- Gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur menewaskan 70 orang dan melukai 132 warga per Selasa.
- BNPB mencatat sebanyak 40.040 jiwa mengungsi akibat dampak psikologis, termasuk 14 ribu warga Manggarai Timur mandiri.
- Total 11.925 rumah mengalami kerusakan, dengan wilayah terdampak terparah berada di Nagekeo, Manggarai Barat, serta Ngada.
Suara.com - Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menewaskan 70 orang, data per Selasa (18/8).
Di tengah penanganan korban, puluhan ribu warga juga memilih mengungsi, termasuk sekitar 14 ribu warga Manggarai Timur yang mengungsi secara mandiri.
Direktur Operasi Badan SAR Nasional (Basarnas) Laksamana TNI Bramantyo mengatakan hingga hari ketiga penanganan, total korban yang tercatat mencapai 202 orang. Rinciannya, 70 orang meninggal dunia dan 132 lainnya mengalami luka-luka.
"Sampai dengan hari ketiga kemarin pukul 23.30 telah kami kumpulkan total korban adalah 202 orang. Kemudian meninggal dunia 70 orang dan luka-luka 132 orang yang kami catat. Kemudian luka berat 40, luka ringan 92," ujar Bramantyo dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Pada hari keempat, Tim SAR lebih banyak melakukan penyisiran di wilayah terdampak.
Menurut Bramantyo, operasi pencarian difokuskan pada penyisiran karena berdasarkan laporan dan masukan warga, tidak ada lagi korban yang tercatat masih dalam pencarian.
Sementara itu, Pejabat Pelaksana Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan menyebut jumlah pengungsi sementara mencapai 40.040 jiwa. Namun, tidak seluruh warga tersebut berada di posko resmi pemerintah.
![Warga memasak di posko pengungsian korban gempa bumi NTT di Lapangan Barangkolong, Reo, NTT, Senin (17/8/2026). [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/foc]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/18/44612-posko-pengungsian-korban-gempa-di-manggarai-gempa-ntt-pengungsi-korban-gempa-ntt.jpg)
BNPB mencatat bahwa sebagian warga Manggarai Timur sebanyak 966 orang tercatat mengungsi di posko BPBD, sementara sekitar 14.000 jiwa lainnya memilih mengungsi secara mandiri.
"Data sementara pengungsi saat ini yang kami kumpulkan ada 40.040 jiwa sekali lagi data pengungsi itu sebesar 40.040 jiwa. Ini bukan menggambarkan kerusakan rumah, jadi perlu kita hati-hati untuk menerjemahkannya. Namun ini karena banyaknya dampak psikologis yang dirasakan oleh warga," ujar Berton.
Data BNPB menunjukkan pengungsi tersebar di sejumlah kabupaten.
Di Kabupaten Manggarai terdapat 6.487 orang mengungsi, sementara di Manggarai Timur terdapat 966 orang yang berada di posko BPBD dan sekitar 14.000 jiwa mengungsi secara mandiri.
Kemudian di Manggarai Barat terdapat 600 jiwa pengungsi, Nagekeo 6.221 jiwa, Sikka 5.681 jiwa, Ende 3.666 jiwa dan Ngada 1.920 jiwa.
Di sisi lain, BNPB mencatat total 11.925 rumah mengalami kerusakan akibat gempa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.516 unit rumah mengalami rusak berat, 1.916 unit rusak sedang dan 4.493 unit rusak ringan. Wilayah dengan jumlah kerusakan rumah tertinggi berada di Kabupaten Nagekeo, Manggarai Barat dan Ngada.