut bermimpi besar di kampus ini. Bergabunglah dalam organisasi, tekuni riset, ciptakan karya seni dan teknologi, ikut kompetisi, dan bangun persahabatan sejati. Jadilah Shalom Community,” kata Dr. Andry.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan prestasi sebagai ukuran nilai diri.
“Di atas segalanya, ingatlah bahwa kalian berharga bukan karena apa yang kalian capai, melainkan karena siapa yang menciptakan dan menebus kalian,” ujarnya.
Ditutup dengan Imago Dei Celebration
Rangkaian UPH Festival 2026 kemudian ditutup melalui Imago Dei Celebration Concert and Fireworks. Perayaan ini menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk menikmati kebersamaan sekaligus merefleksikan perjalanan yang telah mereka lalui selama tiga hari.
Penampilan vokal dan musik dari UPH Choir serta Fakultas Musik (FM) turut menghidupkan suasana penutupan. Rangkaian perayaan juga diisi dengan ayat Alkitab dan pertunjukan fireworks.
Rektor UPH Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc. dalam sambutannya mengajak mahasiswa baru memasuki Tahun Akademik 2026/2027 dengan kesiapan untuk menjalani perjalanan pendidikan di UPH.
“Saya berdoa dan berharap UPH Festival ini menjadi berkat, sehingga kalian siap memasuki Tahun Akademik 2026/2027 dan sukses dalam studi. Selamat datang, warga UPH yang baru. Dengan penuh sukacita, kami mendoakan agar kalian senantiasa diberkati Tuhan dan berhasil dalam perkuliahan kalian,” kata Jonathan.
Berakhirnya UPH Festival 2026 menjadi awal perjalanan baru bagi mahasiswa. Setelah tiga hari diajak mengenal identitas, memahami dunia, dan merefleksikan panggilan, mahasiswa baru akan melanjutkan proses itu melalui perkuliahan, organisasi, komunitas, kompetisi, kepemimpinan, hingga kehidupan setelah lulus.
Melalui pendidikan holistis dan berbagai pengalaman pengembangan diri, UPH berkomitmen mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin masa depan yang unggul, takut akan Tuhan, serta mampu membawa dampak bagi sesama dan Indonesia.***