Perempuan Adat Gelar Aksi Tolak PSN Mbay Lambo, Aparat: Wah Saya Lagi Nonton Film Porno

Bella

Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:23 WIB
Perempuan Adat Gelar Aksi Tolak PSN Mbay Lambo, Aparat: Wah Saya Lagi Nonton Film Porno
Pembangunan Bendungan Mbay/Lambo di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. [Antara]
baca 10 detik
  • Aurel, mahasiswi Kriminologi UI, menyuarakan penolakan warga adat terhadap lokasi PSN Bendungan Mbay Lambo pada Aksi Kamisan ke-921, Kamis (20/8/2026).
  • Lokasi proyek di Nusa Tenggara Timur tersebut dikhawatirkan menenggelamkan tiga desa dan menghilangkan sumber mata pencaharian warga setempat.
  • Warga penolak proyek menghadapi intimidasi, kriminalisasi, serta pelecehan verbal dari aparat keamanan saat mempertahankan tanah mereka.

Suara.com - Aksi Kamisan ke-921 yang digelar pada Kamis (20/8/2026) kembali menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyuarakan berbagai persoalan.

Dalam aksi tersebut, Aurel, mahasiswi Kriminologi Universitas Indonesia (UI), menyoroti intimidasi hingga kriminalisasi yang disebut dialami masyarakat adat yang menolak pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Mbay Lambo di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ia menyinggung salah satu bentuk perlawanan para mama saat berupaya menghalau tim survei yang datang ke lokasi. Para perempuan adat disebut membuka pakaian bagian atas sebagai bentuk protes.

Aurel juga menyoroti respons aparat terhadap aksi tersebut.

"Wah saya lagi nonton film pornografi," kata Aurel menirukan ucapan salah satu aparat, dalam orasinya pada Aksi Kamisan ke-921, dikutip suara.com, Kamis (20/8/2026).

"Bayangkan itu yang dilakukan aparat, aparat itu tidak pernah peduli pada kita." tegas Aurel

Aurel mengatakan, penolakan warga bukan berarti mereka menolak pembangunan.

"Jadi perempuan adat di sana atau bisa kita panggil para mama, penolakan yang mereka lakukan bukan karena mereka adalah orang-orang yang anti pembangunan,mereka setuju dengan kehadiran PSN Bendungan Mbay Lambo Nusa Tenggara Timur yang hadir untuk mensejahterakan hidup mereka," ujar Aurel.

Aurel mengatakan, masyarakat adat menolak lokasi pembangunan bendungan yang berada di tiga desa, yakni Desa Labolewa, Desa Ulu Pulu, dan Desa Rembutowe.

baca juga

Ia mengaku sempat mewawancarai warga yang melakukan penolakan pada April dan Mei lalu.

Menurutnya, lokasi yang dipilih pemerintah berpotensi menenggelamkan ketiga desa tersebut.

"Ada apa lokasi yang dipilih pemerintah, jadi lokasi tersebut yang dipilih pemerintah akan menenggelamkan 3 desa tersebut," katanya.

Bagi masyarakat adat, kehilangan tanah berarti kehilangan lebih dari sekadar tempat tinggal.

"Sedangkan bagi mereka yang merupakan masyarakat adat, kehilangan tanah bukan hanya kehilangan rumah, berarti mereka kehilangan tempat bercocok tanam, berkebun, mereka kehilangan sumber mata pencaharian mereka dan itu semua akan tenggelam karena hadirnya pembangunan bendungan," ujar Aurel.

Menurut Aurel, keberadaan PSN beserta regulasi yang ditujukan untuk mempercepat pembangunan justru dinilai dapat membuka ruang bagi tindakan sewenang-wenang terhadap masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dampak Kerusakan Akibat Gempa di Pulau Palue NTT

Dampak Kerusakan Akibat Gempa di Pulau Palue NTT

Foto | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:48 WIB

Tak Tembus Bundaran HI, Mahasiswa UI Bubar Sambil Ancam Bakal Demo Lagi Akhir Agustus

Tak Tembus Bundaran HI, Mahasiswa UI Bubar Sambil Ancam Bakal Demo Lagi Akhir Agustus

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:04 WIB

Korban Gempa NTT Dievakuasi via Helikopter ke Labuan Bajo

Korban Gempa NTT Dievakuasi via Helikopter ke Labuan Bajo

Foto | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:54 WIB

Publik Speaking Namora Siahaan BEM UI Bikin Publik Terkagum-kagum Wapres Kena Senggol

Publik Speaking Namora Siahaan BEM UI Bikin Publik Terkagum-kagum Wapres Kena Senggol

Entertainment | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:10 WIB

Debat Panas Fatimah BEM UI vs Kombes Reynold Elisa, Netizen: Nama Tengahnya Pemberani

Debat Panas Fatimah BEM UI vs Kombes Reynold Elisa, Netizen: Nama Tengahnya Pemberani

Entertainment | Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:20 WIB

Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?

Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?

Entertainment | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:30 WIB

Sempat Tertahan Blokade Polisi, Massa BEM UI Akhirnya Long March ke Bundaran HI

Sempat Tertahan Blokade Polisi, Massa BEM UI Akhirnya Long March ke Bundaran HI

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:28 WIB

Akan Ada Demo Mahasiswa Besar-besaran di Bundaran HI, 8.242 Personel Gabungan Dikerahkan

Akan Ada Demo Mahasiswa Besar-besaran di Bundaran HI, 8.242 Personel Gabungan Dikerahkan

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:38 WIB

Daftar Demo Jakarta Hari Ini dan Titik Kumpul Massa

Daftar Demo Jakarta Hari Ini dan Titik Kumpul Massa

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:55 WIB

1.364 Warga Mengungsi, Tenda Darurat Jadi Tempat Bertahan Korban Gempa NTT

1.364 Warga Mengungsi, Tenda Darurat Jadi Tempat Bertahan Korban Gempa NTT

Foto | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Terkini

Meroket 1.004 Persen, Jumlah Rekening Emas BRI di BRImo Tembus 3 Juta

Meroket 1.004 Persen, Jumlah Rekening Emas BRI di BRImo Tembus 3 Juta

Bri | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:28 WIB

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna, Siap Disahkan Jadi UU

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna, Siap Disahkan Jadi UU

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:18 WIB

Jejak Gugatan Karhutla Sumsel, 8 Perusahaan Pernah Masuk Perkara: Begini Panjang Perjalanan Hukumnya

Jejak Gugatan Karhutla Sumsel, 8 Perusahaan Pernah Masuk Perkara: Begini Panjang Perjalanan Hukumnya

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Langkah Kecil untuk Tumbuh Sehat, Kilang Plaju Dukung Gizi Anak Sungai Rebo

Langkah Kecil untuk Tumbuh Sehat, Kilang Plaju Dukung Gizi Anak Sungai Rebo

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Free Kick Dean James Robek Gawang Thailand, Iklas Sanron Samakan Kedudukan

Free Kick Dean James Robek Gawang Thailand, Iklas Sanron Samakan Kedudukan

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:49 WIB

Masih Ingat Sepatu Bata? Begini Perjalanan Brand Ini Selama 95 Tahun di Indonesia

Masih Ingat Sepatu Bata? Begini Perjalanan Brand Ini Selama 95 Tahun di Indonesia

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Lebih dari Sekadar Visual: Intip Keseruan CHROMA di The Lounge by CASA pada Art Jakarta 2026

Lebih dari Sekadar Visual: Intip Keseruan CHROMA di The Lounge by CASA pada Art Jakarta 2026

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Merasa Namanya Hancur, Fuad Hasan Klaim Tak Pernah Beri Nusron Wahid Uang Ratusan Miliar

Merasa Namanya Hancur, Fuad Hasan Klaim Tak Pernah Beri Nusron Wahid Uang Ratusan Miliar

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:16 WIB

Soroti Proyek MBG hingga Militerisasi Sipil, Forum Cik Ditiro Desak Revisi Ulang UU TNI

Soroti Proyek MBG hingga Militerisasi Sipil, Forum Cik Ditiro Desak Revisi Ulang UU TNI

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:11 WIB

Panja Komisi IX Rampungkan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Draf Akhir 23 Bab 313 Pasal

Panja Komisi IX Rampungkan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Draf Akhir 23 Bab 313 Pasal

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:08 WIB

×