- Aurel, mahasiswi Kriminologi UI, menyuarakan penolakan warga adat terhadap lokasi PSN Bendungan Mbay Lambo pada Aksi Kamisan ke-921, Kamis (20/8/2026).
- Lokasi proyek di Nusa Tenggara Timur tersebut dikhawatirkan menenggelamkan tiga desa dan menghilangkan sumber mata pencaharian warga setempat.
- Warga penolak proyek menghadapi intimidasi, kriminalisasi, serta pelecehan verbal dari aparat keamanan saat mempertahankan tanah mereka.
Ia turut mengingatkan kondisi masyarakat yang sebelumnya terdampak gempa di wilayah Flores, NTT, yang menurutnya masih kesulitan mendapatkan bantuan.
"Kita lagi-lagi jadi korban, kita lagi-lagi dikorbankan," katanya.
Aurel kemudian menutup orasinya dengan mempertanyakan makna kemerdekaan bagi masyarakat yang masih menghadapi persoalan tersebut.
"Kita merdeka, tapi dari apa, bahwa kita belum merdeka sepenuhnya," pungkasnya.
Reporter: Agustin Dwi Anggraini